Tips Agar Opor dan Gulai Saat Lebaran Lebih Menyehatkan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments

Tips Agar Opor dan Gulai Saat Lebaran Lebih Menyehatkan

Tips Agar Opor dan Gulai Saat Lebaran Lebih Menyehatkan

Foto : Istimewa
Opor ayam, salah satu hidangan khas Lebaran
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Menu Lebaran sebagian orang identik dengan hidangan semisal opor ayam dan gulai. Anda bisa membuatnya lebih sehat, yakni mengganti salah satu komponen dalam hidangan itu. Apa alternatifnya?

Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Dr Tirta Prawita Sari, mengatakan opor ayam dan gulai biasanya mengandung santan dan Anda bisa mengganti santan dengan susu cair, yoghurt atau produk lainnya. Hal sama juga bisa Anda terapkan pada menu rendang.

Selain itu, Anda bisa mengurangi asupan garam atau menggunakan garam diet. Untuk hidangan ayam, buang kulit ayamnya.

"Jika masih gunakan santan, pisahkan santan. Beri satu atau dua sendok makan ke dalam piring sebelum makan," ungkap Tirta dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (22/5).

Tirta yang berprofesi sebagai dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta itu merekomendasikan hidangan lain sebagai teman ketupat Lebaran, yakni sayur labu atau pepaya namun tak menggunakan santan, tetapi diganti seperti halnya rendang dan opor.

Bagi yang ingin menghidangkan menu sambal goreng kentang, bisa memanggang kentangnya alih-alih menggorengnya,

Kemudian, untuk hidangan ketupat atau lontong, Anda bisa mengganti berasnya dengan beras merah.

Tirta mengingatkan Anda, makanlah saat lapar datang dan berhentilah bila lapar sudah tidak terasa, jangan letakkan toples kue di depan Anda tetapi simpan di lemari, kunyah perlahan untuk memberi waktu kepada tubuh mencernanya.

"Untuk kue lebaran, disimpan di lemari, keluarkan dalam toples kecil. Ambil secukupnya. Maksimal 3 jenis kukis dan 1 buah per hari," menurut Tirta.

Selain itu, pastikan mengkonsumsi sayuran dan buah masing-masing minimal tiga porsi per hari, tetap aktif bergerak.

"Maafkan dirimu jika melakukan kesalahan dalam mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan berjanji hanya akan mengonsumsi makanan pada hari itu saja," kata Tirta.

Terakhir, Lebaran hanya satu hari yaitu pada 1 Syawal saja, sehingga memasak menu Lebaran secukupnya agar habis dalam satu hari dan jangan berlebihan. Ant/I-1

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment