Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
Krisis Semenanjung Korea

Tiongkok Mulai Antisipasi Serangan Nuklir

Tiongkok Mulai Antisipasi Serangan Nuklir

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING – Ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea telah membuat pemerintah Tiongkok was-was. Pada Rabu (6/12), surat kabar Jilin Daily mempublikasikan satu halaman penuh nasihat kepada para pembaca bagaimana melindungi diri dari sebuah serangan senjata atau sebuah ledakan nuklir.

Kota Jilin adalah wilayah paling dekat dengan perbatasan Tiongkok-Korea Utara (Korut). Pemerintah Tiongkok telah berulang kali menyuarakan kekhawatirannya terkait program misil dan nuklir Korut serta menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) agar berhenti memprovokasi Pyongyang.

Dalam tulisan satu halaman penuh yang dipublikasi Jilin Daily, dijelaskan bagaimana senjata-senjata nuklir berbeda dari senjata tradisional dan menginstruksikan bagaimana masyarakat melindungi diri mereka dari sebuah serangan. Dalam tulisan itu, Jilin Daily tidak menyebutkan kemungkinan serangan dari pemerintah Korut atau negara lain.

“Lima elemen dalam senjata nuklir yang bisa menyebabkan kerusakan, diantaranya sinar radiasi yang ditimbulkan, gelombang ledakan, radiasi nuklir tahap awal, gelombang nuklir elektromagnetic dan polusi radioaktif. Empat dari lima elemen di senjata nuklir itu membunuh seketika,” tulis harian lokal itu.

Dijelaskan Jilin Daily, orang-orang yang sedang berada di luar ruangan dan terancam terkena serangan nuklir, harus berlindung di bunker, menutupi kulit mereka dengan pakaian-pakaian khusus demi meminimalkan risiko kematian.
Latihan Militer

Terkait ketegangan di Semenanjung Korea, pesawat pengebom AS, B-1B pada Rabu (6/12), terlibat dalam latihan militer gabungan tahunan antara AS dan Korsel, dimana latihan militer ini disebut pemerintah Korut bisa sebagai pemicu perang nuklir.
Pesawat pengebom itu terbang dari teritorial Guam dan bergabung dengan jet tempur F-22 dan F-35.

Latihan militer gabungan ini diselenggarakan hingga Jumat (8/12) di Semenanjung Korea dan dilakukan sepekan persis setelah Pyongyang melakukan uji coba misil balistik lintas benua paling canggih hingga di yakini mampu menghantam wilayah daratan AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, mengatakan pihaknya sangat berharap seluruh pihak-pihak terkait bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang akan menambah ketegangan di Semenanjung Korea. Tiongkok adalah sekutu dekat Pyongyang.

Kantor berita KCNA pada akhir pekan lalu mewartakan Presiden AS, Donald Trump sedang meminta agar terjadi perang nuklir dengan mengadakan latihan militer ini. Pyongyang pun menjuluki Trump sebagai orang gila.

Menyusul ketegangan di Semenanjung Korea ini, rencananya Presiden Korsel, Moon Jae-in akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada 13 hingga 16 Desember mendatang. Pihak istana kepresidenan Korsel, Blue House, menjelaskan naiknya kemampuan nuklir dan misil Korut akan menjadi agenda utama pembahasan.
uci/Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment