Tiongkok Dominasi Investasi di Sulawesi Tengah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

Tiongkok Dominasi Investasi di Sulawesi Tengah

Tiongkok Dominasi Investasi di Sulawesi Tengah

Foto : Istimewa
Investasi di Sulteng
A   A   A   Pengaturan Font

PALU- Tiongkok tercatat sebagai negara yang mendominasi investasi pada berbagai sektor di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng, capaian realisasi investasi triwulan II 2020 negara Tirai Bambu itu di Sulteng mencapai 3,96 triliun rupiah atau menurun dibanding triwulan II 2019 senilai 4,53 triliun rupiah.

“Jumlah tersebut 61,48 persen dari total capaian realisasi investasi triwulan II 2020 di Sulteng. Berikutnya Singapura 1,53 triliun rupiah atau 23,69 persen, Hongkong 894,57 miliar rupiah,” kata Kepala DPMPTSP Sulteng Christina Shandra Tobondo dalam Web- Seminar (Webinar) bertajuk “Menatap Pelemahan Ekonomi Dampak Covid-19 di Sulteng” yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng di Palu, Selasa (11/8).

Berikutnya Inggris dengan nilai investasi di Sulteng pada triwulan II 2020 sebesar 30,76 miliar rupiah atau 0,48 persen, India 17,51 miliar rupiah atau 0,27 persen dan Jepang 10,59 miliar rupiah atau 0,16 persen.

“Berdasarkan sektor usahanya, capaian realisasi investasi di Sulteng paling banyak pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai 5,24 triliun rupiah atau 59,9 persen,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Kemudian, lanjut Shandra, sektor listrik, gas dan air 1,80 triliun rupiah atau 20,6 persen. Adapun capaian investasi pada sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan senilai 743,75 miliar rupiah atau 8,5 persen.

“Transportasi, gudang dan telekomunikasi 407,71 miliar rupiah atau 4,7 persen, perumahan, kawasan industri dan perkantoran 217,09 miliar rupiah atau 2,5 persen, industri makanan 147,96 miliar rupiah atau 1,7 persen, pertambangan 121,59 miliar  rupiah atau 1,4 persen dan sektor lainnya 72,01 miliar  rupiah atau 0,8 persen,” kata Shandra.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sulteng menargetkan realisasi investasi Sulteng pada tahun 2020 senilai 24,20 triliun rupiah.

Dari target tersebut, hingga periode Januari-Juni capaian realisasi investasi dari hasil penambahan nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai 14,88 triliun rupiah.bud/E-9

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment