Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Perang Dagang

Tiongkok Desak AS Tahan Diri dalam Sengketa Perdagangan

Tiongkok Desak AS Tahan Diri dalam Sengketa Perdagangan

Foto : ANDY WONG/POOL/AFP
HINDARI KETEGANGAN - Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo (kanan) dan Menlu Tiongkok, Wang Yi, di Beijing, beberapa waktu lalu. Tiongkok minta AS menahan diri guna menghindari peningkatan ketegangan.
A   A   A   Pengaturan Font

SHANGHAI - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, meminta Ame­rika Serikat (AS) menahan diri untuk tidak membuat kebijakan yang me­rugikan kepentingan Tiongkok dan perusahaan-perusahaan negara itu. Wang juga mendesak AS agar tidak melangkah terlalu jauh dalam seng­keta dagang yang tengah berlangsung antara kedua negara.

Hal itu disampaikan Wang Yi ke­pada Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, melalui sambungan telepon pada Sabtu (19/5).

“AS tidak boleh terlalu jauh dalam sengketa perdagangan saat ini antara kedua belah pihak. Tiongkok masih bersedia untuk menyelesaikan per­bedaan melalui negosiasi, tetapi me­reka harus berada pada posisi yang setara,” ucap Wang Yi seperti dikutip sejumlah media, Minggu (19/5).

Terkait Iran, Wang mengata­kan Tiongkok juga berharap semua pihak menahan diri dan bertindak dengan hati-hati untuk menghindari meningkatnya ketegangan.

Sementara itu, juru bicara De­partemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, membenarkan Pompeo ber­bicara dengan Wang dan membahas masalah-masalah bilateral dan ke­khawatiran AS tentang Iran. Namun, Ortagus tidak memberikan rincian isi pembicaraan kedua menteri tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, ke­tegangan antara Washington dan Te­heran telah meningkat, menambah kekhawatiran tentang potensi konflik AS-Iran. Awal pekan ini, AS telah me­narik beberapa staf diplomatik dari kedutaan mereka di Baghdad, Irak, setelah terjadi serangan terhadap ka­pal tanker minyak AS di Teluk.

Ubah Sikap

Tiongkok, yang menunjukkan si­kap perang dagang lebih agresif, me­ngatakan bahwa putaran baru pembi­caraan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu tidak akan berhasil jika Washington tidak mengubah sikap.

Setelah pembicaraan alot selama satu minggu, Beijing melancarkan ta­rif pembalasan baru, para pejabat AS menuduh Tiongkok mengingkari janji yang telah dibuat selama berbulan-bu­lan pembicaraan, dan pemerintahan Donald Trump akan melumpuhkan salah satu perusahaan teknologi terbe­sar dan paling sukses di Tiongkok.

AS pada Kamis mengumumkan te­lah menempatkan perusahaan tele­komunikasi terbesar di dunia asal Tiongkok, Huawei Technologies Co Ltd, ke dalam daftar hitam yang akan menghalangi Huawei melakukan bis­nis dengan perusahaan AS.

Departemen Perdagangan AS ke­mudian mengatakan akan segera mengurangi pembatasan pada Hua­wei. AS sedang mempertimbangkan mengeluarkan izin sementara untuk mencegah gangguan operasi dan per­alatan jaringan yang ada. Penerima izin sementara ini termasuk penyedia telekomunikasi di negara bagian yang berpenduduk kecil, seperti Wyoming dan Oregon yang membeli peralatan jaringan dari Huawei dalam beberapa tahun terakhir. AFP/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment