Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Perang Dagang

Tiongkok-AS Percepat Kesepakatan Parsial Perdagangan

Tiongkok-AS Percepat Kesepakatan Parsial Perdagangan

Foto : AFP/WANG ZHAO
MITRA STRATEGIS I CEO Alibaba Group, Daniel Zhang (kiri) dan CEO perusahaan raksasa kabel AS Comcast, Brian Roberts saat mengumumkan kemitraan strategis di Beijing, Kamis (17/10).
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING – Tanda-tanda sengketa dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mereda kian dekat. Apa­lagi, Tiongkok mengatakan para juru rundingnya telah mempercepat penuntasan rincian kesepakatan par­sial dengan AS.

“Saat ini, tim ekonomi dan per­dagangan kedua belah pihak telah mempercepat upaya dan konsultasi sampai pada teks khusus untuk tahap pertama perjanjian. Kedua belah pi­hak juga bekerja menuju kesepakatan awal,” kata juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng, dalam pertemuan reguler, di Beijing, Kamis (17/10).

Namun, Gao menolak untuk me­ngatakan apakah teks untuk kesepa­katan parsial atau kesepakatan pe­nuh akan siap sebelum batas waktu pertengahan November. “Kedua be­lah pihak juga telah melakukan dis­kusi substantif tentang pengaturan kerja tahap selanjutnya,” katanya.

Menurut Gao, perusahaan-per­usahaan Tiongkok terus meningkat­kan pembelian produk pertanian dari Amerika Serikat sesuai dengan ke­butuhan pasar domestik.

Sementara itu, Trump berha­rap untuk menandatangani perjan­jian dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada pertemuan puncak APEC, di Cile, bulan depan. Trump juga mengatakan AS dan Tiongkok tengah menyiapkan kesepakatan perdagangan tertulis, setelah saling melancarkan jurus tawar-menawar, pekan lalu. “Itu belum selesai ditulis, tetapi itu sedang dibuat,” kata Trump kepada wartawan, di Gedung Putih, Rabu (16/10).

Trump mengeklaim bahwa pe­kan lalu, Tiongkok telah setuju untuk membeli produk pertanian AS senilai 40 hingga 50 juta dollar AS. Dia me­negaskan, Beijing berkomitmen akan membeli lebih banyak produk perta­nian AS, dan membuat konsesi aki­bat tekanan ekonomi yang dilakukan oleh Washington.

“Mereka ingin membuat kesepa­katan. Mereka harus membuat ke­sepakatan. Ekonomi mereka sangat terpukul dengan apa yang telah kami lakukan,” kata Trump.

Dengan kesepakatan itu, berarti kenaikan tarif yang direncanakan un­tuk minggu ini tidak akan dijalankan, tapi juga tidak membatalkan sanksi tarif impor yang selama ini telah di­berlakukan dengan nilai sampai ra­tusan miliar dollar.

Mematangkan Pertemuan

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, pada Rabu, mengatakan akan bertemu Wakil Perdana Men­teri Tiongkok, Liu He, di Cile, sebelum pertemuan Trump dan Xi berlang­sung. Dia menambahkan, juga tidak menutup kemungkinan akan datang ke Tiongkok bersama duta besar per­dagangan AS, Robert Lighthizer, untuk mematangkan pertemuan kedua pe­mimpin ekonomi terbesar dunia itu.

“Pembahasan tentang transfer teknologi akan menjadi bagian uta­ma dari fase dua perjanjian,” pung­kasnya. AFP/SB/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment