Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments
Perang Dagang

Tiongkok Akan Balas “Blacklist” Sejumlah Perusahaan AS

Tiongkok Akan Balas “Blacklist” Sejumlah Perusahaan AS

Foto : istimewa
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING – Pemerintah Tiongkok mengisyaratkan akan membalas lang­kah Amerika Serikat (AS) yang me­nempatkan perusahaan-perusahaan teknologi asal Negeri Tirai Bambu masuk dalam daftar hitam (blacklist).

Juru bicara Kementerian Luar Ne­geri Tiongkok, Geng Shuang, menga­takan kepada wartawan untuk tetap waspada. Dia juga membantah tu­duhan bahwa pemerintah Tiongkok telah melanggar hak asasi manusia di Xinjiang.

“Kami mendesak pihak AS untuk segera memperbaiki kesalahannya, menarik keputusan terkait dan ber­henti mencampuri urusan dalam ne­geri Tiongkok,” ujar Geng di Beijing, Selasa (8/10).

“Tiongkok akan terus mengambil langkah kuat untuk secara tegas me­lindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasio­nal,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah AS mengumumkan daftar hitam perusa­haan raksasa teknologi Tiongkok atas tuduhan keterlibatan dalam pelang­garan hak asasi manusia terhadap minoritas muslim di wilayah Xinjiang. Di antara perusahaan tersebut termasuk produsen kamera peng­awas Hangzhou Hikvision Digital Technology Co dan Zhejiang Dahua Technology Co, yang menurut bebe­rapa catatan diketahui mengendali­kan sepertiga pasar global untuk ka­mera pengintai dan memiliki kamera di seluruh dunia.

Di dalam daftar ini juga tercan­tum perusahaan rintisan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) SenseTime Group Ltd dan AI giant Megvii Technology Ltd, yang akan menggalang dana sekitar satu miliar dollar AS melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Hong Kong.

Kedua perusahaan yang didukung oleh raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba Group Holding Ltd tersebut, berada di garis depan ambisi Tiong­kok untuk mendominasi pasar AS se­lama beberapa tahun ke depan.

Perusahaan-perusahaan yang di­masukkan AS dalam daftar hitam tersebut dilarang untuk membeli suku cadang dan komponen dari per­usahaan AS tanpa persetujuan pemerintah AS.

Jelang Perundingan

Pengumuman tersebut disampai­kan bertepatan dengan dimulainya persiapan perundingan dagang an­tara AS dan Tiongkok di Washington selama dua hari pada 10–11 Oktober. Namun, seorang juru bicara Depar­temen Perdagangan AS mengatakan daftar hitam itu tidak terkait dengan negosiasi perdagangan.

Sementara itu, South China Mor­ning Post mewartakan Tiongkok me­nurunkan ekspektasi akan adanya ke­sepakatan dagang dengan AS. Bahkan, Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He, yang akan memimpin delegasi ke AS dikabarkan belum mendapat ins­truksi khusus dari Presiden Xi Jinping.

Selain perusahaan teknologi, pe­merintah AS juga mem-blacklist Biro Keamanan Publik Pemerintah Dae­rah Otonomi Uighur Xinjiang, Seko­lah Tinggi Kepolisian Xinjiang, dan 19 biro pemerintah bawahan. AFP/ang/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment