Koran Jakarta | July 18 2019
No Comments
Penguatan SDM

Tingkatkan SDM Warga Binaan di Bidang Konstruksi

Tingkatkan SDM Warga Binaan di Bidang Konstruksi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kapasitas warga binaan pemasyarakatan (WBP) di bidang jasa konstruksi, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, akan ditingkatkan.

Peningkatkan diwujudkan dengan mengoptimalkan potensi para warga binaan dalam bidang konstruksi agar ketika kembali ke masyarakat, keahlian tersebut dapat dimanfaatkan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mengoptimalkan potensi warga binaan melalui kegiatan bimbingan dan pelatihan, khususnya di bidang jasa konstruksi sehingga mereka menjadi tenaga kerja siap pakai,”

kata Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, di Cilacap, usai menandatangani memorandum of understanding (MoU), di Cilacap, Jumat (27/7).

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kerja sama ditandatangani oleh Yasonna dan Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono.

Diberi Pelatihan

Yasonna berharap setelah mereka dilatih dan menjadi mahir akan ikut berkontribusi dalam melaksanakan pembangunan atau rehabilitasi fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Para warga binaan bisa membangun dan memperbaiki rumah ibadah, bedah rumah, memperbaiki jembatan, serta taman rekreasi yang ada di lingkungan masyarakat.

MoU terkait peningkatan kapasitas petugas dan WBP di bidang jasa konstruksi, apalagi salah satu core business Lapas adalah pembinaan.

Kerja sama ini merupakan perwujudan komitmen Kemenkumham dalam mengoptimalkan “Lapas Super Maximum Security ”, khususnya terkait infrastruktur di Pulau Nusakambangan.

Seperti diketahui, saat ini Pulau Nusakambangan memiliki luas 216 kilometer persegi atau 21.600 hektare. Di Pulau Nusakambangan terdapat tujuh lapas, yaitu Lapas Terbuka, Lapas Batu, Lapas Besi, Lapas Narkotika, Lapas Kembang Kuning, Lapas Permisan, dan Lapas Pasir Putih.

Mereka semua dijaga 501 petugas, yang harus tinggal di Nusakambangan dengan sarana prasarana yang ada di pulau tersebut.

“Kami berharap Kementerian PUPR dapat ikut serta meningkat kan dan menenuhi kebutuhan sarana prasarana di Pulau Nusakambangan.

Sarana tersebut, di antaranya perbaikan jalan, pembangunan poliklinik, serta pembangunan rusus atau rusun di Kawasan Karang Anyar bagi petugas Lapas Super Maximum Security,” ujar Yasonna.

Menteri PUPR, Basoeki Madimuljono, mengatakan target kerja sama yang baru ini tidak hanya ditujukan bagi warga binaan pemasyarakatan, tetapi juga untuk para petugas pemasyarakatan.

Diharapkan pembangunan ini akan selesai pada akhir tahun 2018. “Kami akan membangun rumah susun sebanyak dua tower, terdiri dari tiga lantai untuk tipe 36 dan empat lantai untuk tipe 24 yang mampu menampung 92 keluarga,” ujar Basuki. eko/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment