Tingkatkan Daya Saing Infrastruktur | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Hari Bhakti PU I Konektivitas Sentra Bisnis dan Wisata Jadi Fokus Pembangunan

Tingkatkan Daya Saing Infrastruktur

Tingkatkan Daya Saing Infrastruktur

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Presiden Jokowi memerintahkan agar Kementerian PUPR terus mendorong pembangunan prasarana untuk mendongkrakdaya saing infrastruktur nasional.

JAKARTA – Pemerintah mengharapkan adanya perbaikan peringkat daya saing infrastruktur Indonesia dalam lima tahun mendatang. Sekarang ini, peringkat daya saing Indonesia masih tertinggal dibanding Negara-negara Asean.

“Lima tahun terakhir ini kita telah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. Namun di tingkat Asean saat ini, daya saing infrastruktur kita masih di posisi 5, kalah dengan Thailand, Brunei, Malaysia, dan Singapura,”kata Presiden RI Joko Widodo, dalam sambutanya dibacakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan selaku Inspektur Upacara Harbak PU ke-74 di Lapangan Sapta Taruna, Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (3/12).

“Untuk itu, saya mengajak kita semua bekerja lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan dan menjadi yang terdepan,” kata Presiden.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sekaligus untuk mewujudkan rasa keadilan masyarakat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pembangunan harus memiliki dampak langsung yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menaikkan kelas UMKM, pengembangan pariwisata, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor.

“Oleh karena itu, sudah saatnya menghubungkan infrastruktur yang tersedia dengan sentra-sentra produksi, objek wisata, dan pemasaran. Jalan tol harus tersambung dengan kawasan industri. Konektivitas tersebut tidak akan terwujud tanpa ada sinergi. Saya minta seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk menyepakati bersama mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota,” pesan Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengungkapkan, selama lima tahun ke depan akan dilanjutkan pembangunan 60 bendungan, 1.000 embung, 500.000 hektare jaringan irigasi baru, 2.500 km jalan tol, 60.000 km jalan baru, kelanjutan Program Satu Juta Rumah. “Kita juga akan meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum layak menjadi 90 persen serta akses sanitasi dan persampahan menjadi 80 persen. Selain itu, kita akan mewujudkan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur dengan konsep smart metropolis,” ujar Presiden.

Selain itu, menurut Presiden, akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur lima destinasi wisata prioritas yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020 yakni Kawasan Danau Toba di Sumatera Utara, Kawasan Borobudur di Jawa Tengah, Kawasan Mandalika di NTB, Kawasan Labuan Bajo di NTT, dan Kawasan Manado-Likupang di Sulawesi Utara.

Inovasi Teknologi

Terkait inovasi, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan akan terus mendorong generasi muda PUPR untuk selalu berinovasi di bidang pembangunan infrastruktur. “Kami para pimpinan bertugas menyiapkan karakter generasi penerus kami agar Kementerian PUPR terus menjadi organisasi yang kredibel. Untuk itu saya ingin sering mengadakan dialog dengan generasi muda dengan menampilkan sosok yang kreatif dan inovatif seperti talkshow kemarin bersama Staf Khusus Presiden termuda, Putri Tanjung,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Presiden juga menyoroti pentingnya peningkatan inovasi di bidang teknologi dan pembiayaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur. suh/E-12

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment