Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments
Layanan Keuangan

Tingkat Penetrasi Inudstri Asuransi Masih Lemah

Tingkat Penetrasi Inudstri Asuransi Masih Lemah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

 

Bandung – Tingkat penetrasi industri asuransi saat ini masih sangat rendah. Untuk itu, kegiatan literasi asuransi, baik oleh pelaku maupun otoritas pembuat kebijakan perlu terus ditingkatkan ke depan.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DADAI) Dadang Sukresna mengungkapkan, hingga saat ini, jumlah penduduk Indonesia yang memiliki asuransi baru mencapai 1,7 persen dari total populasi sekitar 265 juta jiwa.

“Pencapaian asuransi di kita baru mencapai 1,7 persen dari total jumlah penduduk. Ini masih kecil memang, tapi jika kami tidak melaksanakan kegiatan literasi ini maka penetrasi asuransi akan sulit meningkat,”

kata Dadang Sukresna di sela-sela puncak Peringatan Hari Asuransi Tahun 2018 di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (18/11).

D adang mengatakan jumlah penduduk yang sangat besar ini, merupakan peluang, khususnya bagi industri asuransi di Indonesia untuk dapat mengedukasi dan menjelaskan pentingnya asuransi sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat.

Sehingga masyarakat sadar pentingnya asuransi untuk memproteksi dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, sakit dan musibah lain yang mungkin datang, baik kepada diri sendiri, keluarga dan harta benda.

Menurut dia, saat ini kemajuan teknologi digital mempengaruhi perilaku masyarakat, khususnya generasi milenial.

Untuk itu industri asuransi harus sigap dan siap untuk terus menerus berinovasi dalam menawarkan produk-produk dan layanan asuransi yang sesuai dan menarik bagi generasi milenial.

Pihaknya berharap adanya rangkaian kegiatan terkait Peringatan Hari Asuransi maka bisa meningkatkan literasi asuransi kepada masyarakat. “Kami berharap dengan acara ini bisa meningkatkan pencapaian asuransi di Indonesia,” kata dia.

Ketua Panitia Insurance Day 2018 Yanti Parapat menambahkan rangkaian kegiatan Insurance Day 2018 dimulai pada Oktober 2018 berakhir di Bandung, sebagai tempat berlangsungnya puncak kegiatan Insurance Day 2018.

Dia menambahkan Insurance Day 2018 bertema Mari Berasuransi membawa pesan untuk mengajak masyarakat agar lebih mengenal asuransi. Salah satu caranya dengan literasi asuransi yang konsisten dan berkelanjutan.

Edukasi Masyarakat

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi menuturkan OJK akan terus mendukung semua program Insurance Day.

“Sebab hal ini juga sejalan tugas OJK memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, di mana salah satu caranya dengan memiliki asuransi,” katanya.

Dia menambahkan kesadaran masyarakat untuk berasuransi akan menjadi pemicu dalam memahami pentingnya asuransi pada perlindungan jiwa dan harta benda. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment