Koran Jakarta | March 27 2019
No Comments
Operasi Lintas Jaya 2019

Tingkat Kepatuhan Berlalu Lintas Naik 8 Persen

Tingkat Kepatuhan Berlalu Lintas Naik 8 Persen

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA- Kepatuhan berlalu lintas warga DKI Jakarta meningkat hingga 8 persen dibandingkan dengan Operasi Lintas Jaya 2018.

“Alhamdulillah, tahun yang lalu operasi ini berjalan cukup baik tingkat kepatuhan di tahun 2018 meningkat 8 persen. Kemudian juga problem overloading itu menurun 18 persen,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat memimpil apel siaga Operasi Lintas Jaya 2019, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (11/2).

Ke depan, harapnya, operasi Lintas Jaya 2019 bisa mewujudkan Kota Jakarta yang tertib, rapi, dan ramah dalam berlalu lintas. Pihaknya menargetkan, kepatuhan berlalu lintas di Jakarta bisa meningkat hingga 20 persen tahun ini.

“Tapi, Dishub menargetkan bisa naik 20 persen. Kita harap itu bisa tercapai dan ketertiban menjadi penting karena ketertibannya mengantarkan kepada keselamatan. Kita ingin semua warga dari rumah ke tempat tujuan dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat,” kata Anies.

Di hadapan jajaran gabungan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Anies menjabarkan angka kecelakaan lalu lintas yang berjumlah 28.000–38.000 setiap tahun di Indonesia dengan mayoritas korban pengendara kendaraan bermotor roda dua. Menurutnya, mayoritas korban kemungkinan besar berada pada tingkat ekonomi menengah ke bawah.

“Karena itu, ketika kita bicara tentang keselamatan, ini bukan saja kita berbicara tentang keselamatan manusia bagi pribadi yang menggunakan kendaraan bermotor. Tapi, dampaknya bagi keluarga-keluarga yang menitipkan pilar perekonomiannya kepada saudaranya, kepada kepala keluarganya yang menjadi pencari nafkah dan mereka yang selalu paling sering menghadapi masalah akibat kecelakaan di jalan raya,” ungkapnya.

Operasi Lintas Jaya 2019 secara rutin dilakukan sebagai bentuk penerapan deklarasi The Decade of Action for Road Safety 2011–2020 yang dicetuskan PBB dan sesuai amanat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya.

Pada tahun 2019 ini, Operasi Lintas Jaya 2019 juga akan mensosialisasikan lima pilar rencana umum nasional keselamatan, yaitu manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, pengguna jalan yang berkeselamatan, dan perawatan pasca kecelakaan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko mengatakan, terdapat dua titik sasaran operasi Lintas Jaya. Namun, kedua titik sasaran itu akan ditentukan berdasarkan pantauan secara real time lewat Google Map dan Waze.

“Kita punya Unit Pengelola sistem lalu lintas, itu juga kita bisa memonitor di sana secara realtime juga memanfaatkan data-data seperti Google Map dan Waze,” kata Sigit.  pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment