TIM Disubsidi Rp48,6 Miliar per Tahun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
Pembahasan APBD l Subsidi Diperlukan Akibat Dibatalkannya Pembangunan Hote

TIM Disubsidi Rp48,6 Miliar per Tahun

TIM Disubsidi Rp48,6 Miliar per Tahun

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Subsidi akan diambil dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah.

JAKARTA – Operasional Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) diperkirakan akan memerlukan subsidi hingga 48,6 miliar rupiah per tahunnya. Menurut Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Dwi Wahyu Daryoto, subsidi itu diperlukan akibat dibatalkannya pembangunan hotel yang semula direncanakan ada di TIM.

“Dari desain awal, perhitungan Andra Matin (arsitektur TIM), harus ada subsidi rata-rata per tahun 104 miliar rupiah untuk PKJ TIM dari APBD. Kalau kita dengan desain baru yakni dengan pemanfaatan ruang adanya hotel, itu nihil subsidi. Dengan adanya putusan baru (tidak ada hotel tapi asrama seni), itu harus ada subsidi rata-rata 48,6 miliar rupiah per tahun,” ujar Dwi saat rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jumat (6/12).

Subsidi itu, menurutnya, akan diambil dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Diakuinya, putusan pembatalan hotel di TIM tidak mengubah desain dari arsitektur TIM, Andra Matin. Namun, pihaknya akan memanfaatkan ruang hotel itu untuk peruntukan asrama seni dan budaya. Awalnya, asrama seni dan budaya itu akan dibangun di bagian belakang TIM.

“Dari hitungan kami, asrama seni dan budaya itu akan ditarif 200 ribu–300 ribu rupiah per malam. Dan saya sudah nyatakan, nanti ada organisasi baru, maka kita akan kembalikan ke organisasi itu jika ada untung untuk peningkatan seni dan budaya,” katanya. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, mengatakan perubahan peruntukan hotel itu harus dibahas terlebih dahulu dengan DPRD DKI Jakarta. Menurutnya, Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta telah memutuskan bahwa pembangunan hotel di TIM telah dihentikan sesuai keputusan pengurangan Penanaman Modal Daerah (PMD) untuk PT Jakpro sebesar 400 miliar rupiah.

“Apa yang saya mengerti di Banggar bahwa pembangunan hotel itu dihentikan total sampai itu dibahas ulang. Bukan nanti dibahas lagi di perubahan. Kalaupun ada perubahan dengan pemindahan asrama di belakang ke rencana bekas hotel, itu juga harus dibahas lagi sama kita,” katanya. Diungkapkannya, senimanseniman di TIM merasa keberatan dengan adanya hotel di sana. Terlebih, katanya, hotel itu akan ditarif satu juta rupiah per malam yang akan memberatkan seniman.

Dukungan PMD Sementara itu, anggota komisi B DPRD DKI Jakarta lainnya, Nur Afni Sajim mengatakan, pembangunan hotel itu tetap diperlukan untuk membantu membiayai operasional TIM ke depannya. Dia mendorong agar PT Jakpro tetap menganggarkan pembangunan hotel itu melalui PMD. “Kalau memang ada uangnya, setujui saja.

Capek kita bicara teknis terus. Bicara konsep ke depan, ini domain komisi B. Duitnya ya dari PMD. Karena sesuai pernyataan Jakpro, kalau itu tidak dibangun, tidak mungkin karena sudah berkontrak dengan pihak ketiga. Tapi kalau pun tetap dibangun, Jakpro harus meminjam ke Bank karena tidak diberikan PMD untuk hotel,” jelasnya.

Baginya, selama Jakpro bisa mempertanggungjawabkan penggunaan PMD itu dengan baik, maka pihaknya akan menyetujui pemberian PMD untuk hotel itu. Apalagi, katanya, Jakpro telah berkotrak dengan pihak ketiga dan pembangunan revitalisasi PKJ TIM itu sudah berlangsung sejak lama. Revitalisasi PJK TIM ini menelan investasi hingga 1,8 triliun rupiah. Semua anggaran itu dibebankan kepada PMD dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada PT Jakpro.

Pada 2019, PMD untuk TIM telah diberikan sebesar 200 miliar rupiah dan pada 2020 diputuskan lagi 200 miliar rupiah. Lalu, PT Jakpro sendiri akan mengajukan PMD kembali sebesar 950 miliar rupiah pada APBD Perubahan 2020. Dan pada 2021 direncanakan mengajukan PMD sebesar 450 miliar rupiah untuk revitalisasi TIM.

Pada APBD 2020 Jakpro akan menerima PMD sebesar 2,7 triliun rupiah. Rinciannya 1,18 triliun rupiah untuk pembangunan stadion JIS, 200 miliar rupiah untuk revitalisasi TIM, 557 miliar rupiah untuk proyek LRT fase II, dan 767 miliar rupiah untuk Formula E.  pin/P-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment