Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Tim Basket Pelajar Gagal akibat Minim Persiapan

Tim Basket Pelajar Gagal akibat Minim Persiapan

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA - Pelatih tim bola basket pu­tri pelajar, Tjetjep Firmansyah, menyatakan bahwa kegagalan tim putri meraih satu pun kemenangan di kejuaraan basket pelajar Asia 2018 adalah kurangnya waktu persiapan.

Untuk menghadapi kejuaraan menda­tang, ia berharap agar pihak Kementerian Pe­muda dan Olahraga (Kemenpora) jauh-jauh hari sudah mempersiapkan pemain sebelum bertanding di kejuaraan internasional demi persiapan yang lebih matang. Kejuaraan pela­jar merupakan program kompetisi yang ber­ada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yaitu bagian pembibitan.

“Kelemahan tim kita di kejuaraan basket pelajar Asia ini adalah waktu persiapan yang singkat sehingga tidak bisa tampil maksimal,” kata Tjetjep yang memimpin tim putri di ke­juaraan basket pelajar Asia 2018 yang ber­langsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Rabu (12/9).

Menurut Tjetjep, mantan pelatih tim na­sional dan klub Aspac Jakarta itu, tim Indo­nesia hanya punya waktu sembilan hari un­tuk mengumpulkan pemain yang berasal dari berbagai daerah sebelum berlaga.

“Dengan waktu yang sangat singkat terse­but, tentu sulit untuk membentuk tim yang kompak,” kata Tjetjep dengan suara yang masih serak akibat banyak berteriak saat memberikan instruksi pada pertandingan se­belumnya.

Untuk menghadapi kejuaraan internasion­al di masa mendatang, menurut Tjetjep bisa lebih mengoptimalkan pemain yang berada di Sekolah Olahraga Ragunan atau PPLP yang tersebar di beberapa daerah.

Di kejuaraan basket pelajar Asia tersebut, tim putri Indonesia gagal meraih satu pun kemenangan dari tiga pertandingan babak penyisihan sehingga harus puas di pering­kat terakhir setelah Thailand, Hong Kong dan China. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment