Tiga Saham Bank Singapura Terkoreksi Akibat Pembatasan Rasio Dividen | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Sektor Jasa Keuangan

Tiga Saham Bank Singapura Terkoreksi Akibat Pembatasan Rasio Dividen

Tiga Saham Bank Singapura Terkoreksi Akibat Pembatasan Rasio Dividen

Foto : ROSLAN RAHMAN/AFP
PERKUAT MODAL I Suasana Gedung Monetary Authority of Singapore di Singapura, beberapa waktu lalu. Otoritas mengeluarkan aturan yang membatasi rasio pembagian deviden bank untuk memperkuat modal penyanggah.
A   A   A   Pengaturan Font

SINGAPURA - Saham tiga bank papan atas Singapura pada Kamis (30/7) jatuh setelah regulator Singa­pura, Monetary Authority of Singa­pore (MAS) mengeluarkan kebijakan yang meminta perusahaan jasa ke­uangan khususnya bank untuk mem­batasi pembagian dividen tahun ini.

Pembatasan pembagian dividen itu untuk mengantisipasi ketidakpas­tian ekonomi, terutama masih mere­baknya pandemi Covid-19.

Saham bank terbesar kedua di ne­gara itu, Oversea-Chinese Banking Corp., mengalami penurunan terbe­sar pada akhir perdagangan Kamis (30/7) dengan koreksi 3,82 persen atau lebih rendah dari hari sebelum­nya. Bank lainnya, DBS Group Hold­ings dan United Overseas Bank ma­sing-masing terkoreksi 3,09 persen dan 3,15 persen pada penutupan.

Ketiga bank tersebut menyum­bang sekitar sepertiga dari bench­mark Straits Times Index , yang turun 1,7 persen pada Kamis.

Regulator keuangan dan bank sen­tral negara itu, MAS sehari sebelum­nya mendesak bank untuk memba­tasi maksimal pembagian dividen per saham tahun ini hanya 60 persen dari total laba tahun lalu.

Selain itu, regulator juga mengata­kan pemberi pinjaman dapat mena­warkan pemegang saham opsi untuk menerima dividen dalam bentuk sa­ham tambahan, bukan dana tunai

Langkah Serupa

Pengumuman MAS menerapkan aturan rasio pembagian deviden yang ketat diikuti regulator keuangan lain­nya di seluruh dunia. Bank of Eng­land mendesak bank untuk memba­talkan pembagian dividen tahun ini, sementara pengawas keuangan Aus­tralia merekomendasikan bank dan perusahaan asuransi membayar ku­rang dari setengah dari keuntungan mereka kepada pemegang saham se­lama sisa tahun 2020.

Regulator Singapura mengatakan pembatasan dividen adalah tindakan pre-emptive. Ia menambahkan bahwa stress test menunjukkan bank-bank lokal tetap tangguh bahkan di bawah “kondisi buruk yang konsisten dengan krisis kesehatan masyarakat yang seri­us dan berkepanjangan.

Negara tersebut adalah salah satu yang paling terpukul di Asia Tenggara oleh Covid-19. Hingga Rabu, Singa­pura melaporkan lebih dari 51.500 kasus dan 27 kematian, menurut ke­menterian kesehatannya.

Ekonominya diperkirakan menyu­sut antara 4 hingga 7 persen tahun ini dan menjadi catatan resesi terburuk negara itu sejak merdeka pada 1965.

“MAS ingin memastikan modal penyanggah bank tetap cukup dalam menghadapi ketidakpastian yang sig­nifikan di depan, sehingga mereka dapat mempertahankan pinjaman kepada ekonomi,” kata Ravi Menon, Direktur pelaksana MAS.

Krishna Guha, analis ekuitas di Jef­feries, mengatakan dalam catatan Ka­mis bahwa tutup dividen cenderung membebani sentimen investor. SB/CNBC/E-9

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment