Koran Jakarta | November 23 2017
No Comments

Tes Awal untuk Pelamar Kerja

Tes Awal untuk Pelamar Kerja

Foto : KORAN JAKARTA
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, saya mendapatkan email dari perusahaan yang membuka tawaran kerja, isinya berupa instruksi-instruksi. Apakah ini juga bagian dari tes masuk ke perusahaan tersebut? Doni, Jakarta

Jawaban :

Apakah Anda pernah melihat sebuah tawaran pekerjaan dan berpikir, ”Ya tentu, Saya bisa melakukan itu”? Ini adalah salah satu alasan terbesar pengusaha untuk melakukan serangkaian tes untuk menyaring pelamar kerja yang mungkin tidak siap untuk tantangan peran ini.

“Menurut Departemen Tenaga Kerja, setiap penilaian yang digunakan selama proses penyaringan dan seleksi karyawan adalah ujian. Dan setiap tes yang digunakan harus berkaitan dengan pekerjaan,” ujar Ira S Wolfe, presiden dari Success Performance Solutions dan penulis “ Perfect Labor Storm 2.0”. “

Kita bisa membaca lebih lanjut tentang bagaimana pengusaha bisa memberikan ujian yang cukup bagi pelamar yang berminat dan untuk mengetahui bagaimana Anda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi tes ini.

1. Instruksi mengikuti dan memperlihatkan kreativitas

Direktur produksi multi media dari The Security Awareness Company, Ashley Schwartau yang bertanggung jawab untuk bisa menemukan asisten produksi baru pada awal tahun tersebut. Dalam rangka menemukan orang yang cocok untuk tim mereka, jalan pertama yang ditempuhnya adalah melalui email.

“Ketika kami posting di iklan kami, ada lima persyaratan bagi mereka untuk mengirimkan kepada kami ketika mereka menjawab,” ujar Schwartau.” Siapa pun yang tidak mengikuti petunjuk kami maka kami tidak akan melihat lebih lanjut karena itu adalah keterampilan yang cukup mendasar. Tetapi kemudian ada beberapa persyaratan yang lebih 'menyenangkan’, kami melihat berapa banyak pikiran dan kreativitas para pelamar yang diperlihatkan dalam respons mereka. Beberapa dari mereka sangat keratif, kami menempatkan mereka ‘kemungkinan stack.”

2. Membuktikan pengalaman melalui contoh

Selanjutnya, Schwartau akan mengukur riwayat pekerjaan pelamar dengan melihat halaman portofolio online merkea.” Banyak hal dalam portofolio adalah potongan kecil dari sekolah mereka. Dimana mereka mempunyai banyak waktu untuk menyeleasikan tugas dan diberi instruksi khusus. Hal ini yang dapat memberitahu kepada Anda bagaimana literal seseorang mengikuti aturan yang diberikan kepada mereka, bagaimana mereka berpikir ketika diberi parameter tertentu, dll”.

Namun, Tim Schwartau’s juga mengharapkan calon untuk bisa menampilkan kreativitas melalui ide mereka sendiri dan bekerja, dan belum tentu apa yang ditugaskan kepada mereka. “Sangat penting untuk mencari karya lain seperti proyek pribadi, atau hal yang telah mereka lakukan sendiri hanya untuk belajar sesuatu. Banyak pelamar tidak mempunyai hal tersebut dan ketika kami berbicara kepada merea di telepon atau secara langsung menjadi jelas bahwa mereka tidak mempunyai komunikasi kreatif. Mereka tidak akan pergi keluar dan belajar bagaimana melakukan hal tanpa diberitahu atau diminta. Jadi mareka tidak akan bagi bagi tim kami.”

3. Menjelaskan proses dan memenuhi tuntutan pekerjaan

Mempunyai produk akhir yang disukai oleh pengusaha mungkin tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan jika Anda tidak bisa juga bekerja dengan tuntutan alur kerja merea. Menunjukkan semangat untuk pekerjaan Anda dan mampu menyelesaikannya dalam tuntutan sebuah peran adalah sangat penting. Schwartau mengatakan,” Dapatkan mereka untuk bisa memperlihatkan apa yang bisa membuat mereka menjadi bangga dari Anda dan mencari tahu mengapa. Anda dapat mengetahui berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu dan apa yang mereka lakukan untuk bisa melakukannya.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment