Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments

Tempe, Antara Cemilan dan Lauk Pauk

Tempe, Antara Cemilan dan Lauk Pauk

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Tempe dapat disajikan dalam banyak rupa, mulai dari lauk pauk hingga cemilan.

Tempe menjadi salah satu varian kuliner yang sangat populer. Baik diolah men­jadi kripik yang gurih atau digoreng menjadi tempe mendoan yang lezat, tempe tak pernah kurang penggemar. Bahan pangan produk fermentasi asli Indonesia ini dapat disajikan dalam banyak rupa, mulai dari lauk pauk hingga cemilan. Su­dah pasti lezat dan kaya gizi.

Tempe sudah menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat di Pulau Jawa sejak lampau. Keber­adaan tempe sudah menjadi salah satu komuditas pangan penting di Indonesia.

Bahkan, pada 10 tahun terakhir, beragam peristiwa penting yang mengangkat topik seputar tempe banyak di gelar. Mulai dari sekala nasional hingga konfrensi inter­nasional tentang tempe di Yogyakar­ta pada tahun yang sama.

Di lihat dari prosesnya, secara umum tempe merupakan pangan hasil poly or mixed microbial femen­tation. Proses pembuatnya cukup panjang namun cukup sederhana.

Mulai dari pencucian kedelai se­bagai bahan bakunya, perendaman, pengukusan hingga proses peragian hingga menjadi tempe yang siap diolah menjadi beragam menu makanan.

Meski telah akrab dengan lidah Indonesia sejak lama, namun tidak ada yang tau pasti sejak kapan ma­syarakat nusantara saat itu mulai mengkonsumsi tempe. Namun da­lam Serat Centhini yang diterbitkan pada 1814, kata “Tempe” sudah di tulis secara jelas dan muncul karya tersebut.

Dalam Serat Cen­thini, kata tempe, atau hasil olahannya ini se­tidaknya di tulis langsung dalam tiga jilid yakni 2, 3, dan 12. Ketiga jilid ini me­nyinggung nama lain dari tempe yakni sambal lethok.

Makan­an ini menjadi salah satu hidangan jamuan kesultanan kecil di Bayat atau Tembayat. Daerah tersebut saat ini berada di kawasan Klaten, Surakarta.

Di Indonesia tempe merupakan komponen makanan yang rutin di sajikan pada berbagai menu masak­an indonesia, terutama di Jawa dan Bali. Konsumsi masyarakat Indo­nesia terhadap tempe juga cukup tinggi. Hanya berselisih dengan pro­duk kedelai lainnya yakni tahu.

Dari data konsumsi ru­mah tangga Susenas 2011, konsumsi tempe pendu­duk Indonesia rata-rata adalah 19,1 gram per hari atau sekitar 7 kg pertahunnya. Tempe dikonsumsi dalam berbagam olahan. Mulai dari di goreng, di rebus, di bakar hinggga di panggang. Sebagai menu utama untuk lauk pauk ataupun menjadi cemilan.

Pada dasarnya, bahan dasar dari tempe adalah kedelai yang di proses. Namun di beberapa daerah, bahan dasar tempe ada yang dimodifikasi hingga menjadi varian tempe ter­sendiri. Alhasil variasi juga menjadi beragam dan kerap bergantung dari bahan yang digunakan.

Misalnya saja tempe koro, tempe bongkrek, tempe benguk dan lain sebagainya. Tempe bongkrek mi­salnya, yang terbuat dari substrat ampas kelapa yakni hasil sampingan produksi santan atau bungkil kelapa.

Mudah dan Murah

Pengolahan tempe sangat be­ragam. Tempe bisa diolah dengan beragam cara misalnya seperti di goreng, di rebus, dikukus atau di panggang hingga diolah menjadi berbagai jenis masakan lainnya. Bahkan makanan yang moderen se­kalipun seperti burger tempe.

Dengan kandungan gizi dalam tempe, jenis bahan pangan ini bisa menjadi bahan pangan masa depan. Yakni mudah di olah, murah serta dapat di konsumsi dalam jumlah yang banyak.

Sebagai sumber protein nabati yang tinggi, tempe juga menjadi pa­ngan masa depan khususnya untuk para vegetarian. Tempe merupakan sumber dari berbagai zat gizi penting.

Proses fermentasi yang ber­langsung dalam pro­ses pem­buatanya membuat asam amino, asam lemak dan isoflavon dalam tempe me­ningkat jauh lebih tinggi dibandingkan kedelai. Dengan kandungan tersebut, tempe sangat berpotensi untuk digunakan dalam diet sebagai sumber pangan bergizi.

Kandungan mikrobiom baik hi­dup maupun yang telah mati serta kandungan karbohidrat dalam tempe membuat jenis pangan ini dapat berfungsi sebagai prebioktik probiotik. Komponen dalam tempe ini sangat terkait dengan kesehatan tubuh manusia dan berkaitan de­ngan sistem imunitas tubuh. nik/berbagai sumber/E-6

Jamur Putih Tanda Olahan Masih Segar

Tak hanya identik sebagai makanan masyarakat Jawa, tempe telah menjadi bagi­an dari sajian dapur rumah tangga di Indonesia. Selain mengandung protein nabati, tempe juga mengan­dung beberapa asam amino yang di butuhkan tubuh.

Sebagai bahan pangan, tempe di katakan baik dan murni jika hanya menggunakan kedelai sebagai ba­han bakunya. Artinya tidak meng­gunakan bahan campuran bahan lainnya.

Proses pembuatannya pun harus benar-benar bersih dan higienis mu­lai dari pencucian kedelai, peren­daman, pengukusan dan peragian. Jika tidak, ragi akan tidak maksimal dan tempe yang dihasilkanpun ku­rang baik.

Enak dan Kaya Gizi Kedelai Fermentasi

Lantas bagaimana memilih tem­pe yang bagus dan segar? Umumnya tempe yang masih baru dan segar akan terasa padat saat di tekan. Permukaan tempe juga diselimuti oleh jamur yang putih bersih. Jika jamur pada permukaan tempe mulai menghitam artinya tempe sudah tidak segar lagi.

Tempe yang sudah tidak segar memang bisa diolah menjadi be­berapa menu sajian seperti sambal tumpang atau menjadi tambahan untuk tumis kangkung jika suka. Namun jika tempe sudah mulai berlendir serta kehitaman dengan aroma bau yang menyengat, sebaik­nya tempe sudah tidak perlu diolah lagi.

Sementara itu, jika ingin me­nyimpan tempe dalam lemari es, ada baiknya dengan membungkus tempe rapat-rapat untuk menjaga kesegaran tempe. Ada baiknya un­tuk tidak menyimpan tempe lebih dari tiga hari dalam lemari es. nik/E-6

Tempe Panggang

Gambar terkait

Bahan :

- 600 gram tempe. Potong sesuai selera

- 2 sendok makan minyak untuk menumis

- 2 lembar daun salam

- 2 lembar daun jeruk

- 50 ml santan kental

Bumbu yang dihaluskan :

- 5 buah cabai merah

- 5 butir kemiri

- 2 siung bawang putih iris

- 1 sendok teh ketumbar

- 1/4 sendok teh jintan

- 1 cm lengkuas

- 1 batang serai, iris

Cara membuat :

  1. Tumis bumbu halus, daun salam dan daun jeruk hingga harum. Tuang santan kental dan masak hingga matang dan bumbu mengental menjadi santan berbumbu.
  2. Lumuri tempe dengan santan berbumbu hingga rata. Biarkan sebentar hingga bumbu mere­sap ke dalam tempe.
  3. Panggang tempe yang sudah di lumuri bumbu ini dengan dalam oven selama 20 menit hingga matang dan tempe berwarna kecoklatan.
  4. Angkat dan sajikan tempe panggang dengan nasi putih hangat.

Tempe Kukus

Bahan :

- 300 gram tempe. Kukus dan haluskan tempe

- 2 kuning telur

- 3 sendok makan tepung roti

- 3 sdm kaldu bubuk

Bumbu :

- 3 butir kemiri

- 1 sendok teh ketumbar

- 1 sendok teh garam

- 2 siung bawang putih

- 3 buah bawang merah

Cara membuat :

  1. Campur tempe yang sudah di­haluskan, kuning telur, tepung roti, kaldu bubuk dan bumbu halus dalam satu wadah. Aduk rata hingga semua bumbu dan bahan-bahan tercampur rata.
  2. Tuang adonan tempe tersebut ke dalam cetakan bulat kecil yang telah diolesi terlebih dulu dengan margarin atau dengan minyak.
  3. Panggang dalam oven selama 20 menit hingga tempe ma­tang. Angkat
  4. Keluarkan tempe dari cetakan dan sajikan hangat bersama dengan nasi putih sebagaik lauk atau dengan saus sambal sebagai cemilan. nik/E-6
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment