Koran Jakarta | March 24 2019
No Comments
SAINSTEK

Teknologi Serat OLED untuk Pakaian Rajutan

Teknologi Serat OLED untuk Pakaian Rajutan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Para ilmuwan dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) berhasil mengembangkan dioda pemancar cahaya organik atau organic light-emitting diodes (OLEDs) yang sangat efisien pada serat ultra-tipis. Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau diode cahaya organik adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik.

OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Adalah Profesor Kyung Cheol Choi dan timnya yang mengembangkan teknologi OLEDs baru ini. Choi dan Tim berharap teknologi yang mereka kembangkan ini mampu menghasilkan OLED dengan efisiensi tinggi dan tahan lama serta dapat digunakan secara luas.

OLED berbasis serat ini juga dapat atau mampu ditenun menjadi pakaian rajutan. Keberadaan wearable OLED berbasis fiber yang ada menunjukkan kinerja yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang dibuat pada substrat planar. Performa rendah ini menyebabkan sejumlah keterbatasan dalam aplikasinya.

Untuk mengatasi masalah ini, tim merancang struktur OLED yang kompatibel untuk serat dan menggunakan metode dip-coating dalam struktur serat tiga dimensi.Melalui metode ini, tim berhasil mengembangkan OLED efisien yang dirancang untuk bertahan seumur hidup dan masih setara dengan yang ada pada substrat planar.

Tim mengidentifikasi bahwa proses solusi planar OLED dapat diterapkan pada serat tanpa pengurangan kinerja melalui teknologi. Serat OLEDs ini menunjukkan luminansi dan nilai efisiensi saat ini lebih dari 10.000 cd / m ^ 2 (candela / meter persegi) dan 11 cd / A (candela / ampere).

Tim juga memverifikasi bahwa serat OLEDs menahan regangan tarik hingga 4,3 persen sementara mempertahankan lebih dari 90 persen dari efisiensi saat ini. Selain itu, OLED ini dapat ditenun menjadi tekstil dan pakaian rajutan tanpa menimbulkan masalah.

Selain itu, teknologi ini memungkinkan untuk membuat OLED pada serat dengan diameter mulai dari 300 nano hingga 90 nano atau lebih tipis dari rambut manusia, yang membuktikan skalabilitas skema fabrikasi yang diusulkan. Memperhatikan bahwa setiap proses dilakukan pada suhu rendah (~ 105), serat yang rentan terhadap suhu tinggi juga dapat menggunakan skema fabrikasi ini.

Profesor Choi mengatakan, “Display wear berbahan dasar fiber yang ada memiliki keterbatasan untuk penerapan karena kinerjanya yang rendah. Namun, teknologi ini dapat membuat OLED dengan kinerja tinggi pada serat. Proses sederhana dan berbiaya rendah ini membuka jalan untuk teknologi baru ini di komersilkan,” kata Choi. Penelitian ini sendiri diterbitkan dalam jurnal internasional untuk nanoscience, Nano Letters. 

 

nik/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment