Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments

Teknologi Finansial Perluas Layanan

Teknologi Finansial Perluas Layanan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Teknologi finansial menjadi salah satu layanan keuangan digital yang cepat. Pelaku di bisnis ini terus memperluas layanan untuk meningkatkan pendapatan.

Pemain pada teknologi finansial (tekfin) saat ini telah mencapai 73 buah. Dari jumlah itu, dua diantaranya berbasis syariah. Hingga Sepetember 2018, menurut Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK), total nilai pembiayaan yang telah disalurkan tekfin peer to peer (P2P) lending mencapai 13,83 triliun.

Salah satu tekfin yang terdaftar di OJK adalah Kredit Pintar. Ada beragam layanan keuangan yang ditawarkan. Penilaian dalam aplikasi ini dilakukan sepenuhnya oleh teknologi AI (kecerdasan buatan), yang memungkinkan pengajuan bisa dilakukan kapanpun dan masih bisa diandalkan kecepatannya.

Untuk investasi, pendanaan lama periode pendanaannya pun beragam, yaitu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan, dengan dana minimal yang ditanamkan sebesar 500 ribu rupiah. investor akan mendapatkan dana 10 persen hingga 18 persen.

Kini untuk memperluas pasar, Fintek ini meluncurkan perangkat iOS menyusul aplikasi untuk perangkat Android pada Desember lalu. “Kami mengembangkan inovasi teknologi di perangkat iOS agar masyarakat penggunaperangkat dari Apple dapat mengakses pilihan investasi secara mudah, cepat, dan fleksibel,” ujar Wakil Presiden Kredit Pintar, Boan Sianipar. Pengembangan layanan tersbut dilakukan karena teknologi terus mengalami pertumbuhan pesat.

Selain itu, pendanaan ini pun sejalan dengan dukungan terhadap misi OJK dalam mendorong tingkat inklusi dan literasi keuangan sebesar 75 persen di tahun ini. Dengan adanya dua aplikasi dengan sistem operasi berbeda, Kredit Pintar ingin turut menjadi pendorong dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia sekaligus pertumbuhan ekonomidigital di Indonesia.

Adannya layanan pendanaan ini, diharapkan dapat memberikan jalan bagi investor, bahwa peer-to-peer lending bukan hanya sebagai penyedia jasa pinjaman, namun juga dapat dijadikan sebagai jasa penempatan dana alternatif. Bonar mengatakan, pihaknya terus mengembangkan produknya untuk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pengembangan produk, akan membantu akses pengkreditan ke seluruh pasar Indonesia.

Targetnya terutama pada pasar yang belum sepenuhnya tergarap oleh sektor keuangan formal sekaligus agar semua orang dapat berperan dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Layanan ini telah menjangkau hampir semua wilayah baik dari Aceh sampai Merauke. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment