Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments

Teknologi Digital di Bisnis Percetakan

Teknologi Digital di Bisnis Percetakan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Online printing menjadi solusi bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan cetak terdekat, berkualitas tanpa antri. Bagi bisnis cetak, online printing menjadi solusi mendapat banyak pelanggan.

Teknologi digital bisa menjadi teman dalam industri percetakan online. Laporan Zipcon Consulting menyebutkan rasio volume online printing di Asia Pasifik tumbuh dari 8 persen pada 2014 akan menjadi 32 persen pada 2020.

Di Indonesia sendiri, menurut survei International Data Corporation (IDC), kepada penyedia jasa cetak, menyatakan 45 persen mobile printing akan menjadi fitur unggulan layanan mereka dalam menjawab kebutuhan masa depan. Sementara menurut laporan Association for Print Technologies 2018, nilai online printing di seluruh dunia akan tumbuh hingga mencapai 30,5 miliar dolar AS pada 2023. Kenaikan nilai ini didorong oleh perubahan perilaku pengguna jasa percetakan dari offline ke online.

Salah satu perintis bisnis online printing di Indonesi adalah PrinterQoe, dibawah PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI). PrinterQoe diharapkan menjadi solusi bagi pelanggan dalam mendapatkan layanan cetak dokumen, secaraonline yang bebas antri, dengan hasil berkualitas. “Kesulitan saat pelanggan mencetak dokumen adalah susahnya mencari penyedia jasa cetak terdekat, antrian yang panjang, dan hasil cetak yang tidak sesuai harapan,” ujar, Head of PrinterQoe Fanda Vionita di Jakarta.

Melalui aplikasi Printer- Qoe, yang tersedia di Play Store dan Apps Store, diharapkan pelanggan cetak dapat menemukan jasa percetakan berkualitas di dekat kantor atau rumah mereka. Pelanggan bisa mengirimkan file ke jasa percetakan yang dipilih, sehingga tidak perlu membuang waktu.

Cara mengakses PrinterQoe cukup mudah, setelah mengunduh di kedua toko aplikasi tersebut, pengguna bisa memilih lokasi merchant terdekat, dan memilih jenis printer yang tersedia untuk mencetak dokumen. Untuk mendapatkan merchant dengan layanan dan hasil terbaik bisa dilihat dari testimoni pelanggannya.

Selanjutnya pelanggan mengunggah dokumen yang perlu dicetak dengan menyebutkan keterangan atau detail pesanan. Pengguna aplikasi dapat melakukan pembayaran yang dipatok antara 500-1000 rupiah per halaman, bisa mengambil setelah pesanan telah dicetak.

“Kami sedang mengembangkan agar dokumen bisa diantar ke rumah lewat jasa kurir Courier Qoedan Spot Qoe,” ujar Fanda. Peluang Usaha PrinterQoe menjadi peluang baru usaha cetak dokumen dan fotokopi, karena setelah dokumen dicetak biasanya juga difotokopi.

Saat ini telah bergabung sebanyak 300 merchant di Jabodetabek, dengan mesin printer sebanyak 1.500 buah, dana akan menambah kerjasama dengan para penyedia bisnis fotokopi di luar tersebut. Strategic Business Planning AXI dan PrintQoe Adi Vidyanto, menuturkan perusahaannya memberikan peluang bagi penyedia bisnis cetak dan fotokopi dalam mendapatkan peluang bisnis cetak baru. Keuntungan bagi bergabung menjadi merchant PrinterQoe adalah gratis biaya pendaftaraan maupun biaya tambahan lainnya. Merchant mendapat pembayaran langsung dari pelanggan, dan PrinterQoe akan mengenakan fee dalam jumlah tertentu.

Aplikasi berbasis Printer- Qoe memberikan kesempatan kepada Merchat menjangkau banyak banyak pelanggan. Melalui aplikasi berbasis cloud, mereka dapat dengan mudah memantau transaksi yang terjadi lewat PrinterQoe, baik melalui web atau perangkat mobile. “Adanya PrintQoe memudahkan mereka untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih dapat diandalakan. Online printing bisa dikatakan sebagai salah satu cara untuk mempertahankan bisnis percetakan di era digital saat ini,” ujar Adi. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment