Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments

Teknik Memperkuat Struktur Bangunan

Teknik Memperkuat Struktur Bangunan

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Diperlukan teknik renovasi bangunan yang lebih detil untuk memperkuat lagi struktur bangunan.

Ada beberapa teknik untuk mengatasi indikasi konstruksi bangunan yang rusak atau rapuh. Antara lain solusinya adalah dengan memperkuat struktur bangunan atau merenovasi dan menambah beberapa bagian.

Kantor desainer interior Architectaria menyebutkan dalam rilisnya, ada beberapa struktur pada bangunan yang biasanya perlu diperkuat adalah dinding, lantai, masonry walls, balok silang (joist), beam dan braces.

1. Tentukan struktur yang perlu diperkuat (reinforcing).

Tentukan struktur bangunan yang butuh reinforcement, salah satunya dengan melihat ciri – ciri yang nampak. Misal jika Anda ingin memperkuat struktur dinding, Anda bisa mengidentifikasi ciri – cirinya dari tampilan dinding yang retak dan doyong. Khusus untuk fondasi atau load-bearing wall yang retak atau keropos, maka Anda perlu berkonsultasi pada teknisi struktural untuk menentukan model renovasi atau reinforcement yang pas.

2. Perkuat struktur dengan frame dari metal

Perkuat struktur bangunan dengan frame dari bahan besi atao logam. Weld cross braces atau rectangular frames yang dipasang pada openings dapat dijadikan penopang pada kolom dan balok – balok penyangga (beams) pada bangunan.

Steel cross bracing berfungsi sebagai diagonal supports yang melintang melewati bukaan, misalnya pada pintu atau jendela yang lebar, yang dimulai dari lantai bawah yang kemudian berfungsi sebagai struktur penopang yang multi-story.

Steel moment frames dipatri dan disambung bersama – sama di dalam rongga dinding, kemudian difungsikan sebagai struktur yang mendukung lantai dan balok pada langit-langit sekaligus. Cara ini bisa disebut penguatan struktur yang efektif.

3. Gunakan piers untuk memperkuat joist atau lantai

Joist atau balok silang yang sudah rapuh atau ikatannya sudah tak erat bisa diperkuat dengan menggunakan piers. Piers ini juga bisa digunakan untuk memperkuat lantai pada rumah yang memiliki basement di bawahnya. Piers adalah dua tonggak dari logam yang disambung bersamaan dengan matching holes untuk menghubungkan bolts.

Tonggak atau tiang ini terletak pada bottom plate dan memiliki top plate yang dikencangkan dengan mur dan baut di bawah top plate. Kencangkan mur dan baut di bawah top plate dengan menggunakan kunci inggris.

4. Aplikasikan teknik shockcrete

Khusus pada area yang rawan gempa atau rawan badai, biasanya sebuah rumah selalu menambahkan dinding batu (masonry walls) guna meminimalisir dampak yang diakibatkan bencana alam tersebut.

Meskipun sudah terlihat kuat, Anda masih bisa memperkuat dinding batu dengan menerapkan teknik in shockcrete, dimana reinforcing bars dipasang tegak lurus pada dinding baru, lalu kemudian dilapisi lapisan beton baru di sekelilingnya.

Teknik untuk memperkuat struktur dinding ini bisa diaplikasikan pada dinding batu yang sudah retak, atau pada dinding batu yang masih kokoh. Teknis ini juga bisa diterapkan untuk merestore dinding batu yang doyong atau keropos. yun/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment