Koran Jakarta | October 19 2017
No Comments
Kemerdekaan Katalonia

Tekanan Makin Kuat Jelang Deklarasi

Tekanan Makin Kuat Jelang Deklarasi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

KATALONIA — Menjelang pidato Presiden Regional Katalonia, Carles Puigdemont, para pemimpin wilayah tersebut menghadapi tekanan domestik dan internasional yang kian meningkat agar membatalkan rencana untuk menyatakan kemerdekaannya dari Spanyol.

Presiden Regional Katalonia, Carles Puigdemont, berencana mengumumkan kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol pada Selasa (10/10) malam waktu setempat. Puigdemont dijadwalkan berbicara di hadapan anggota parlemen Katalonia. Pidatonya akan dimulai pada pukul 18.00 waktu setempat.

Belum jelas apakah dia benarbenar akan mendeklarasikan kemerdekaan Katalonia atau hanya membuat sebuah pernyataan. Puigdemont, 54 tahun, adalah mantan wartawan. Dia telah menggelar sebuah rapat kabinet pada Selasa pagi (10/10) untuk memutuskan bagaimana memublikasikan kemerdekaan Katalonia, yang telah mengaduk-aduk emosi kekuasaan di kawasan dan meningkatkan kekhawatiran di negara-negara Eropa.

Spanyol khawatir parlemen Katalonia akan memutuskan untuk menyatakan kemerdekaan secara sepihak. Puigdemont pun belum mengungkapkan pesan apa yang akan disampaikannya di parlemen. Para pemimpin politik dari dalam maupun luar negeri terus mendesak para pemimpin Katalonia agar membatalkan rencana mereka untuk meredakan ketegangan di negara itu.

Wali Kota Barcelona, Ada Colau, adalah tokoh yang terakhir berbicara menentang Deklarasi Kemerdekaan, dengan mengatakan hal itu akan membahayakan “kohesi sosial”. “Saya menyerukan agar semua pihak meredakan ketegangan dalam upaya menyelesaikan krisis kelembagaan paling parah sejak demokrasi ditegakkan kembali di Spanyol,” tegas Colau.

Pemimpin Partai Oposisi Utama Spanyol, Pedro Sanchez, juga menyerukan agar para pemimpin Katalonia membatalkan rencana menyatakan kemerdekaan. Ia mengatakan, “Tidak ada tempat di negara yang diatur undang-undang bagi pernyataan kemerdekaan sepihak.

” Negara-negara Uni Eropa juga khawatir akan terjadinya perpecahan dan mengancam demokrasi di Benua Biru itu. Komisi Eropa berulang kali menyerukan dialog untuk mengakhiri krisis konstitusi di Katalonia. 

 

Rtr/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment