Teheran Kecam Dukungan AS | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Unjuk Rasa di Iran | FARS: Lebih Dari Seribu Orang Ditangkap dalam Aksi Demo di Iran

Teheran Kecam Dukungan AS

Teheran Kecam Dukungan AS

Foto : AFP
DEMO DI TEHERAN | Sejumlah demonstran membakar sebuah kendaraan saat terjadi aksi unjuk rasa di Teheran pada Sabtu (16/11) lalu. Aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu dipicu oleh langkah pemerintah Iran untuk menaikkan harga BBM pada Jumat (15/11) pekan lalu.
A   A   A   Pengaturan Font
Situasi politik di Iran memanas setelah pada akhir pekan lalu Teheran menaikkan harga BBM. Aksi unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan pun dilaporkan terjadi di beberapa kota di Iran.

 

TEHERAN – Pemerintah Iran mengecam Amerika Seri­kat (AS) yang dinilai memberi dukungan bagi para perusuh dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Minggu (17/11) malam. Kecaman itu disam­paikan lewat Kementerian Lu­ar Negeri Iran yang isinya me­nentang pernyataan dukungan dari Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, terhadap seke­lompok perusuh di bebera­pa kota di Iran dan mengecam keras dukungan dan kata-kata yang mengintervensi itu.

“Dukungan AS terhadap pa­ra demonstran tidak berasal dari simpati yang tulus,” demi­kian ucap Abbas Mousavi, juru bicara Kementerian Luar Ne­geri Iran. “Setiap orang di Iran tahu betul bahwa pernyataan munafik seperti itu tidak ber­asal dari simpati yang tulus,” imbuh dia.

Pernyataan dukungan di­sampaikan Menlu Pompeo da­lam sebuah cuitan di media so­sial pada Sabtu (16/11), dima­na Menlu AS itu menuliskan bahwa “Amerika Serikat bersa­mamu”.

Aksi unjuk rasa di Iran te­lah berlangsung sejak Jumat (15/11) pekan lalu menyusul dinaikkannya harga bahan ba­kar. Meski harga bahan bakar di Iran masih merupakan yang terendah di dunia, kenaikan sebesar 50 persen harga BBM ini dinilai sangat membebani setelah sebelumnya perekono­mian Iran dilanda inflasi, rese­si, dan sanksi AS.

Langkah pemerintah Iran untuk menaikkan harga BBM didukung oleh Presiden Has­san Rouhani dengan alasan ke­naikkan harga itu bisa dialo­kasikan untuk membayar ke­sejahteraan 60 juta warga Iran. Dalam pernyataannya, Presi­den Rouhani juga mengatakan bahwa ia tak akan membiarkan kerusuhan ini. “Protes adalah hak setiap orang, namun pro­tes berbeda dari kerusuhan. Ki­ta tak akan membiarkan keru­suhan itu berlanjut dalam ma­syarakat kita,” tegas Presiden Rouhani.

Dukungan pun disampai­kan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dalam pi­datonya di televisi Iran pada Minggu lalu, Khamenei men­dukung langkah pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar ini walau ada perbedaan pendapat terkait hal ini.

Dalam pernyataannya, Khamenei pun mengecam pa­ra perusuh karena telah meru­sak sejumlah properti sehingga membuat semua negara yang jadi musuh Iran senang atas terjadinya kerusuhan tersebut.

Dalam aksi unjuk rasa itu para demonstran telah mem­blokade jalanan, memba­kar bank-bank dan menjarah toko-toko. Aksi protes yang ter­jadi secara nasional itu pun te­lah menelan dua korban jiwa. Kantor berita Fars melapor­kan bahwa ada lebih dari 1.000 orang ditangkap.

Relatif Tenang

Terkait perkembangan terki­ni dari situasi aksi unjuk rasa di Teheran, pemerintah Iran pa­da Senin (18/11) menyatakan bahwa situasinya sudah relatif lebih tenang walaupun di sana-sini masih terjadi kerusuhan. Sejumlah pemuda yang meng­genakan topeng masih terlihat di jalanan dimana sejumlah bangunan di kiri-kanannya te­lah dilalap api.

“Situasinya sudah relatif le­bih tenang pada Senin ini,” ka­ta juru bicara pemerintah Ira, Ali Rabiei.

Sementara itu komandan milisi Basij, Brigjen Gholamre­za Soleimani menuding bahwa musuh bebuyutan Iran yaitu AS telah memicu kerusuhan itu. “Namun rencana AS telah digagalkan,” kata Soleimani se­perti dikutip dari kantor berita ISNA.

Perekonomian Iran meng­alami guncangan sejak Mei ta­hun lalu saat AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan mulai mem­berlakukan lagi sanksi terha­dap Iran. SB/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment