Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments
Transportasi Massal

Tarif Bus Transpatriot Rp4.000 Dinilai Mahal

Tarif Bus Transpatriot Rp4.000 Dinilai Mahal

Foto : ANTARA/Risky Andrianto
Belum Beroperasi | Warga melintas di samping deretan bus Transpatriot yang terparkir, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/1). Penambahan armada bus Transpatriot sebanyak 20 bus dan satu bus sekolah bantuan dari Kementerian Perhubungan tersebut belum bisa beroperasi karena terkendala biaya operasional.
A   A   A   Pengaturan Font

BEKASI – Penumpang Bus Transpatriot di Kota Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan pemberlakuan perdana tarif sebesar 4.000 rupiah per penumpang. Mereka menganggap tarif 4.000 terlalu mahal, dibandingkan bus Transjakarta hanya 3.500 rupiah.

“Kalau dibandingkan dengan tarif Transjakarta yang sekali naik 3.500 rupiah per penumpang dan bisa keliling di wilayah Jakarta sepuasnya, tarif Transpatriot ini relatif mahal,” kata Warsono, 35 tahun, di Terminal Induk Kota Bekasi.

Menurut dia, penetapan tarif sebesar 4.000 rupiah per penumpang yang mulai berlaku hari ini untuk trayek Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah cukup mengejutkan dirinya karena belum ada sosialisasi terlebih dahulu kepada penumpang.

“Selama sebulan terakhir ini saya memang rutin naik Transpatriot ke tempat kerja sesuai dengan trayeknya. Selama ini saya naik gratis, dan tiba-tiba hari ini sudah ada pemberlakuan tarif 4.000 rupiah,” katanya.

Menurut warga Kecamatan Rawalumbu yang bekerja di perusahaan swasta Harapan Indah, Kecamatan Medansatria, operasional sebanyak sembilan unit Transpatriot saat ini belum terintegrasi dengan halte trayek lain, sehingga besaran tarif yang ditetapkan relatif mahal.

Berbeda dengan Transjakarta yang sudah terintegrasi dengan seluruh trayeknya di Jakarta, namun dengan penetapan tarif yang relatif lebih murah.

Penumpang lainnya, Yusni Naira, 32 tahun, mengaku tidak mempersoalkan besaran tarif yang saat ini berlaku karena yang terpenting untuk pekerja swasta di kawasan Bekasi Barat itu adalah kenyamanan angkutan umum dan ketepatan waktu operasional. “Kalau cuma selisih 500 rupiah dari Transjakarta, menurut saya tidak masalah, karena bus Transpatriot ini nyaman juga ada AC-nya dan tidak terlalu berhimpitan saat perjalanan,” katanya.

Menyikapi situasi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan tanggapan beragam penumpang Transpatriot terkait tarif merupakan situasi yang wajar. “Kalau dianggap mahal, saya kira tidak juga. Sebab kalau diukur dari kemampuan APBD Kota Bekasi yang hanya 6,3 triliun rupiah tahun ini dengan DKI Jakarta yang sampai puluhan triliun rupiah sangat timpang sekali,” kata Yayan.

Pertimbangan pihaknya memberlakukan tarif 4.000 rupiah per penumpang disesuaikan dengan subsidi sesuai kemampuan APBD Kota Bekasi sebesar 3.000 rupiah per penumpang.  Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment