Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Prospek Perekonomian

Target Pertumbuhan Ekonomi 2019 Diprediksi Meleset

Target Pertumbuhan Ekonomi 2019 Diprediksi Meleset

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini di­perkirakan di bawah target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nega­ra (APBN). Tim Ekonomi Bank Mandiri memproyeksikan per­tumbuhan ekonomi pada 2019 dapat mencapai kisaran 5,22 persen atau sedikit di bawah asumsi pemerintah 5,3 persen.

Kepala Ekonom Bank Man­diri Andry Asmoro dalam pe­maparan di Jakarta, Rabu (15/5), mengatakan perekonomian Indonesia akan didukung oleh beberapa faktor musiman yang dapat membantu pertumbuhan per triwulanan. Faktor musiman tersebut antara lain bergesernya musim panen dari Maret ke Ap­ril, perayaan Ramadan dan Idul Fitri, masa libur sekolah dan ta­hun ajaran baru serta pemberi­an THR serta gaji ke-13 bagi PNS.

Selain itu, kinerja ekonomi ikut terbantu oleh masuknya aliran modal masuk yang akan mendorong tumbuhnya in­vestasi serta membaiknya real­isasi belanja pemerintah pada dua triwulan terakhir 2019.

“Kami melihat potensi ali­ran masuk modal asing akan kembali tumbuh pada paruh kedua tahun 2019, seiring den­gan meredanya ketidakpastian akibat tahun politik dan pen­gumuman kabinet kerja yang baru,” kata Andry.

Meski demikian, dia meng­ingatkan potensi risiko bagi proyeksi ini, karena adanya kemungkinan penurunan per­mintaan global dan mening­katnya tensi perang dagang, yang dapat mengganggu kin­erja perdagangan nasional.

“Risiko penurunan permin­taan dunia dan kembali menin­gkatnya tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok, akan menjadi faktor risiko bagi ekono­mi Indonesia untuk tumbuh leb­ih tinggi kedepannya,” ujarnya.

Konsumsi Tumbuh

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kin­erja konsumsi rumah tangga yang positif memberikan kon­tribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2019 sebesar 5,07 persen.

Dalam periode ini, kon­sumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,01 persen, atau lebih baik dari periode triwu­lan I-2017 dan I-2018 yang ma­sing-masing tumbuh sebesar 4,94 persen.

Pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh 5,21 persen karena adanya ke­naikan realisasi belanja barang dan jasa serta belanja pegawai. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment