Koran Jakarta | June 20 2019
No Comments
Rapat Paripurna

Tantangan Tahun 2019 Tidak Ringan

Tantangan Tahun 2019 Tidak Ringan

Foto : ANTARA/PUSPA PERWITASARI
BERI ARAHAN - Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia masih akan meng­hadapi tantangan yang tidak ringan, seperti gejolak eko­nomi dunia hingga tekanan-tekanan eksternal. Oleh sebab itu, Presiden minta dilaku­kannya konsolidasi antara sektor riil, dunia usaha, in­dustri dengan moneter, serta fiskal yang sudah dirancang terkonsolidasi dengan baik.

“Dengan demikian, lang­kah-langkah tegas dan kon­sisten dalam pengendalian impor bisa kita lakukan,” kata Presiden Jokowi saat mem­berikan sambutan Sidang Kabinet Paripurna: Program dan Kegiatan Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1). Hadir dalam sidang kabinet, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para Menko dan Men­teri Kabinet Kerja.

Kemudian , Presiden me­minta agar terus memacu ekspor dan meningkatkan arus modal masuk ke negara, sehingga bisa lebih baik lagi di Tahun 2019.

“Saya juga telah mendapat­kan laporan dari Menteri Keuangan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, alhamdulillah perekonomian nasional kita tumbuh positif. Kita perkirakan tumbuh seki­tar 5,15 persen,” ucap Presiden.

Inflasi juga terkendali pada tingkat yang rendah di bawah 3, 5 persen. Nilai tukar rupiah juga terus bisa dijaga. “Real­isasi APBN 2018 juga menun­jukkan kinerja yang sangat sehat dan kredibel,” jelas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung pendapatan negara sebesar 1942,3 triliun rupiah yang telah melampaui target APBN yaitu tercapai 102,5 persen dari APBN 2018.

“Belanja negara untuk mendukung target pembangunan juga sangat optimal, mencapai 99,2 persen dari APBN 2018,” tutup Presiden.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tahun 2019 ini Presiden meminta kepada jajarannya agar menjalankan apa yang su­dah ada dalam APBN 2019.

“Itu penting karena kema­rin penyerapan sudah bagus 99 persen, tapi itu juga dito­long dengan belanja tambah­an seperti Asian Games, yang kita tambahkan dan kemu­dian anggaran bencana yang kita pindahkan ke KL. Itu me­nyebabkan penyerapan lebih baik,” kata Sri Mulyani.

Menurutnya, anggaran yang ada di APBN 2019 harus segera dieksekusi dengan pro­gram yang ada di Kementerian.

“Tentu kita fokusnya jangan sampai menunggu ter­lalu lama. Karena kita juga lihat sampai 2018 itu penyerapan ya menunggu pada bu­lan Desember. Jadi, kalau bisa seawal mungkin DIPA yang sudah disiapkan,” tutup Sri. fdl/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment