Koran Jakarta | November 18 2017
No Comments
Pengelolaan Energi

Tantangan Industri Migas Kian Berat

Tantangan Industri Migas Kian Berat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Tantangan investasi sektor minyak dan gas bumi (migas) kian berat akibat penurunan harga komoditas dunia dan kendala aturan yang menyandera penanaman modal di industri hulu. Karenanya, pelaku industri migas di Indonesia mendesak pemerintah mendorong kembali gairah investasi.

Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Christina Verchere mengungkapkan industri migas saat ini terkendala sejumlah faktor, meliputi ketidakpastian hukum, aturan fiskal tak kompetitif, reformasi regulasi khususnya revisi PP 79/2010 dan keekonomian skema gross split.

Christina menambahkan biaya investasi yang diakibatkan penurunan produksi minyak serta rasio penggantian sumber migas yang rendah juga menjadi hambatan besarnya. Tak hanya itu, lanjutnya, kendala lain yang membayangi pengelolaan migas yaitu, lambatnya investasi infrastruktur gas dan rendahnya minat terhadap blok baru yang ditawarkan pemerintah.

Menurut Christina, investasi hulu migas mendesak dilakukan karena Indonesia harus bersaing secara global untuk mendapatkan investasi. “Bila Indonesia ingin menarik perhatian perusahaan-perusahaan migas yang kompetitif maka pemerintah perlu menawarkan imbal balik yang juga kompetitif,” ungkapnya saat membuka Pameran IPA ke-41 di Jakarta, Rabu (17/5).

Dijelaskannya, kontribusi industri hulu migas terhadap pendapatan negara sangat besar. Jika dikombinasikan dengan berbagai sektor pendukungnya, industri migas memiliki efek berganda yang sangat besar bagi ekonomi Indonesia.

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, investasi hulu migas terus turun. Laporan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyebutkan terjadinya penurunan sangat signifikan sepanjang 2016. Hanya dalam waktu setahun, investasi sektor migas anjlok hingga 27 persen. Pada 2016, investasinya mencapai 11,15 miliar dollar AS, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 15,34 miliar dollar AS.

Lebih Kompetitif

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan pihaknya akan mendorong perusahaan minyak agar lebih kompetitif dan efisien untuk menghadapi situasi bisnis yang sulit saat ini. Jonan mengakui masih banyak hambatan di sektor migas, termasuk dalam hal perizinan. ers/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment