Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments

Tangerang Masih Primadona Pengembang

Tangerang Masih Primadona Pengembang

Foto : Koran Jakarta/M Fachri
Direktur Utama PT Nusantara Almazia, Deddy Indrasetiawan (ketiga dari kanan), dan Komisaris Utama Almazia, Ventje Rahardjo Soedigno (tengah) memberikan sambutan saat acara Due Diligence Meeting & Public Expose IPO, di Jakarta, Selasa, (3/9). Perusahaan pengembang property ini, berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 461,54 juta saham atau setara dengan 21 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
A   A   A   Pengaturan Font

Perusahaan developer dan properti, PT Nusantara Almazia Tbk, menargetkan bisa memperoleh pendapatan berulang dari berbagi proyek yang direncanakan bakal selesai 2-5 tahun ke depan.

Direktur Utama Nusantara Almazia, Deddy Indrasetiawan, menyatakan salah satu pendapatan berulang yang akan disasar adalah fasilitas waterpark. “Proyek ini akan dibangun di atas lahan di PT Serena Inti Sejati seluas 60 hektare yang saat ini sudah dalam tahap groundbreaking,” jelasnya.

Nantinya proyek ini akan mulai beroperasi dan berkontribusi untuk recurring income pada 2021. Deddy bilang sejumlah proyek lainnya yang akan dibangun di lahan ini yang berlokasi di kabupaten Karawang adalah sekolah Al-Azhar dari SD-SMA, sarana tempat ibadah, dan puskesmas rawat inap. Hingga saat ini Nusantara Almazia masih memilki 11 hektare cadangan lahan di Karawang.

Selain itu, Deddy menyatakan Nusantara Almazia juga memiliki sejumlah proyek di Tangerang. Jumlah cadangan lahan di Tangerang saat ini seluas 15,7 ha akan dibangun proyek mixed use dengan nilai investasi 11 triliun rupiah.

Deddy menjelaskan proyek pembangunan mixed use atau hunian terpadu adalah pembangunan apartemen, pertokoan, perkantoran, hotel, sekolah, rumahsakit.

Proyek ini didukung dengan konsep transit oriented development (TOD) dengan fasilitas transportasi umum, seperti stasiun KRL Poris dan Batu Ceper, Kereta Bandara dan Terminal Bus Terpadu Poris Plawad yang melayani rute Transjakarta ke Senayan dan bus antar kota antar provinsi. Selain transportasi umum, lokasi ini juga direncanakan menjadi salah satu akses masuk tol JORR II Kunciran–Bandara.

Di lokasi yang sama, Nusantara Almazia juga membangun proyek Apartement Poris 88 Tower A seluas kurang lebih 5.500 meter persegi. Dari 372 unit yang tersedia sampai saat ini sudah hampir semua terjual.

Nusantara Almazia juga telah mengantongi izin untuk membangun Tower kedua. Nah, pada proyek ini Nusantara Almazia berencana untuk memberikan jasa sewa apartement dan service apartement untuk pendapatan berulangnya.

Seluruh proyek untuk mendatangkan recurring income ini ditargetkan akan selesai pada 2-5 tahun ke depan dengan total kontribusi 30 persen ke pendapatan Nusantara Almazia. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment