Koran Jakarta | December 15 2017
No Comments
Ruang Publik

Tambah RPTRA, Wali Kota Diminta Inventarisir Lahan

Tambah RPTRA, Wali Kota Diminta Inventarisir Lahan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali menambah jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pada 2017. Demikian dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) DKI Jakarta, Sumarsono yang meminta kepada seluruh Wali Kota di lima wilayah DKI Jakarta untuk mencari lahan pembangunan RPTRA.

“Kami minta seluruh Wali Kota untuk menginventarisir lahan warga untuk dibangun RPTRA di setiap RW,” ujar pria yang kerap disapa Soni itu, di Jakarta, Minggu (19/3).

Soni menerangkan, rencananya pada 2017 akan ada sekitar 200 pembangunan RPTRA. Dimana 100 RPTRA diantaranya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI dan 100 RPTRA lainnya dibiayai oleh perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). 

“Sementara untuk 2018, Jakarta rencananya ingin tambah 200 RPTRA lagi. 150 RPTRA dibiayai APBD DKI dan 50 RPTRA sisanya dibiayai perusahaan melalui CSR,” jelas dia.

Menurut dia, RPTRA tak hanya sebagai tempat bermain anak, tetapi juga salah satu lokasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk beraktifitas dan bersosialisasi. Termasuk, bermusyawarah menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. “Untuk itu kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan RPTRA sebaik-baiknya dan tolong dijaga keberadaannya,” tegas Soni.

Seperti diketahui, jumlah RPTRA yang telah dibangun Pemrov DKI Jakarta sejak 2015 hingga 2016 ada sebanyak 188. Dari jumlah tersebut, 123 RPTRA dibangun menggunakan APBD DKI Jakarta dan 65 RPTRA dibangun dari CSR.

Sementara itu, keinginan Pemprov DKI untuk memiliki fasilitas umum RPTRA di setiap RW, sebelumnya sempat terkendala masalah lahan. Namun, hal tersebut telah disiasati oleh Dinas Perumahan DKI Jakarta untuk memaksimalkan tanah milik DKI yang mangkrak dimanfaatkan.

“Kita bisa membangun menggunakan aset Pemprov DKI. Misalnya bekas taman-taman atau ruang terbuka hijau yang tidak digunakan, dapat difungsikan kembali jadi RPTRA. Ada juga itu di Sawah Besar, Pasar Baru yang dibangun di kolong rail kereta Api,” ujar Kepala Dinas Perumahan DKI, Arifin.

Arifin menyebutkan untuk tahun ini, RPTRA yang akan dibangun sebanyak 100 itu akan menghabiskan dana sekitar 150 miliar rupiah. Sedangkan,100 RPTRA direncanakan akan dikerjakan melalui program CSR. nis/P-5

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment