Koran Jakarta | July 20 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Pengembangan EBT Butuh Kebijakan Tarif yang Kondusif

Sabtu 20/7/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
>> Tidak ada pengusaha yang bersedia terus merugi karena tarif di bawah biaya produksi. >> Menteri ESDM dinilai melakukan hal fatal karena membuat peraturan...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Kolumnis “Jenak” Itu Telah Pergi

Sabtu 20/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Arswendo Atmowiloto

 

Jagat sastra dan wartawan ber­duka. Sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto telah berpulang pada Jumat (19/7) sore, sekitar pukul 17.50 WIB, di kediamannya di Komplek Kompas, Petukangan, Jakarta. Meninggalnya sastrawan ini akibat penyakit kanker kelenjar prostat yang dideritanya sejak beberapa waktu belakangan.

Arswendo adalah kolumnis tetap Koran Jakarta sejak berdiri, Mei 2008, dengan mengisi rubrik Jenak secara rutin setiap akhir pekan. Di rubrik Jenak itu Arswendo memotret setiap detak kehidupan keseharian yang dituangkan dalam tulisan bergenre sersan, serius tapi santai. Di samping itu, Arswendo juga pernah menjadi juri Koran Jakarta Award.

Tapi sejak minggu ke-2 Mei 2019, tulisan Arswendo mulai tersendat. Bidikannya pada lekuk kehidupan sudah mulai kehilangan greget. Sempat terhenti beberapa saat, lantas kembali mengisi Jenak, dan sesaat kemudian melalui WhatsApp, dia mengabarkan, “Bung, jika saya pulih sampai akhir tahun ini saya usahakan ngisi Jenak, tapi kalo belum berarti saya istirahat,” pesan Arswendo. WhatsApp itu dia kirimkan lantaran dia sedang sakit serius dan dirawat di rumah sakit. Gedung dengan Seribu Kupu-kupu adalah tulisan terakhir Jenak di Koran Jakarta edisi 8-9 Juni 2019.

Kabar duka ini tentu cukup mengejutkan publik, sebab sebelumnya pada 26 Juni lalu, ia sempat berangsur pulih dan akhirnya boleh pulang setelah dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Namun, nasib berkata lain, sastrawan dan wartawan senior kelahiran Surakar­ta, 26 November 1948 ini akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumahnya.

Jenazah Arswendo Atmowiloto pun disemayamkan di rumah duka, Komplek Kompas B-2, Jalan Damai, Petukangan Selatan, Ja­karta Selatan. Acara Misa Requiem sekaligus pelepasan jenazah dilaksanakan di Gereja St Matius Penginjil, Paroki Bintaro, Pondok Aren, hari Sabtu pagi, 20 Juli 2019. Selesai misa, jenazah akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Sandiego Hill, Karawang.

Semasa hidup, Arswendo juga dikenal sebagai wartawan di berbagai media massa, seperti Kompas, HAI, Monitor, dan kon­sultan di grup penerbitan Tab­loid Bintang Indonesia. Dia juga mendirikan grup penerbitan sendiri dengan melahirkan be­berapa tabloid dan majalah.

Arswendo pun pernah mendirikan Production House, PT Atmochademas Persada, yang memproduksi sinetron, film dan tayangan infotainment. Sinetron serial Keluarga Cema­ra, Deru Debu, Ali Topan Anak Jalanan, dan Satu Kakak Tujuh Keponakan adalah beberapa dari sekian banyak karya Arswendo yang meraih sukses.

Arswendo menikah dengan Agnes Sri Hartini dan dikaruniai tiga anak, yakni Albertus Wibisono, Pramudha Wardhana, dan Cicilia Tiara. Arswendo punya nama baptis Paulus, namun ia memakai nama Arswendo karena dianggapnya lebih pop.

Arswendo memang telah melahirkan banyak karya seni, baik penulisan untuk sinetron, drama, maupun tulisan di media massa. Dalam penulisannya itu, tak jarang pula ia menggunakan nama samaran. Beberapa karyanya yang dimuat di media massa, yakni seperti cerita bersambungnya, Sudesi (Sukses dengan Satu Istri), di Harian Kompas, ia menggunakan nama Sukmo Sasmito.

Untuk Auk yang dimuat di Suara Pembaruan ia memakai nama Lani Biki, kependekan dari Laki Bini Bini Laki, nama iseng yang ia pungut sekenanya. Nama-nama lain yang pernah dipakainya adalah Said Saat dan BMD Harahap.

Menilik lebih jauh soal karya sastra, di era 1972, ia pernah memenangkan Hadiah Zakse atas esainya Buyung - Hok dalam Kreativitas Kompromi. Dramanya, Penantang Tuhan dan Bayiku yang Pertama, memperoleh Hadiah Harapan dan Hadiah Perangsang dalam Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara DKJ 1972 dan 1973. Pada 1975, dalam sayembara yang sama ia mendapat Hadiah Harapan atas drama Sang Pan­geran. Karya novel sejarah berseri paling spektakuler adalah Senopati Pamungkas.

Dramanya yang lain, Sang Pema­hat, memperoleh Hadiah Harapan I Sayembara Penulisan Naskah Sandi­wara Anak-Anak DKJ 1976. Selain itu, karyanya Dua Ibu (1981), Kelu­arga Bahagia (1985), dan Mendo­blang (1987) mendapatkan hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K pada 1981, 1985, dan 1987. Pada 1987 Arswendo memperoleh Hadiah Sastra Asean. yzd/R-1

Tampilkan Semua

Dugaan Penyuapan

Sabtu 20/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tersangka kasus suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro (tengah) berjalan untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/7). Wisnu diperiksa terkait suap dari Presiden Direktur PT Grand...
Selengkapnya

Perlindungan Pers

Sabtu 20/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (ketiga dari kiri) menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Global untuk Kebebasan Media di Printworks, London, Inggris, Jumat (19/7). Indonesia mendukung perlindungan insan pers dunia...
Selengkapnya

Perlindungan Disabilitas Perlu Ditingkatkan

Sabtu 20/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Perlindungan so­sial untuk penyandang disabili­tas dan lanjut usia (lansia) perlu ditingkatkan. Hal ini seiring de­ngan tingginya angka penyan­dang disabilitas dan penduduk lansia di Tanah Air. Deputi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Pilpres Adalah “Political Game”, Jangan Baperan

Jumat 19/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Jelang pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) rakyat Indonesia terpolarisasi pada dua kutub, pemilih Joko Widodo- Ma’ruf Amin dan pemilih Prabowo Subiyanto-Sandiaga Uno. Setelah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) semua harus move on. Soalnya, pilpres sekadar permainan politik (political game) jangan jadi alat pemecah belah. “Sering kali saya bilang, just a political game. Semua harus sadari itu. Jadi, jangan baper terus. Kapan move-on-nya kalau terus bermain perasaan,” ungkap Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (18/7), saat menerima perwakilan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta 2019–2024 yang dipimpin ketuanya, Sayid Iskandarsyah, didampingi Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Jaya, Diapari Sibatangkayu, pengurus harian, dan dewan penasihat.

“Pilpres dan juga pileg itu adalah political game. Kita jangan baper alias bawa perasaan kata anak sekarang. Setelah pemilu, pilpres, dan pileg selesai, kita harus move on. Semua harus kembali ke basic kita masing-masing. Yang semula bekerja, ayo kerja lagi,” papar Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan. Pileg tujuannya untuk persatuan, bukan sebaliknya. “Setelah pileg dan pemilu selesai harus bersatu. Yang menang bertugas mempersatukan Indonesia. Semua harus bersatu, untuk membangun bangsa ini,” katanya.

Koalisi, lanjut Ketua Umum PAN ini, yang ada hanya untuk pilpres. Setelah pesta demokrasi selesai semuanya bubar. “Pak Prabowo sudah menegaskan kepada saya, pasca-Putusan MK, koalisi kita bubar. Semuanya sudah selesai,” ujarnya. Menurutnya, kerja sama masih bisa dilanjutkan dalam proyek lain. Masih ada pilgub, pilbub, dll, di berbagai daerah yang harus dilaksanakan. Untuk menghadapi perhelatan ini tidak bisa sendirian. Partai yang satu akan bekerja sama dengan partai yang lain.

Soal wacana koalisi yang hangat dibicarakan pasca- Jokowi ditetapkan sebagai pemenang pilpres, menurut Zulkifli Hasan tidak ada. “Kita tak ada oposisi, multipartai iya, tapi oposisi tak ada dalam sistem ketatanegaraan kita. Yang ada musyawarah mufakat,” katanya. Selanjutnya adalah kewenangan dan hak presiden untuk memilih anggota kabinetnya. “Hak presiden untuk membentuk kabinet. Itu hak prerogatif presiden,” lanjutnya.

yok/AR-3

Tampilkan Semua

Revisi UU KPK Perkuat Lembaga

Jumat 19/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Komisi Pemberantasan Korupsi mesti diperkuat agar lembaga ini mampu mencegah dan menangani kasus korupsi dengan lebih baik lagi. JAKARTA – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, menilai bahwa lembaga yang...
Selengkapnya

Bamsoet Janji Ajak Purnawirawan TNI/Polri Kembali Besarkan Golkar

Jumat 19/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jakarta – Calon Ketua Umum Golkar Bambang Soesatyo berjanji mengajak purnawirawan TNI/Polri untuk menjadi pengurus Golkar dan kembali membesarkan partai manakala terpilih sebagai dalam musyawarah nasional (munas). ”Golkar...
Selengkapnya

PDIP Terbuka dengan Partai di Luar Koalisi

Jumat 19/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuka peluang bergabungnya partai politik di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk masuk ke dalam paket pimpinan MPR RI periode 2019-2024. Wakil Sekretaris Jenderal PDIP,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

RI - Latvia Tingkatkan Komitmen Kerja Sama Bilateral

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Indonesia dan Latvia siap tegaskan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama bilateral kedepan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, saat pernyataan pers setelah pertemuan bilateral dengan Menlu Latvia, Edgars Rinkevics, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (19/7).

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Latvia sepakati penguatan hubungan bilateral di sejumlah bidang, khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan people to people contact termasuk pari­wisata dan kebudayaan.

Latvia merupakan mitra dagang terbesar Indone­sia di kawasan Baltik dengan tren nilai perdagangan yang meningkat dalam lima tahun terakhir. Jumlah wisatawan Latvia yang berkunjung ke Indonesia dalam periode yang sama juga mengalami tren peningkatan yang serupa.

“Saya menghargai inisiatif Menlu Latvia yang telah membawa pengusaha Latvia (sektor teknologi infor­masi, perkayuan, pendidikan) untuk menjajaki hu­bungan bisnis dengan mitra pengusaha Indonesia,” ucap Menlu Retno.

Pertemuan kedua menlu ini merupakan pertemuan kedua setelah sebelumnya bertemu di sela-sela perte­muan Asean-EU pada Oktober 2016 di Bangkok. Kun­jungan ini merupakan kunjungan kedua kalinya Menlu Rinkevics ke Indonesia setelah sebelumnya berkun­jung pada 2012.

Hubungan bilateral Indonesia-Latvia berjalan baik, dan pada 2018 telah dilakukan pertemuan konsultasi bilateral tingkat direktur jenderal di Riga, Latvia. In­donesia menjalin hubungan diplomatik dengan Lat­via sejak 1993, atau dua tahun setelah restorasi ke­merdekaan Latvia dari Uni Soviet.

“Dalam pertemuan saya berbagi dengan Menlu Rinkevics mengenai visi Presiden Jokowi untuk lima ta­hun kedepan, khususnya terkait investasi dan pemba­ngunan sumber daya manusia,” tambah Menlu Retno.

Saling Dukung

Selain membahas isu-isu kerja sama bilateral, ke­dua menlu juga membahas isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, seperti Outlook Ase­an mengenai Indo-Pasifik, perundingan Indonesia-EU CEPA, dan kerja sama saling dukung untuk penca­lonan di organisasi internasional.

Terkait kerja sama untuk saling dukung, Latvia me­negaskan akan mendukung pencalonan Indonesia se­bagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) periode 2020-2022.

“Saya menegaskan kembali dukungan saya kepada Indonesia di banyak organisasi internasional. Saya pikir hubungan timbal balik kita di badan-badan PBB selama ini sukses dilakukan, dan kami akan terus mendukung Indonesia di Dewan HAM PBB,” pungkas Menlu Rinkevics usai pertemuan dengan Menlu RI.  Ant/I-1

Tampilkan Semua

Kenya Resmikan Ladang Angin Terbesar di Afrika

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
NAIROBI – Kenya pada Jumat (19/7) meresmikan ladang pem­bangkit listrik tenaga angin terbe­sar di Afrika, sebuah megaproyek energi baru terbarukan (EBT) di hamparan hutan belantara ter­pencil, yang saat ini mampu...
Selengkapnya

Desa Ruan Chiao Usir Kesepian dengan Grafiti

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dahulu, Desa Ruan Chiao yang berlokasi di kaki bukit yang tertutup kabut di wila­yah pegunungan di Taiwan tengah, penghuninya nyaris tak ada anak muda. Namun berkat seorang seni­man lukis bernama Wu Tsun-hsien yang mengubah...
Selengkapnya

Iran Bantah “Drone” Dirontokkan AS

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat lagi pada akhir pekan ini setelah AS mengklaim berhasil merontokkan drone Iran yang mengancam kapal perangnya. TEHERAN – Teheran pada Jumat (19/7) membantah klaim Amerika Serikat (AS) yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Mitra UMKM

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Teknologi Mobil Listrik

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

IHSG Ditutup Menguat

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan berhasil ditutup menguat. Pada penutupan perdagangan, Jumat (19/7), IHSG menguat 0,83 persen menjadi 6,456.54. Penguatan laju IHSG didorong oleh sektor industri dasar...
Selengkapnya

Aplikasi Jatimcode Tembus Transaksi Rp1,9 Miliar

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SURABAYA – Aplikasi pembayaran digital berbasis QR code, Jatimcode dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan transaksi 1,9 miliar rupiah dalam kurun waktu tiga bulan sejak diluncurkan. Direktur...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam (SDA). Paradigma lama, transmigrasi hanyalah proses memindah kepadatan penduduk.

Saat ini diarahkan untuk mencapai kesejahteraan, kemandirian, integrasi transmigran dengan penduduk sekitar, dan kelestarian fungsi lingkungan secara berkelanjutan dengan adaptasi pada percepatan teknologi digital 4.0. Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat memiliki Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya di Kecama­tan Rasau Raya.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) dalam mengembangkan Kawasan Terpadu Mandiri di Kecamatan Rasau Raya, war­tawan Koran Jakarta, Eko Sugiarto Putro, berkesempatan mewawancarai Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, di Yogyakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana program transmigrasi dikembangkan di Kubu Raya?

Kubu Raya memiliki po­tensi pertanian yang produktif dengan kontribusi ke Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten sebesar 12,38 persen di bawah industri pengolahan yang sebesar 31,66 persen. Sejak era 1970-an sudah ada beberapa desa di sejumlah kecamatan yang di­jadikan area transmigrasi dan berhasil. Nah, Kawasan Ter­padu Mandiri Rasau Jaya ini kemudian menjadi kawasan transmigrasi percontohan.

Seluas apa Kawasan Ter­padu Mandiri Rasau Jaya?

Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya berdasar Perda RTRW 2016–2035 terdiri dari Kecamatan Rasau Jaya, Kubu, Sungai Raya, dan Teluk. Total empat kecamatan dengan 48 desa. Luas kawasan ini 710 hektare dengan pusat kawasan terpadu mandiri berada di Desa Rasau Jaya 1. Sedangkan jumlah desa utama ada em­pat, yakni Desa Sungai Deras, Desa Kampung Baru, Desa Kubu, dan Desa Bintang Mas. Tingkat perkem­bangan desanya dinyatakan sebagai mandiri menengah pada tahun 2016.

Kelengkapan sarana prasa­rana di Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Raya, apa saja?

Sudah cukup lengkap. Di sana ada rumah pintar, pasar tradisional Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Raya, pusat bisnis Rasau Raya, Masjid Islamic Centre, Islamic Centre, dermaga penyeberangan, gedung ruang tunggu penye­berangan, dan untuk mendu­kung industri pertanian ada rice milling plant yang cukup respresentatif.

Apa rencana Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya ke depan?

Keberadaan Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya ini menjadi best practice bagi Pemkab Kubu Raya dalam membangun dan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi kawasan terisolir. Pemkab Kubu Raya akan menjadikan program trans­migrasi sebagai upaya yang solutif. Di era milenial ini, infrastruktur digital sangat membantu masyarakat di semua sektor, khususnya perekoniman. Maka ke depan kami ingin terus mengem­bangkan dengan arah kebi­jakan yang telah disiapkan.

Apa saja kebijakannya?

Misalnya spasial plan­ning for spasial decision yang berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan men­jadikan Perda RTRW sebagai satu-satunya pedoman per­encanaan wilayah, one map policy, untuk menghindari tumpang tindih pemanfaatan lahan. Kami punya kebijakan pencadangan tanah untuk area permukiman transmi­grasi. Lalu, perencanaan dan penganggaran dengan sistem berbasis IT serta penguatan aparatur pemerintah dengan penguatan IT.

Secara makro, bagaimana sebenarnya relasi Kabu­paten Kubu Raya dan Kota Pontianak sebagai Ibu Kota Provinsi Kalbar?

Secara geografis, Kabupaten Kubu Raya memiliki posisi yang sangat strategis, yakni sebagai hinterland bagi Kota Pontianak. Kota Pontianak ini ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN), yaitu Kawasan Pontianak Met­ropolitan Area (PMA) pada RTRW Na­sional tahun 2008–2028.

Kondisi tersebut mem­berikan manfaat bagi per­kembangan perekonomian Kabupaten Kubu Raya, teru­tama sektor perdagangan dan jasa, seperti hotel, restoran, dan properti. Kubu Raya juga merupakan pintu gerbang Pro­vinsi Kalbar karena terdapat Bandara Internasional Supa­dio Kubu Raya, Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Ambawang, dan Pelabuhan Kawasan Terpadu Mandiri Rasau Jaya.

Selain itu, terdapat pula fasilitas strategis nasional lain, seperti pangkalan TNI AU dan markas Kodam Tanjung­pura XII. Kehadiran semua itu menunjang stabilitas keaman­an di Kabupaten Kubu Raya khususnya dan Kalimantan Barat secara umum.

Bisa diceritakan bagaima­na pertumbuhan ekonomi selama ini?

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kubu Raya pada 2017 sebesar 5,17 persen le­bih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebe­sar 5,07 persen. Di Kalbar kami tertinggi kedua setelah Kabu­paten Ketapang yang memiliki pertumbuhan 7,21 persen. Untuk ekonomi Kalbar tahun 2017, Kubu Raya menyumbang pertumbuhan 0,79 persen.

Setelah Rasau Jaya, wilayah manalagi yang direncanakan menjadi dae­rah transmigrasi?

Tahun 2019 ini target kami adalah menyusun Rencana Kawasan Transmigrasi Keca­matan Terentang.

N-3

Tampilkan Semua

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Cegah Sampah dari Rumah Masuk ke Sungai Citarum

Senin 1/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) yang mengaliri area irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hek­tare. Citarum mengaliri 12 wi­layah administrasi kabupaten/kota dan merupakan sumber air untuk kebutuhan...
Selengkapnya

Kopi Gayo untuk Sejahterakan Rakyat Bener Meriah

Senin 24/6/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebagai kabupaten yang masih relatif muda, baru berusia 15 tahun pada tahun ini, Kabu­paten Bener Meriah, Provinsi Aceh terus berbenah untuk mengoptimalkan potensi daer­ahnya. Dengan visi kabupaten yang islami, harmoni, maju, dan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Paparkan Solusi Terbaru

Jumat 19/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Desain Rumah Vertikal untuk Nelayan

Jumat 19/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perubahan tempat tinggal dari horizontal ke vertikal tidak sekadar perubahan bentuk tempat. Yang tidak kalah penting adalah, perubahan tersebut mampu mengakomodisr aktifitas keseharian masyarakat. Hal tersebutlah yang dilakukan Daniel,...
Selengkapnya

Rumah Mungil, Ideal di Era Modern

Jumat 19/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rumah berukuran mungil bukan sekadar tren melainkan sudah menjadi kebutuhan. Alasan memiliki rumah mungil tidak selalu lantaran harga tanah yang melambung. Alasannya lainnya adalah rumah mungil dipandang lebih praktis dan tidak terlalu...
Selengkapnya

Penandatanganan Kerja Sama

Senin 15/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Selular Award 2019

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Tren 2019, TV Berfitur Kecerdasan Buatan

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabar gembira datang dari penyedia solusi system on chip (SoC), MediaTek. Vendor ini mengumumkan telah meluncurkan S900, sebuah SoC televisi cerdas terbaru yang mendukung resolusi 8K dan komputasi edge AI (artificial...
Selengkapnya

Ponsel Tiongkok Usung “Game” Multi-Turbo

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Vivo Indonesia menghadirkan ponsel seri tebaru Vivo S1 untuk segmen anak muda. Ponsel ini diasumsikan selalu tampil mengikuti perkembangan jaman. Ponsel ini menawarkan desain menanarik yang gaya mewakili anak muda sebagai target...
Selengkapnya

Teknologi Jaringan 5G Melesat

Kamis 18/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
5G yang menawarkan kunggulan pada latensi yang rendah, di beberapa negara maju mengalami perkembangan yang pesat. Jaringan komunikasi nirkabel 5G yang memiliki keunggulan pada jeda pengiriman data hingga mencapai 1 milidetik (ms), terus...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Motor Enduro Italia Dibanderol Rp650 Juta

Rabu 17/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

PT Piaggio Indonesia menampilkan seri terbaru dari Moto Guzzi, Moto Guzzi V85TT, untuk pertama kalinya di Indonesia. Piaggio Group sendiri telah meluncurkan Moto Guzzi V85TT untuk wilayah Asia Pasifik, pada bulan Mei lalu.

Melalui pameran kali ini, PT Piaggio Indonesia mengambil kesempatan untuk menyapa para pencinta dan penggemar Moto Guzzi di Indonesia dengan menghadirkan secara resmi Moto Guzzi V85TT.

Motor ini menawarkan fitur premium dan berbagai pilihan aksesori untuk memuaskan setiap pengendara, dalam perjalanan sehari-hari di segala jenis medan, off-road maupun untuk touring.

“Bulan Mei lalu, Piaggio Group telah meluncurkan Moto Guzzi V85TT untuk wilayah Asia Pasifik di Thailand. Kini, kami sangat antusias menyambut Moto Guzzi V85TT yang resmi hadir dan dapat segera menyapa para pecinta dan penggemar Moto Guzzi di Indonesia,” kata PR & Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Robby Gozal, di Jakarta.

Motor jenis travel enduro klasik ini didedikasikan bagi mereka yang menginginkan kendaraan roda dua serbaguna yang memiliki keunikan khas Italia, serta mendukung semangat bertualang pada pengalaman berkendara sehari-hari mereka di berbagai kondisi jalan.

V85TT memadukan gaya klasik dunia off-road dengan elemen teknologi canggih seperti cluster instrumen digital dan pencahayaan LED. Selain itu Daytime running lamp (DRL) di lampu depan dihiasi dengan siluet dari lambang Moto Guzzi yang ikonik.

Moto Guzzi V85TT juga dilengkapi dengan plexiglass windshield dan sepasang handguard yang menjadikannya kendaraan roda dua yang cocok untuk segala musim, siap untuk memulai petualangan kapan pun dan dimana pun.

Moto ini ditawarkan dengan harga 650 juta rupiah (on-the-road Jakarta) yang dilengkapi dengan program penawaran eksklusif cicilan 0 persen. PT Piaggio Indonesia menghadirkan Moto Guzzi V85TT ke Mall-to-mall exhibition yang mengadaptasi konsep Motoplex.

Pada iven Mall-to-mall exhibition di Kota Kasablanka Jakarta a 9 Juli hingga 14 Juli 2019, Moto Guzzi menghadirkan empat brand premium Italia guna memberikan pengalaman produk yang lengkap bagi pelanggan setia dan pengunjung mall, mencakup; keunggulan produk, jaringan diler, servis dan suku cadang, juga aksesoris. hay/E-6

Tampilkan Semua

Menanti Mobil Baru di GIIAS 2019

Rabu 17/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil-mobil konsep bisa menjadi gambaran tentang kendaraan yang akan diluncurkan ke pasar di masa depan. Ajang GIIAS 2019 akan kembali bakal memanjakan pecinta otomotif nasional. Pada iven ini akan hadir mobil baru, mobil konsep, dan...
Selengkapnya

Edisi Terbatas Bonneville T120

Rabu 10/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Triumph Motorcycle melalui distributornya di Indonesia, PT GAS Triumph Motorcycle, memasarkan dua unit Bonneville edisi terbatas yakni Bonneville T120 Ace Cafe dan Bonneville T120 diamond. Kedua motor edisi khusus ini dijual pada harga...
Selengkapnya

Vega Force Tampil Sporti

Rabu 10/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di jaman motor matik, motor jenis under bone atau bebek ternyata masih diminati oleh sebagian konsumen. Tidak heran kemudian pabrikan masih tetap memproduksi motor bebek kerena memang pasarnya masih ada. Bagi pecinta motot bebek, Yamaha...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Pemain Bhayangkara FC Dijanjikan Jadi Anggota Polri

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji memastikan para pemain akan direkomendasikan menjadi anggota Polri sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan mereka. Hal ini dikatakan Sumardji saat launching Bhayangkara FC U-20 di Wisma Kemenpora Jakarta, Jumat (19/7).

Paparan Sumardji tersebut disambut tepuk tangan oleh para pemain U-20. “Ribuan anak muda di luar sana banyak yang ingin menjadi polisi di sini kami memfasilitasi dan memberikan rekomendasi,” ujar Sumardji.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pemain yang telah bergabung, untuk bermain sungguh-sungguh dan kejar target di tahun 2020 harus jadi juara. Baik itu Bhayangkara senior maupun U-20.

“Saya sudah tahu itu. Jadi polisi itu tidak mudah. Sulit. Bayangkan peminat yang ingin masuk dengan jumlah yang diterima. Yang diterima sangat kecil. Jadi bermainlah yang bagus, penuh disiplin. Menjadi polisi jika bermain baik, pasti kita rekomendasikan,” kata Sumardji lagi.

Sumardji pun memuji Heru Pujihartono, manajer Bhayangkara U-20. Heru, katanya adalah seorang kapten atau nakhoda yang harus membawa anak-anak muda (pemain U-20), bermain berdisiplin dan baik. “Target harus juara,” ujarnya. Ant/S-2

Tampilkan Semua

Arsenal Atasi Bayern

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
CALIFORNIA – Eddie Nketiah mencetak gol telat bagi Arsenal untuk mengalahkan Bayern Munich 2-1 dalam pertandingan pembuka International Champions Cup di Dignity Health Sports Park, Carson, California, Kamis (18/8). Setelah babak...
Selengkapnya

Klopp Jaga Komitmen

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
CHICAGO – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan bahwa dia berharap untuk tetap di Anfield setidaknya selama tiga tahun lagi. Hal itu diungkap pelatih asal Jerman itu saat Liverpool bersiap memulai tur pra musim mereka ke...
Selengkapnya

Simon Antusias Hasil Drawing

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy antusias menyambut laga putaran kedua Kualifikasi zona Asia Piala Dunia 2022, dimana skuatnya bergabung di Grup G dengan Malaysia, Vietnam, Thailand dan Uni Emirat Arab...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Kolumnis “Jenak” Itu Telah Pergi

Sabtu 20/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Arswendo Atmowiloto

 

Jagat sastra dan wartawan ber­duka. Sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto telah berpulang pada Jumat (19/7) sore, sekitar pukul 17.50 WIB, di kediamannya di Komplek Kompas, Petukangan, Jakarta. Meninggalnya sastrawan ini akibat penyakit kanker kelenjar prostat yang dideritanya sejak beberapa waktu belakangan.

Arswendo adalah kolumnis tetap Koran Jakarta sejak berdiri, Mei 2008, dengan mengisi rubrik Jenak secara rutin setiap akhir pekan. Di rubrik Jenak itu Arswendo memotret setiap detak kehidupan keseharian yang dituangkan dalam tulisan bergenre sersan, serius tapi santai. Di samping itu, Arswendo juga pernah menjadi juri Koran Jakarta Award.

Tapi sejak minggu ke-2 Mei 2019, tulisan Arswendo mulai tersendat. Bidikannya pada lekuk kehidupan sudah mulai kehilangan greget. Sempat terhenti beberapa saat, lantas kembali mengisi Jenak, dan sesaat kemudian melalui WhatsApp, dia mengabarkan, “Bung, jika saya pulih sampai akhir tahun ini saya usahakan ngisi Jenak, tapi kalo belum berarti saya istirahat,” pesan Arswendo. WhatsApp itu dia kirimkan lantaran dia sedang sakit serius dan dirawat di rumah sakit. Gedung dengan Seribu Kupu-kupu adalah tulisan terakhir Jenak di Koran Jakarta edisi 8-9 Juni 2019.

Kabar duka ini tentu cukup mengejutkan publik, sebab sebelumnya pada 26 Juni lalu, ia sempat berangsur pulih dan akhirnya boleh pulang setelah dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Namun, nasib berkata lain, sastrawan dan wartawan senior kelahiran Surakar­ta, 26 November 1948 ini akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumahnya.

Jenazah Arswendo Atmowiloto pun disemayamkan di rumah duka, Komplek Kompas B-2, Jalan Damai, Petukangan Selatan, Ja­karta Selatan. Acara Misa Requiem sekaligus pelepasan jenazah dilaksanakan di Gereja St Matius Penginjil, Paroki Bintaro, Pondok Aren, hari Sabtu pagi, 20 Juli 2019. Selesai misa, jenazah akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Sandiego Hill, Karawang.

Semasa hidup, Arswendo juga dikenal sebagai wartawan di berbagai media massa, seperti Kompas, HAI, Monitor, dan kon­sultan di grup penerbitan Tab­loid Bintang Indonesia. Dia juga mendirikan grup penerbitan sendiri dengan melahirkan be­berapa tabloid dan majalah.

Arswendo pun pernah mendirikan Production House, PT Atmochademas Persada, yang memproduksi sinetron, film dan tayangan infotainment. Sinetron serial Keluarga Cema­ra, Deru Debu, Ali Topan Anak Jalanan, dan Satu Kakak Tujuh Keponakan adalah beberapa dari sekian banyak karya Arswendo yang meraih sukses.

Arswendo menikah dengan Agnes Sri Hartini dan dikaruniai tiga anak, yakni Albertus Wibisono, Pramudha Wardhana, dan Cicilia Tiara. Arswendo punya nama baptis Paulus, namun ia memakai nama Arswendo karena dianggapnya lebih pop.

Arswendo memang telah melahirkan banyak karya seni, baik penulisan untuk sinetron, drama, maupun tulisan di media massa. Dalam penulisannya itu, tak jarang pula ia menggunakan nama samaran. Beberapa karyanya yang dimuat di media massa, yakni seperti cerita bersambungnya, Sudesi (Sukses dengan Satu Istri), di Harian Kompas, ia menggunakan nama Sukmo Sasmito.

Untuk Auk yang dimuat di Suara Pembaruan ia memakai nama Lani Biki, kependekan dari Laki Bini Bini Laki, nama iseng yang ia pungut sekenanya. Nama-nama lain yang pernah dipakainya adalah Said Saat dan BMD Harahap.

Menilik lebih jauh soal karya sastra, di era 1972, ia pernah memenangkan Hadiah Zakse atas esainya Buyung - Hok dalam Kreativitas Kompromi. Dramanya, Penantang Tuhan dan Bayiku yang Pertama, memperoleh Hadiah Harapan dan Hadiah Perangsang dalam Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara DKJ 1972 dan 1973. Pada 1975, dalam sayembara yang sama ia mendapat Hadiah Harapan atas drama Sang Pan­geran. Karya novel sejarah berseri paling spektakuler adalah Senopati Pamungkas.

Dramanya yang lain, Sang Pema­hat, memperoleh Hadiah Harapan I Sayembara Penulisan Naskah Sandi­wara Anak-Anak DKJ 1976. Selain itu, karyanya Dua Ibu (1981), Kelu­arga Bahagia (1985), dan Mendo­blang (1987) mendapatkan hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K pada 1981, 1985, dan 1987. Pada 1987 Arswendo memperoleh Hadiah Sastra Asean. yzd/R-1

Tampilkan Semua

Guru SD Pun Perlu Kuliah di Luar

Sabtu 20/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Hari pertama tahun ajaran baru 2019/2020 dimulai Senin (15/7). Para guru mulai sibuk mempersiapkan proses belajar mengajar supaya siswa dapat belajar secara optimal. Calon guru SD hendaknya mampu mempersiapkan diri secara maksimal....
Selengkapnya

Oknum Advokat Berulah

Sabtu 20/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dunia hukum Indonesia tercoreng oleh ulah seorang advokat. Benar-benar memalukan, karena oknum advokat itu menyerang hakim saat sedang membacakan putusan di pengadilan. Bahkan, orang terpelajar itu seperti sengaja ingin menyakiti hakim...
Selengkapnya

Warisan Spiritual Anthony de Mello

Sabtu 20/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
    Siapa pun yang mencintai warisan spiritual Pastor Anthony de Mello, buku ini akan memperlihatkan dan menghadirkan kekayaan yang selama ini tersembunyi dari karya-karyanya yang telah dipublikasikan. Isinya, pengalaman...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Struktur Misterius yang Munculkan Jejak Multitafsir

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk pertama kalinya sejak 1965, dua piramida yang dibangun orang Mesir kuno dibuka untuk umum oleh pemerintah Mesir, melalui E egyptian Ministry of Antiquities.

Mesir sebagai kiblat dan seja­rah peradaban kehidupan umat manusia tidak dipungkiri selalu menjadi perhatian masyarakat dunia. Catatan sejarah yang kaya, ditambah eksotisme lokasi membuat banyak orang yang ingin men­gunjunginya.

Kabar baiknya, sejak Sabtu (13/7) pemerintah Mesir membuka Piramida Bent dan satu piramida tua didekat­nya yang berlokasi di dalam wilayah Kerajaan Dashur Nekropolis sekitar 25 mil (40 kilometer) dari selatan Kairo untuk wisatawan umum. Kedua piramida ini memiliki usia yang sama yaitu lebih dari 4.000 tahun.

Bersamaan dengan pengumuman dibukanya wisata piramida itu, pihak pemerintah Mesir juga turut memamerkan temuan terbaru tentang sarkofagus (wadah menyimpan jenazah) yang terbuat dari batu, tanah liat dan kayu, beberapa diantaranya berisi mumi dengan topeng penguburan dari kayu. Temuan ini juga termasuk alat pemotong batu yang berasal dari Zaman Akhir, yang ber­langsung sejak 664 SM atau se­kitar zaman Alexander Agung.

Piramida Bent, dibangun pada sekitar 2600 SM oleh Firaun Sneferu selama Kera­jaan Lama. Yang menarik dari piramida ini ialah memiliki struktur bangunan yang unik. Para arkeolog mencatat bahwa arsitekturnya merupakan transisi antara Piramida Djoser dibangun pada 2667 SM dan Piramida Meidum 2600 SM.

Piramida ini pada bagian bawahnya masih ditutupi batu kampur aslinya. Naik ke bagian atas, pada sudut 54 derajat bangunan ini seolah menurun sekitar 43 derajat sehingga piramida jika diamati seperti bangunan bengkok.

“Sneferu hidup dan berkua­sa sangat lama, para arsitek kala itu mungkin ingin menca­pai bentuk yang lengkap, ben­tuk piramida,” kara Mohamed Shiha, Direktur Situs Kerajaan Dashur Nekropolis.

Untuk mengemas wisata edukasi sejarah ini peme­rintah Mesir tampak sangat serius, selama masa penutup­an bagi wisatawan sebelum­nya, diketahui Kementerian Purbakala Mesir memulihkan Piramida Bent seluas 1.011 kaki (101 meter) dan piramida di sekitarnya.

Beberapa proses restorasi ini meliputi pengerjaan tangga internal dan eksternal, penam­bahan jaringan penerangan, dan perbaikan beberapa pe­kerjaan bebatuan di koridor dan ruang pemakaman.

Selain itu, Kementerian juga mengumumkan bahwa para arkeolognya juga telah menemukan sisa-sisa tem­bok kuno yang berasal dari Kerajaan Tengah, sekitar 4.000 tahun yang lalu. Dinding set­inggi hampir 200 kaki (60 m) ini berada di selatan piramida lain dari dinasti ke-12 Raja Amenemhat II, yang juga ber­ada di Nekropolis Dashur.

Para arkeolog juga mem­buka makam Sa Eset, seorang penjaga piramida di Kerajaan Tengah, yang telah ditutup sejak penggalian pada 1894. Di dalam makamnya terkubur teks-teks hieroglif yang diawet­kan.

Dalam beberapa ta­hun terakhir, Mesir telah mengumumkan penemuan arkeologis dengan harapan meningkatkan pariwisata sejarah. Promosi Dashur sengaja dilakukan sebagai bagian dari peningkatan sek­tor pariwisata Mesir, yang be­berapa tahun lalu mengalami penurunan akibat pemberon­takan pada 2011.

Akhir bulan lalu, Piramida Lahun dari tanah liat yang diperkirakan berumur 4.000 tahun juga baru saja dibuka untuk wisatawan di Kota Fayoum. Jaraknya sekitar 96 Km dari Kota Kairo. Di samping itu Piramida Bent, serta piramida lainnya di Nekropolis Dashur tercatat sebagai situs Warisan Dunia melaui Organisasi Pen­didikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO). ima/R-1

Formasi yang Khas dan Unik

Piramida bengkok adalah struktur yang menarik yang menimbulkan banyak pertanyaan ketika menjawab tentang evolusi piramida. Secara misterius, piramida ini dimulai pada satu sudut (sekitar 52 derajat) dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi sudut yang lebih ber­tahap yaitu 43 derajat. Peng­aturan aneh ini memberikan piramida ini dengan penam­pilan yang khas dan unik.

Ada beberapa kemungki­nan yang melatarbelakangi bentuk bengkok atau peruba­han pada sudut piramida tesebut. Saat ini, teori yang paling banyak diterima adalah bahwa Raja Sneferu menyadari bahwa jika dia ingin melanjut­kan piramida pada sudut yang umum piramida miliki, akan membutuhkan banyak bahan dan tenaga.

Teori lain menyatakan bahwa sudut asli akan bisa mengakibatkan perpindahan banyak blok dan jajaran kamar dan lorong. Teori ini melan­jutkan struktur lebih lembut untuk mengurangi jumlah be­rat saat ditambahkan di bagian atasnya kamar-kamar dan lorong-lorong.

Perlu diketahui pula, piramida ini memiliki ujung bangunan yang paling utuh. Meskipun bagian-bagian ban­gunan sudah hancur, piramida ini seolah memberikan ide terbaik tentang pola konstruksi piramida yang ada sejauh ini, khususnya di Mesir.

Piramida Bent juga terkenal tidak biasa karena memiliki dua pintu masuk. Satu pintu masuk berada di sisi utara, seperti yang umum terdapat di semua piramida lainnya, dan pintu barat.

Pada bagian sisi selatan Piramida Bent, berisi piramida yang lebih kecil yang mungkin ditujukan untuk istri raja, Ratu Heterpheres. Para ahli lain mengatakan bahwa piramida yang lebih kecil itu diperuntu­kan sebagai pembantu untuk melayani sang raja. Tapi itu semua masih anggapan, tu­juan sebenarnya dari konsep bangunan-bangunan piramida ini tersusun tidak ada yang tahu dan masih sulit dipahami.

Pertanyaan selanjutnya dan masih misterius, apakah Sneferu dimakamkan di lokasi Piramida Bent? Sayangnya sejauh ini belum ada informasi yang meyakinkan. Namun banyak kemungkinan dan anggapan soal di mana tubuh Sneferu itu bersemayam. Dugaan yang ada sejauh ini makam sejarah itu dibuang sejak lama oleh para pencuri, atau dimakamkan di piramida berikutnya (Piramida Merah) di bagian utara.

“Tepat di mana dia di­makamkan, kita tidak yakin akan hal itu. Mungkin di piramida (Bent) ini, siapa yang tahu?” pungkas Shiha. ima/R-1

Tampilkan Semua

Slank Sapa Penonton Medan dengan 20 lagu

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Slank tampil di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Medan dan menyapa penggemarnya dengan 20 lagu pada Kamis malam. "Kehadiran Slank di Medan dalam gelaran 'Magnumotion-Slank Mantap Melangkah Tour 2019'," ujar promotor acara, Raffie di...
Selengkapnya

Gandeng JAL, BNI Expo Beri Paket Perjalanan Menarik

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BNI kembali menyelenggarakan event BNI Expo-Japan Airlines Travel Fair 2019 pada 19-21 Juli 2019, di Grand Atrium Mal Kota Kasablanka. Fase II event ini merupakan rangkaian HUT ke-73 BNI dan bagian dari event BNI Exponential yang...
Selengkapnya

Tom Cruise Rilis Trailer "Top Gun: Maverick"

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
"Top Gun" kembali mengguncang ketika Tom Cruise tampil secara mengejutkan di acara Comic-Con untuk memperlihat trailer sekuel film laga militer yang dibintanginya itu kepada para penggemar. "Top Gun; Maverick" akan dirilis pada Juni...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Taman Bermain Anak

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Skuter Sewa

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Revitalisasi Terminal

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Revitalisasi Ciliwung

Sabtu 20/7/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Kolumnis “Jenak” Itu Telah Pergi

Sabtu 20/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Arswendo Atmowiloto

 

Jagat sastra dan wartawan ber­duka. Sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto telah berpulang pada Jumat (19/7) sore, sekitar pukul 17.50 WIB, di kediamannya di Komplek Kompas, Petukangan, Jakarta. Meninggalnya sastrawan ini akibat penyakit kanker kelenjar prostat yang dideritanya sejak beberapa waktu belakangan.

Arswendo adalah kolumnis tetap Koran Jakarta sejak berdiri, Mei 2008, dengan mengisi rubrik Jenak secara rutin setiap akhir pekan. Di rubrik Jenak itu Arswendo memotret setiap detak kehidupan keseharian yang dituangkan dalam tulisan bergenre sersan, serius tapi santai. Di samping itu, Arswendo juga pernah menjadi juri Koran Jakarta Award.

Tapi sejak minggu ke-2 Mei 2019, tulisan Arswendo mulai tersendat. Bidikannya pada lekuk kehidupan sudah mulai kehilangan greget. Sempat terhenti beberapa saat, lantas kembali mengisi Jenak, dan sesaat kemudian melalui WhatsApp, dia mengabarkan, “Bung, jika saya pulih sampai akhir tahun ini saya usahakan ngisi Jenak, tapi kalo belum berarti saya istirahat,” pesan Arswendo. WhatsApp itu dia kirimkan lantaran dia sedang sakit serius dan dirawat di rumah sakit. Gedung dengan Seribu Kupu-kupu adalah tulisan terakhir Jenak di Koran Jakarta edisi 8-9 Juni 2019.

Kabar duka ini tentu cukup mengejutkan publik, sebab sebelumnya pada 26 Juni lalu, ia sempat berangsur pulih dan akhirnya boleh pulang setelah dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Namun, nasib berkata lain, sastrawan dan wartawan senior kelahiran Surakar­ta, 26 November 1948 ini akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumahnya.

Jenazah Arswendo Atmowiloto pun disemayamkan di rumah duka, Komplek Kompas B-2, Jalan Damai, Petukangan Selatan, Ja­karta Selatan. Acara Misa Requiem sekaligus pelepasan jenazah dilaksanakan di Gereja St Matius Penginjil, Paroki Bintaro, Pondok Aren, hari Sabtu pagi, 20 Juli 2019. Selesai misa, jenazah akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Sandiego Hill, Karawang.

Semasa hidup, Arswendo juga dikenal sebagai wartawan di berbagai media massa, seperti Kompas, HAI, Monitor, dan kon­sultan di grup penerbitan Tab­loid Bintang Indonesia. Dia juga mendirikan grup penerbitan sendiri dengan melahirkan be­berapa tabloid dan majalah.

Arswendo pun pernah mendirikan Production House, PT Atmochademas Persada, yang memproduksi sinetron, film dan tayangan infotainment. Sinetron serial Keluarga Cema­ra, Deru Debu, Ali Topan Anak Jalanan, dan Satu Kakak Tujuh Keponakan adalah beberapa dari sekian banyak karya Arswendo yang meraih sukses.

Arswendo menikah dengan Agnes Sri Hartini dan dikaruniai tiga anak, yakni Albertus Wibisono, Pramudha Wardhana, dan Cicilia Tiara. Arswendo punya nama baptis Paulus, namun ia memakai nama Arswendo karena dianggapnya lebih pop.

Arswendo memang telah melahirkan banyak karya seni, baik penulisan untuk sinetron, drama, maupun tulisan di media massa. Dalam penulisannya itu, tak jarang pula ia menggunakan nama samaran. Beberapa karyanya yang dimuat di media massa, yakni seperti cerita bersambungnya, Sudesi (Sukses dengan Satu Istri), di Harian Kompas, ia menggunakan nama Sukmo Sasmito.

Untuk Auk yang dimuat di Suara Pembaruan ia memakai nama Lani Biki, kependekan dari Laki Bini Bini Laki, nama iseng yang ia pungut sekenanya. Nama-nama lain yang pernah dipakainya adalah Said Saat dan BMD Harahap.

Menilik lebih jauh soal karya sastra, di era 1972, ia pernah memenangkan Hadiah Zakse atas esainya Buyung - Hok dalam Kreativitas Kompromi. Dramanya, Penantang Tuhan dan Bayiku yang Pertama, memperoleh Hadiah Harapan dan Hadiah Perangsang dalam Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara DKJ 1972 dan 1973. Pada 1975, dalam sayembara yang sama ia mendapat Hadiah Harapan atas drama Sang Pan­geran. Karya novel sejarah berseri paling spektakuler adalah Senopati Pamungkas.

Dramanya yang lain, Sang Pema­hat, memperoleh Hadiah Harapan I Sayembara Penulisan Naskah Sandi­wara Anak-Anak DKJ 1976. Selain itu, karyanya Dua Ibu (1981), Kelu­arga Bahagia (1985), dan Mendo­blang (1987) mendapatkan hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K pada 1981, 1985, dan 1987. Pada 1987 Arswendo memperoleh Hadiah Sastra Asean. yzd/R-1

Tampilkan Semua

Jangan Menyetop Pelayanan Publik

Jumat 19/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Polemik antara pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dengan Pemerintah Kota Tangerang dipicu oleh lambatnya perizinan yang dikeluarkan pihak Pemerintah Kota Tangerang atas pembangunan gedung Politeknik Kemenkum HAM di...
Selengkapnya

Program Studi Favorit Dianggap Lebih Menjanjikan

Selasa 16/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Terdapat program studi atau prodi-prodi favorit dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini.   Dari bidang sains dan teknologi prodi-prodi yang paling banyak dim­inati peserta yaitu prodi...
Selengkapnya

Akan Ada Pertemuan Lanjutan Jokowi-Prabowo

Senin 15/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto, dua tokoh yang bersaing dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 akhirnya terlaksana. Pertemuan Jokowi dan Prabowo digelar sangat unik, yakni di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Kolumnis “Jenak” Itu Telah Pergi

Sabtu 20/7/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Arswendo Atmowiloto

 

Jagat sastra dan wartawan ber­duka. Sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto telah berpulang pada Jumat (19/7) sore, sekitar pukul 17.50 WIB, di kediamannya di Komplek Kompas, Petukangan, Jakarta. Meninggalnya sastrawan ini akibat penyakit kanker kelenjar prostat yang dideritanya sejak beberapa waktu belakangan.

Arswendo adalah kolumnis tetap Koran Jakarta sejak berdiri, Mei 2008, dengan mengisi rubrik Jenak secara rutin setiap akhir pekan. Di rubrik Jenak itu Arswendo memotret setiap detak kehidupan keseharian yang dituangkan dalam tulisan bergenre sersan, serius tapi santai. Di samping itu, Arswendo juga pernah menjadi juri Koran Jakarta Award.

Tapi sejak minggu ke-2 Mei 2019, tulisan Arswendo mulai tersendat. Bidikannya pada lekuk kehidupan sudah mulai kehilangan greget. Sempat terhenti beberapa saat, lantas kembali mengisi Jenak, dan sesaat kemudian melalui WhatsApp, dia mengabarkan, “Bung, jika saya pulih sampai akhir tahun ini saya usahakan ngisi Jenak, tapi kalo belum berarti saya istirahat,” pesan Arswendo. WhatsApp itu dia kirimkan lantaran dia sedang sakit serius dan dirawat di rumah sakit. Gedung dengan Seribu Kupu-kupu adalah tulisan terakhir Jenak di Koran Jakarta edisi 8-9 Juni 2019.

Kabar duka ini tentu cukup mengejutkan publik, sebab sebelumnya pada 26 Juni lalu, ia sempat berangsur pulih dan akhirnya boleh pulang setelah dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Namun, nasib berkata lain, sastrawan dan wartawan senior kelahiran Surakar­ta, 26 November 1948 ini akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumahnya.

Jenazah Arswendo Atmowiloto pun disemayamkan di rumah duka, Komplek Kompas B-2, Jalan Damai, Petukangan Selatan, Ja­karta Selatan. Acara Misa Requiem sekaligus pelepasan jenazah dilaksanakan di Gereja St Matius Penginjil, Paroki Bintaro, Pondok Aren, hari Sabtu pagi, 20 Juli 2019. Selesai misa, jenazah akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Sandiego Hill, Karawang.

Semasa hidup, Arswendo juga dikenal sebagai wartawan di berbagai media massa, seperti Kompas, HAI, Monitor, dan kon­sultan di grup penerbitan Tab­loid Bintang Indonesia. Dia juga mendirikan grup penerbitan sendiri dengan melahirkan be­berapa tabloid dan majalah.

Arswendo pun pernah mendirikan Production House, PT Atmochademas Persada, yang memproduksi sinetron, film dan tayangan infotainment. Sinetron serial Keluarga Cema­ra, Deru Debu, Ali Topan Anak Jalanan, dan Satu Kakak Tujuh Keponakan adalah beberapa dari sekian banyak karya Arswendo yang meraih sukses.

Arswendo menikah dengan Agnes Sri Hartini dan dikaruniai tiga anak, yakni Albertus Wibisono, Pramudha Wardhana, dan Cicilia Tiara. Arswendo punya nama baptis Paulus, namun ia memakai nama Arswendo karena dianggapnya lebih pop.

Arswendo memang telah melahirkan banyak karya seni, baik penulisan untuk sinetron, drama, maupun tulisan di media massa. Dalam penulisannya itu, tak jarang pula ia menggunakan nama samaran. Beberapa karyanya yang dimuat di media massa, yakni seperti cerita bersambungnya, Sudesi (Sukses dengan Satu Istri), di Harian Kompas, ia menggunakan nama Sukmo Sasmito.

Untuk Auk yang dimuat di Suara Pembaruan ia memakai nama Lani Biki, kependekan dari Laki Bini Bini Laki, nama iseng yang ia pungut sekenanya. Nama-nama lain yang pernah dipakainya adalah Said Saat dan BMD Harahap.

Menilik lebih jauh soal karya sastra, di era 1972, ia pernah memenangkan Hadiah Zakse atas esainya Buyung - Hok dalam Kreativitas Kompromi. Dramanya, Penantang Tuhan dan Bayiku yang Pertama, memperoleh Hadiah Harapan dan Hadiah Perangsang dalam Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara DKJ 1972 dan 1973. Pada 1975, dalam sayembara yang sama ia mendapat Hadiah Harapan atas drama Sang Pan­geran. Karya novel sejarah berseri paling spektakuler adalah Senopati Pamungkas.

Dramanya yang lain, Sang Pema­hat, memperoleh Hadiah Harapan I Sayembara Penulisan Naskah Sandi­wara Anak-Anak DKJ 1976. Selain itu, karyanya Dua Ibu (1981), Kelu­arga Bahagia (1985), dan Mendo­blang (1987) mendapatkan hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K pada 1981, 1985, dan 1987. Pada 1987 Arswendo memperoleh Hadiah Sastra Asean. yzd/R-1

Tampilkan Semua

Dian Triansyah Djani

Sabtu 20/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pada 1 Mei 2019, Indonesia resmi memegang jabatan presidensi atau pimpinan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB), di Markas Besar PBB, Manhattan, New York, Amerika Serikat. Jabatan ini berlangsung selama satu bulan....
Selengkapnya

Spesialis Pengintai, Tak Ada Senjata

Sabtu 20/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Berbeda dengan drone MQ-1 Predator dan MQ-9 Reaper yang difungsikan sebagai drone serang dengan kemampuan peluncuran roket, drone Global Hawk tidak dilengkapi senjata. Pesawat ini hanya digunakan sebagai pengumpul informasi. Karena itu,...
Selengkapnya

Misi Intelijen “Real Time”

Sabtu 20/7/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dilansir CNN, Global Hawks digunakan dalam misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dan memberi data atas wilayah laut dan pesisir yang luas secara real-time. Bahkan menurut perusahaan yang memproduksinya yakni Northrop Grumman,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta