Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
WAWANCARA

Syamsuar

Syamsuar

Foto : ANTARA/ Akbar Nugroho Gumay
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo telah melantik Syamsuar dan Edy Nasution sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2019–2024. Pelantikan yang digelar di Istana Negara ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20/P Tahun 2019 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Masa Jabatan 2019–2024.

Prosesi pelantikan Gubernur dan Wagub Riau ini diawali dengan penyerahan petikan Keppres Nomor 20/P Tahun 2019 di Istana Merdeka, Jakarta. Setelah itu, Presiden Joko Widodo dengan didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Riau melakukan kirab menuju Istana Negara sebagai tempat pelantikan.

Pasangan Syamsuar dan Edy Nasution menjadi Gubernur dan Wagub Riau setelah ditetapkan KPU Riau menang pemilihan kepala daerah serentak 2018 lalu. Pasangan Syamsuar menang telak dengan meraih 799.289 suara atau meraih 38,20 persen dan unggul di 9 dari 12 kabupaten dan kota di Riau.

Mereka mengalahkan Arsyadjuliandi Rachman (petahana Gubernur Riau)-Suyatno (Bupati Rohil) dengan suara 507.187 suara atau 24.24 persen, Firdaus-Rusli Effendi, meraih 416.248 suara atau 19.89 persen, dan Lukman Edy-Hardiyanto sebesar 369.802 atau meraih 17,67 persen.

Yang menarik dari pasangan Syamsuar-Edy Nasution yang dalam pemilihan kepala daerah tahun 2018 diusung PAN, PKS, dan Nas- Dem ini dalam Pilpres 2019 dengan tegas mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Tantangan Syamsuar-Edy Nasution ke depan jelas cukup berat. Butuh kerja keras semua pihak untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang mapan, melalui kesiapan infrastruktur, peningkatan pembangunan sektor pendidikan, serta memberikan jaminan kehidupan agamis dan pengembangan budaya Melayu secara proporsional.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi Riau untuk memajukan wilayahnya, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Umar Fadloli, berkesempatan mewawancarai Gubernur Riau, Syamsuar, usai dilantik Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu. Berikut petikan selengkapnya.

Apa yang akan Anda dilakukan setelah menjabat Gubernur Riau?

Yang pertama, kami akan melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan karena sekarang Riau sudah memasuki musim kering. Saat masuk musim kemarau, di beberapa wilayah kami sering terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Teknis pelaksanaannya seperti apa dan melibatkan siapa saja?

Kami akan turun ke semua kabupaten dan kota bersama anggota forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau. Sosialisasi kami gelar agar nanti masyarakat kami lebih dini mereka tahu nanti pentingnya menghadapi kekeringan. Yang kami khawatirkan adalah kebakaran hutan dan lahan.

Ada berapa jumlah titik api di Riau?

Yang baru-baru ini ada beberapa titik api, tapi kami semua yang ada di daerah bisa mengatasi masalah tersebut.

Terkait status siaga darurat, langkah apa yang akan dilakukan?

Ini menunggu saya selesai dilantik dan serah terima jabatan. Setelah itu, nanti kami buat apa yang harus segera dilakukan. Karena dengan adanya penetapan tersebut, kami bisa memanfaatkan anggaran sekaligus juga bertindak cepat dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Inilah pentingnya langkah tersebut. Makanya setelah dilantik, kami akan segera turun ke semua kabupaten dan kota untuk memastikan semua siap mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Semua ini agar tentunya tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan yang mengganggu kehidupan kami sehari-hari.

Apakah ada pesan khusus dari Presiden Joko Widodo terkait dengan kebakaran hutan dan lahan ini?

Tentunya ada pesan dari Presiden Joko Widodo. Sudah dari sejak lama Presiden Joko Widodo punya perhatian yang sangat besar terhadap kebakaran hutan dan lahan. Kami tahu dan menyadari bahwa Riau ini langsung berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.

Kami ingin menjaga muruah negeri ini agar di masa mendatang tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan yang nanti membuat asap mengganggu aktivitas masyarakat. Jangan sampai asap dari kebakaran hutan dan lahan mengganggu anak sekolah dan kehidupan masyarakat, kegiatan penerbangan. Kami harapkan ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Selain itu, program apa yang akan Anda dilakukan?

Kedua, kami tentunya juga akan mengajukan rancangan Peraturan Daerah (Perda) turunan daerah pendidikan gratis 12 tahun. Ini semuanya dalam rangka memastikan agar semua anak-anak Riau bisa mengenyam pendidikan sampai dengan Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA).

Selanjutnya, apa lagi yang akan Anda dilakukan dalam waktu dekat, khususnya yang menjadi program prioritas?

Kami akan membenahi layanan kesehatan terutama di rumah sakit, baik yang ada di kota maupun kabupaten dalam rangka pelayanan BPJS. Kami juga akan membenahi aset daerah. Kami menyadari bahwa masalah aset daerah ini juga perlu dibenahi agar nanti pengelolaan keuangan kami bisa lebih baik di masa mendatang.

Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk dapat segera mewujudkan semua itu?

Selanjutnya, kami akan menyiapkan call center untuk pengaduan masyarakat secara langsung kepada Gubernur dan Wagub Riau. Ini dibuat agar kami bisa bertindak cepat menyikapi dan merespons pengaduan-pengaduan dari masyarakat untuk perbaikan pelayanan.

Kami juga akan menyediakan video conference yang sekaligus bisa bersama berkomunikasi dengan para bupati, wali kota se-Riau. Ini menjadi salah satu solusi melihat kondisi geografis Riau yang begitu luas. Tentunya pada suatu saat tertentu nanti kami tak harus mengumpulkan seluruh bupati, wali kota di Pekanbaru tapi kami semua langsung mengadakan rapat terbatas dengan bupati, wali kota dengan menggunakan video conference.

Terkait pembenahan birokrasi apa yang akan dilakukan, di mana beberapa pejabat di Provinsi Riau sebelumnya tertangkap KPK?

Kami akan melakukan pembenahan birokrasi. Sebagai pemimpin yang baru, tentunya kami melakukan konsolidasi dengan semua jajaran di Provinsi Riau agar mereka punya satu persepsi untuk memajukan Riau.

Kami juga akan menyiapkan konsep Riau hijau. Program Riau hijau adalah kepedulian kami terhadap lingkungan. Kami akan menyiapkan konsep ini dengan melibatkan masyarakat. Selanjutnya akan meningkatkan reforma agraria yang sekarang berupa perhutanan sosial.

Terkait pencegahan korupsi sendiri apa saja yang akan Anda lakukan agar tidak ada pejabat atau aparat birokrasi di Provinsi Riau berurusan dengan KPK?

Untuk korupsi, pertama saya sudah diundang oleh KPK pada tanggal 30 Januari lalu dalam rangka untuk memberitahukan kondisi Riau saat ini. Yang menjadi tugas utama saya untuk membenahi semua itu.

Dalam pertemuan dengan KPK, Anda akan membicarakan hal ini?

Insya Allah nanti jam 13.00 WIB, kami bersama Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, akan berkunjung ke KPK.

Ada pesan yang akan disampaikan ke KPK?

Ya itu sudah ada petunjuk-petunjuknya baik dalam pengadaan, pembenahan pegawai, pelelangan, termasuk pengelolaan aset. Jadi, sudah ada petunjuk dari KPK untuk diharapkan di masa mendatang tidak terjadi lagi sesuatu hal yang tidak kita harapkan.

Berharap tidak ada yang korupsi lagi?

Mudah-mudahan. Insya Allah, kami sudah bertekad dengan Pak Edy (Wagub) tidak akan terjadi lagi pejabat di Provinsi Riau yang harus berurusan pidana ke KPK dan tersangkut masalah korupsi.

Bagaimana tanggapan Anda terkait kepemimpinan Presiden Joko Widodo?

Sekarang kami melihat bahwa kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah banyak program nyata untuk mempercepat pembangunan di daerah, termasuk juga untuk pembangunan infrastruktur, reforma agraria, Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), dan sebagainya. Saya berharap beliau (Jokowi) bisa dua periode menjabat sebagai Presiden.

Infrastruktur yang dibangun seperti apa?

Jalan tol ke Padang belum selesai. Kan program Presiden Joko Widodo tol Sumatera. Saya dapat informasi lagi nanti ada tol Riau ke Jambi. Pekerjaanpekerjaan ini kan masih perlu dilanjutkan.

Jadi Anda secara tegas mendukung Jokowi?

Ya, tentunya mendukung. Banyak pembangunan dilaksanakan dengan baik dan bisa dirasakan masyarakat, terlebih pembangunan di desa-desa.

Anda akan ikut kampanye juga untuk Jokowi?

Itu nantilah. 

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment