Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments
Wawancara

Syafruddin

Syafruddin

Foto : antara
A   A   A   Pengaturan Font

Para atlet yang tergabung dalam kontingen Indonesia sudah siap berlaga dalam ajang Asian Games 2018. Mereka yang akan bertanding di Asian Games harus percaya diri demi meraih prestasi terbaik. Kontingen Indonesia ini sudah secara resmi dikukuhkan oleh Menteri Koordinator Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, awal bulan Agustus.

Saat upacara pengukuhan, kontingen Indonesia ini membacakan janji atlet yang di antaranya berisi soal kesiapan mereka untuk bertanding, serta menjunjung tinggi sportivitas demi kehormatan bangsa. Para atlet satu per satu juga melakukan sesi penciuman bendera Merah Putih yang diiringi lagu Bagimu Negeri.

Kontingen Indonesia yang akan berlaga dalam Asian Games 2018 ini dipimpin oleh Komandan Kontingen (Chef de Mission/CdM), Komjen Pol Syafruddin, beranggotakan 938 atlet. Adapun jika ditambah dengan pelatih dan ofisial, kontingen Indonesia bakal berjumlah 1.388 orang. Asian Games 2018 sudah dimulai sejak 10 Agustus, yakni diawali dengan pertandingan cabang olahraga sepak bola.

Sementara itu, upacara pembukaan Asian Games 2018 baru dilakukan pada 18 Agustus 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pesta akbar se-Asia 2018 ini akan berlangsung hingga upacara penutupan yang berlangsung pada 2 September 2018. Kontingen Indonesia Asian Games 2018 sudah mulai masuk Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta pada 15 Agustus 2018. Kedatangan mereka disambut dengan upacara penyambutan welcoming ceremony yang ditandai dengan dinaikkannya bendera Merah Putih. Para atlet Indonesia ini ditempatkan di Tower 6. Rombongan besar kontingen Indonesia masuk ke Wisma Atlet Kemayoran pada 16 dan 17 Agustus, mengingat di tanggal 19 Agustus cabang bulu tangkis dan bola voli sudah akan bertanding.

Setidaknya dari 40 cabang olahraga, ada 15 cabang olahraga yang berpotensi mendulang emas untuk Indonesia di Asian Games 2018. Cabang olahraga tersebut, antara lain panahan, bulu tangkis, atletik, angkat besi, wushu, karate, sepeda, dayung, panjat dinding, paralayang, jetski, kanoe, menembak, taekwondo, dan bridge. Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan serta dipersembahkan oleh para atlet Indonesia dalam ajang Asian Games 2018 ini, wartawan Koran Jakarta, Eko Nugroho dan Muhammad Umar Fadholi berkesempatan mewawancarai Komandan Kontingen (Chef de Mission/CdM) Indonesia di Asian Games 2018, Komjen Pol Syafruddin, pada beberapa kesempatan terpisah, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan tim Indonesia bisa masuk peringkat 10 besar Asian Games 2018 dengan peraihan medali minimal 16 emas. Bagaimana persiapannya agar target tersebut tercapai? Kami sudah siap semuanya. Suah siap 100 persen. Untuk medali emas 16 buah itu target paling kecil. Semoga kami bisa meraih lebih banyak dari jumlah tersebut.

Ada kemungkinan bisa menambah medali emas lebih dari 16 buah, melebihi dari yang ditargetkan? Kemungkinan bisa lebih dari yang ditargetkan ya.

Cabang olahraga apa yang ditargetkan bisa memberikan kejutan dan dapat meraih medali emas lebih banyak dari yang ditargetkan? Yang memberikan kejutan diharapkan salah satunya adalah dari cabang olahraga bulu tangkis.

Selain itu apa lagi? Atletik juga menjadi harapan meraih medali emas bagi bagi kontingen Indonesia. Untuk cabang olahraga lainnya bagaimana? Ya kita lihat nantilah di cabang olahraga lainnya.

Untuk persiapan dan agar bisa memberikan dorongan semangat bagi para atlet yang akan bertanding di Asian Games adalah cukupnya uang saku para atlet. Bagaimana uang saku atlet apakah sudah diterima para atlet? Uang saku untuk para atlet sudah cair semuanya. Uang saku sudah ada di KOI (Komite Olimpiade Indonesia) dan akan dibagikan kemudian. Begitu juga dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah selesai. Yang sisa 30 persen juga hampir selesai. Jadi semua masalah, khususnya soal uang saku, sudah dapat diselesaikan dengan baik.

Setelah Anda megecek fasilitas dan kondisi wisma atlet yang dihuni para atlet tim Indonesia, bagaimana tanggapannya? Tadi, saya cek satu per satu fasilitas yang harus mereka terima. Dari apartemen hingga menunya. Alhamdulillah, semua saya nilai sangat bagus. Makanannya sangat enak dan bergizi. Gizinya sangat memadai.

Untuk kamar atlet di Wisma Atlet Kemayoran, bagaimana fasilitasnya? Karena atlet dari negara lain pun akan menggunakan fasilitas kamar di wisma atlet tersebut? Ini fasilitasnya terbaik. Cocok buat pengantin baru. Tidak kebesaran, tapi juga tidak kekecilan. Cukuplah bagi para atlet, termasuk yang dari Kontingen Indonesia.

Saat menemui para atlet, apa yang Anda sampaikan? Adakah pesan khusus untuk para atlet yang akan segera bertanding? Saya menyapa setiap atlet yang saya temui untuk minta masukan tentang fasilitas di sini. Selain itu, saya memberi semangat bertanding kepada mereka. Seperti atlet polo yang saya jumpai, kan mau bertanding melawan Jepang, pada sore ini.

Untuk Stadion Madya, di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, bagaimana persiapan menjelang pelaksanaan Asian Games? Stadion Madya ini pun sudah memenuhi standar internasional, apalagi yang stadion utama Gelora Bung Karno yang akan dipakai untuk Asian Games. Sudah tak diragukan lagi. Sekarang bagaimana kita memanfaatkan momentum ini agar para atlet kita berada pada puncak prestasi. Kemajuan latihan dan persiapan para atlet saya pantau terus secara intens. Sudah tidak ada masalah lagi.

Atletik menjadi harapan untuk mendulang emas, bagaimana persiapannya? Atletik menjadi harapan emas bagi Indonesia. Makanya, saya ke sini (mengecek para atlet untuk) untuk memberi semangat dan dukungan kepada mereka. Tinggal menunggu janjinya, terutama janji Lalu Mohammad Zohri (sprinter juara dunia junior lari 100 meter) ya. Supaya tidak hanya juara di luar negeri, tapi juga juara di negeri sendiri.

Untuk atletik, berapa emas yang ditargetkan? Sebanyak-banyaknya. Kalau bisa ya lima emas. Kita punya sejarah prestasi bagus di atletik. Karena itu, saya mendorong terus agar atlet-atlet kita pada puncak prestasi saat event nanti.

Untuk cabang bulu tangkis sendiri bagaimana persiapannya? Bulu tangkis sudah mendapat medali emas di ajang Olimpiade, gelar juara dunia di mana-mana. Di Indonesia, belum ada cabang olahraga lain yang menyamai bulu tangkis. Saya berharap bulu tangkis akan kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang Asian Games ini.

Jadi secara keseluruhan, bagaimana persiapan seluruh cabang olahraga? Tekad kami bulat akan mempertaruhkan segala-galanya menghadapi Asian Games 2018 ini. Tim Indonesia siap. Insya Allah (target medali emas) akan tambah. Tidak ada yang akan berkurang dari target yang sudah ditetapkan. Asian Games (kali ini) menjadi pertaruhan bangsa, kembali kami memohon doa seluruh rakyat Indonesia. Mohon dukungan, silakan datang ke semua event karena setiap event ada fasilitas untuk penonton Indonesia. Utamanya pada olahraga yang kurang populer agar memacu atlet meraih juara dan kemenangan.

Akan ada kejutan di Asian Games kali ini? Sudah ada, paling tidak ada empat cabang olahraga yang akan mempersembahkan medali emas yang selama ini tidak dibicarakan. Saya harus meyakinkan para atlet untuk siap bertanding. Semua perlengkapan dan mental mereka untuk siap menjadi juara. N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment