Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Pemungutan Suara | KPU Diminta Sempurnakan DPT

Surat Keterangan Tak Bisa untuk Milih

Surat Keterangan Tak Bisa untuk Milih

Foto : KORAN JAKARTA/M FACHRI
RAKER PERSIAPAN PEMILU | Ketua Bawaslu, Abhan (kanan), Komisioner KPU, Ilham Saputra (kiri), Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh (tengah), Dirjen Polpum Kemendagri Soedarmo (kedua dari kanan) mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR, di Gedung Kura-Kura Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/3). Rapat membahas persiapan Pemilu serentak 2019.
A   A   A   Pengaturan Font
Menjelang hari H pemungutan suara, berbagai persoalan krusial diselesaikan, salah satunya bagaimana persyarakat bagi pemilih yang belum masuk DPT.

 

JAKARTA – Pemilih dengan status tidak terdata dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, tidak diizinkan menggunakan hak pilihnya jika tidak memiliki KTP-elektronik. Ini berarti, surat keterangan (Suket) sebagai alternatif pemilihan bagi pemilih yang belum masuk DPT tidak akan berlaku.

Kesepakatan itu muncul usai terjadi perdebatan antar penyelenggara pemilu (KPU & Bawaslu) dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR dan Kemendagri, di Gedung Kura-Kura, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (19/2).

Ketua Bawaslu, Abhan, mempermasalahkan aturan yang termuat dalam PKPU Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas PKPU Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Penyusunan DPT Dalam Negeri yang tidak senafas dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

Menurut Abhan, Pasal 4 ayat (1) yang menjelaskan, untuk dapat menggunakan hak memilih, Warga Negara Indonesia harus terdaftar sebagai Pemilih kecuali yang ditentukan lain dalam Undang-Undang. Sedangkan ayat (2) disebutkan, Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi syarat: a. genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih pada hari pemungutan suara, sudah kawin, atau sudah pernah kawin dan huruf d, dapat menggunakan Surat Keterangan (Suket) yang diterbitkan oleh dinas yang menyelenggarakan urusan kependudukan dan catatan sipil setempat, yang berbeda dengan Pasal 348 ayat (1, 2 dan 9) yang memerintahkan, hanya pemilik KTP-elektronik saja lah yang dibolehkan terdata di DPT dan menggunakan hak pilihnya.

Abhan menilai, jika Suket dijadikan acuan bagi pemilih yang tidak terdata dalam DPT, akan berbahaya mendelegitimasi hasil pemungutan suara. Pasalnya, jika sikap KPU tetap dengan pendiriannya bagi pemilih yang telah melakukan perekaman data tetapi belum memiliki KTP-elektronik tetapi terdata di DPT dikhawatirkan dapat mendelegitimasi hasil pemilu.

Oleh karena itu Abhan mengusulkan agar KPU menyempurnakan daftar pemilih, dengan melakukan penyisiran Daftar Pemilih Hasil Perbaikan Ketiga (DPTHP-3). Namun harus dilihat terlebih dahulu potensi pemilih yang memiliki Suket itu berapa. Berdasarkan data KPU berdasarkan hasil DPTH-2, DPT Pemilu 2019 untuk WNI sejumlah 190.770.329, sedangkan data Disdukcapil, baru 188.445.040 pemilih yang sudah merekam KTP-elektronik.

Artinya masih ada sekitar 2,7 juta pemilih yang belum merekam KTP-elektronik tetapi sudah terdaftar dalam DPT Pemilu 2019. Kondisi seperti itu bila tidak disikapi, maka akan sama dengan orang-orang yang belum terdaftar di DPT namun sudah melakukan perekaman KTP-elektronik. “Kami usulkan KPU kembali lakukan pemeliharaan DPT tahap 3,” kata Abhan.

Rawan Digugat

Menanggapi itu, Anggota KPU Hasyim Asy’ari menilai, pada prinsipnya syarat utama yang termuat dalam menyusun PKPU 37 Tahun 2018 yang membolehkan pemilih menggunakan Suket bila sudah melakukan perekaman KTP-elektronik, asalkan sudah terlebih dahulu terdata dalam DPT Pemilu 2019.

Sebab, dalam melakukan penyusunan DPT, KPU menggunakan data DPT Pemilu 2014 dan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Kemendagri, sehingga bukan tidak mungkin perlu penyempurnaan kembali dalam menyusunnya. Sehingga KPU tidak terburu-buru melakukan bagi pemilih yang sudah masuk DPT sebelumnya dan tidak lagi memenuhi syarat pada Pemilu 2019.

“Kami sudah sampaikan ke Dirjen Dukcapil terkait itu. Jadi misal ada 2,7 juta oramg ternyata belum merekam tapi sudah masuk DPT ya tidak apaapa,” ungkap Hasyim. rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment