Koran Jakarta | September 23 2018
No Comments
Kinerja Pemerintahan

Surabaya Perjuangkan Kota Layak Anak

Surabaya Perjuangkan Kota Layak Anak

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA - Ledakan bom yang menelan banyak korban jiwa di sejumlah lokasi di Kota Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, tidak menyurutkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, untuk terus menjaga citra Kota Pahlawan itu agar tetap baik. Berbagai upaya dilakukan untuk menjadikan Kota Pahlawan tetap baik dari segala bidang telah membuahkan hasil.

Berbagai predikat telah diraih Kota Surabaya semasa kepemimpinan Risma selama dua periode itu. Salah satu yang saat ini ditekankan Risma adalah menjadikan Kota Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Untuk mewujudkan semua itu, Risma belum lama ini mendapat kunjungan dari Tim Evaluasi Nasional Kota Layak Anak (KLA).

Kunjungan tersebut dalam rangka penilaian dan verifikasi lapangan lomba Kota Layak Anak 2018. Tim juri yang berjumlah lima orang tersebut, mengawali kunjungannya ke lapangan dengan mendatangi sejumlah tempat di Surabaya, seperti Puspaga, CC Room 112, dan Koridor Co-Working Space. Terakhir, mereka bertemu dengan Risma di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya.

Di hadapan tim juri, Risma memaparkan bagaimana selama ini Pemerintah Kota Surabaya menangani permasalahan anak di Surabaya. Risma menyampaikan berbagai upaya Pemkot Surabaya dalam menjadikan Kota Pahlawan menjadi kota yang layak terhadap anak, mulai dari menyediakan berbagai fasilitas untuk anak-anak, hingga menyelesaikan masalah anak-anak yang mengalami kasus hukum.

“Kami punya berbagai fasilitas untuk menampung anak-anak menyalurkan hobinya dan berbagai fasilitas pendukung untuk sekolah mereka,” kata Risma. Selain itu, Kota Pahlawan juga mempunyai banyak Taman Baca Masyarakat (TBM), Broadband Learning Center (BLC), rumah bahasa, dan berbagai fasilitas olahraga.

Wali Kota Perempuan Pertama di Surabaya ini mencontohkan Pemkot Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga mempunyai Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Gedung Siola. Di Puspaga, warga Surabaya bisa melakukan konsultasi seputar masalah keluarga hingga konsultasi bagi pasangan yang akan menikah (pranikah). Pemkot Surabaya juga mendorong anak-anak muda untuk aktif di Karang Taruna yang tersebar di 154 kelurahan di Surabaya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga memiliki tempat khusus untuk menampung anak-anak Surabaya yang tersandung dengan berbagai kasus hukum. Menurut Risma, penempatan anak-anak tersebut diperlukan untuk memberikan pembinaan kepada mereka agar bisa berubah dan tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami juga memiliki shelter khusus untuk anak-anak yang memerlukan penanganan khusus,” katanya. Berikan Apresiasi Ketua Tim Evaluasi Kota Layak Anak (KLA), Hamid Patilima, memberikan apresiasi positif kepada Risma atas keberhasilannya dalam penanganan yang telah dilakukan kepada anak korban jaringan teroris. “Menurut saya, Ibu telah sukses untuk mengatasi itu,” ujarnya. Menurut Hamid, salah satu kota yang menempati urutan utama Kota Layak Anak baru Surabaya dan Surakarta pada 2017. SB/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment