Surabaya Perbanyak Penerapan Jarak Sosial di Pasar | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Penanganan Wabah - Pemkot Operasikan Laboratorium Baru untuk Tes Swab

Surabaya Perbanyak Penerapan Jarak Sosial di Pasar

Surabaya Perbanyak Penerapan Jarak Sosial di Pasar

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 maka semua pihak, termasuk para pedagang harus tetap mengimplementasikan jaga jarak saat berjualan di pasar.

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menata sejumlah pasar untuk mencegah penyebaran Covid- 19. Satpol PP bekerja sama dengan Bagian Perekonomian, PD Pasar, dan jajaran kecamatan terus mengawasi dan menata pasar se-Surabaya. Pasar yang sudah ditata dan melakukan physical distancing adalah Pasar Karang Menjangan, Pasar Pegirian, dan Pasar Tembok Dukuh.

“Sedangkan yang sedang proses ditata atau akan menyusul ditata adalah Pasar Nyamplungan, Pasar Pakis, dan Pasar Pulo Wonokromo. Kami sudah mengawasi 31 pasar yang ada di beberapa kecamatan,” kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, di Surabaya, Kamis (4/6).

Menurut Eddy, penataan dilakukan dengan menyiapkan lahan sementara bagi pedagang agar berjualan di jalan. Sedangkan di jalan tersebut telah ditandai dengan garis-garis sebagai petak atau stan untuk berjualan.

“Para pedagang yang ada di dalam pasar, beberapa kami minta untuk berjualan di luar atau di jalan. Ada petak sekitar 2x2 meter yang memiliki jarak antarpedagang, sehingga physical distancing bisa dilakukan. Ini sangat penting untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di pasar-pasar,” kata Eddy.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan laboratorium yang berfungsi untuk melakukan tes swab bagi warga yang terpapar virus korona di Kota Surabaya mulai beroperasi.

“Saya memang ingin secepatnya laboratorium itu dioperasikan supaya kehidupan warga kembali normal,” kata Risma.

Pinjam Ruangan

Menurut Risma, Pemkot Surabaya sudah mendapat bantuan dari Badan Intelijen Negara (BIN) berupa alat polymerase chain reaction (PCR) untuk keperluan membuat laboratorium sendiri. Untuk sementara ini, Pemkot meminjam ruangan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya untuk menempatkan alat PCR itu dan membuat laboratorium.

“Kami pinjam ruangan dulu. Alhamdulillah laboratorium sudah bisa kami gunakan. Sambil menunggu Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) kami jadi,” kata Risma.

Bahkan, lanjut dia, sejak Rabu (3/6), Pemkot Surabaya sudah mulai mengoperasikan laboratorium tersebut untuk melakukan tes swab. Sudah ada ratusan sampel yang dikirimkan ke BBTKLPP untuk dilakukan tes swab. Risma mengatakan laboratorium tersebut diperlukan karena tidak selamanya menggunakan mobil PCR milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BIN yang sudah beroperasi di Surabaya hampir sepekan.

Apalagi, mobil milik BNPB dan BIN tersebut tidak bisa selamanya berada di Surabaya untuk melakukan tes swab, melainkan harus keliling ke daerah lain di Jawa Timur atau Indonesia. Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Surabaya, M Fikser mengatakan pihaknya sudah bertemu dan berkoordinasi dengan Kepala BBTKLPP Surabaya, Rosidi Roslan.

SB/Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment