Koran Jakarta | November 21 2018
No Comments

Sukses Membangun “Kerajaan” Bisnis Cendol

Sukses Membangun “Kerajaan” Bisnis Cendol

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Madesu: Masa Depan Sukses!

Penulis : Danu Sofwan

Penerbit : Pastel Books

Cetakan : Februari 2018

Tebal : 216 halaman

ISBN : 978-602-6716-20-0

 

Dulu, Danu Sofwan bukan siapa-siapa. Namun dengan kemauan keras dan tidak pantang menyerah, sekarang terdaftar sebagai salah satu pengusaha muda sukses Indonesia. Dialah pendiri Randol—bisnis minuman cendol dengan lebih dari 700 outlet tersebar di seluruh Indonesia.

Buku ini menjelaskan tip dan trik suksesnya menjadi pebisnis. Buku ini memberi rumus MLM untuk suskes sebagai singkatan multi- Level motivation. Motivasi kekuatan tersembunyi yang mendorong untuk membangkitkan, mengarahkan, merangsang, dan mendongkrak gairah seseorang bertindak mencapai tujuan. “The best motivation is yourself,” (hal 25).

Sebelum sukses, penulis pernah berada pada titik paling rendah. Setelah usaha ayahnya bangkrut, Danu harus menjadi kepala keluarga dan mengumpulkan uang untuk bertahan hidup. Sepuluh kali membangun bisnis, tetapi selalu gagal, bahkan sempat menjadi korban penipuan. Namun Danu tidak menyerah. Dia terus merangkak dan memotivasi diri untuk bangkit. Tagline madesu: masa depan suram yang kerap menghantui pikirannya, dijadikan motivasi tertinggi untuk mengalahkannya dan mengganti suram dengan sukses.

Dalam membangun bisnis, kegagalan akan selalu sangat dekat. Tidak mungkin sebuah usaha dimulai dan langsung melejit sukses. Bahkan Thomas Alva Edison gagal beribu kali sebelum akhirnya sukses menciptakan lampu bohlam pertama di dunia. Danu juga berkali-kali gagal membangun bisnis.

Namun kegagalan itu tidak pernah menyurutkan membuat semangat. Dia mempraktikkan POC: passion (hasrat), oppurtunity (peluang) dan chance (kesempatan). Dia memiliki passion kuat membangun bisnis cendol. Dia menyukai dan menikmati yang tengah dikerjakan. Steve Jobs mengatakan, “Satu-satunya jalan untuk menghasilkan karya yang hebat mencintai yang kamu kerjakan,” (hal 41).

Danu juga memanfaatkan peluang dan meyakini selalu ada kesempatan untuk meraih sukses. Dia tidak peduli ketika ide berbisnis cendol yang sempat dipandang sebelah mata dan ditertawakan teman-temannya. Danu lebih memilih tetap bergerak untuk mewujudkan impiannya itu. Tentu saja Danu melakukan berbagai riset sebelum benar-benar memulai. Hasilnya bisa dilihat sekarang. Bisnisnya maju dan mengantarkan menjadi pengusaha muda sukses.

Banyak orang mampu, tapi tak sedikit pula yang tidak memanfaatkannya. Orang-orang berhasil tidak pernah menunggu kesempatan datang. Mereka menjemput kesuksesan atau mencoba menciptakan. Seperti ungkapan klasik, “Seorang pesimistis selalu melihat banyak kesulitan di setiap kesempatan. Sebaliknya, seorang optimistis selalu melihat banyak kesempatan dalam kesulitan,” (hal 46).

Inilah yang dilakukan Danu. Dia menyadari bisnis cendol sudah di mana-mana. Bahkan mirisnya, cendol kerap hanya dikenal sebagai minuman pinggiran. Maka, dia perlu membuat sesuatu yang unik dan berbeda dari minuman cendol yang sudah ada. Dia harus mengangkat minuman cendol ke pasar modern. Dia pun mulai melakukan konsep, mulai dari membuat brand yang eye caching. Dia juga membuat packaging yang fresh. Menciptakan logo yang menarik, fleksibel, dan futuristik (hal 110). 

Diresensi Ratnani Latifah, Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment