Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments

Sukses Berbisnis Kuliner

Sukses Berbisnis Kuliner
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, kami sekeluarga hobi kuliner dan ingin men­coba berbisnis kuliner. Tolong tips-tipsnya ya Bu.

Jawaban:

Anda tertarik dengan bisnis kuliner atau makan­an? Bisnis makanan me­mang bisa menjadi bisnis yang menghasilkan untung banyak. Ini karena makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang tentunya tidak dapat dipisahkan.

Banyak bisnis makanan yang bisa Anda coba. Anda bisa membuka bisnis restoran, makanan ringan, atau cake tergantung minat Anda.

Berikut 10 hal yang harus diperhatikan dalam mem­buka bisnis kuliner seperti yang dikutip dari Laruno. com.

  1. Modal Awal Usaha

Anda perlu menyediakan modal awal untuk memba­ngun bisnis kuliner Anda. Jika Anda tidak mempunyai modal yang cukup, ada ba­nyak cara untuk menutupi kekurangan modal, misalnya mencari rekanan yang bisa diajak kerja sama atau men­cari pinjaman.

  1. Lokasi Usaha

Tentukanlah tempat usaha yang banyak dikunjungi atau dilewati banyak orang. Saat menentukan lokasi usaha juga harus memperhitung­kan modal yang akan dike­luarkan.

  1. Menu Andalan

Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan penelitian terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Kemudian, pilihlah menu yang belum banyak dijual agar mengurangi tingkat persaingan. Namun, pilihan menu tersebut harus disesuaikan dengan target pasar atau konsumen.

  1. Pemasok Bahan Baku

Memiliki pemasok tetap yang dapat memasok semua bahan baku produksi setiap harinya sangat dianjurkan untuk kelancaran proses produksi. Selain bisa menda­patkan harga relatif murah, Anda pun bisa menjadi orang kepercayaan jika Anda dalam keadaan sulit atau terjepit modal.

Selain itu, Anda juga bisa diprioritaskan jika suatu saat bahan baku yang Anda butuhkan langka di pasar­an. Usahakan memiliki lebih dari satu pemasok sebagai alternatif bila pemasok yang satu tidak bisa menyediakan permintaan.

  1. Sumber Daya Manusia (SDM)

Idealnya, karyawan ter­bagi ke dalam kelompok tukang masak, pelayan, dan kasir. Namun, bila usaha ter­golong kecil, seorang asisten yang dapat mempermudah pekerjaan Anda itu saja su­dah cukup.

Jangan lupa untuk memer­hatikan kesejahteraan kar­yawan dengan memberi gaji sepadan dan tepat waktu. Hal ini untuk menjaga kestabilan keterampilan dan kesiapan karyawan.

  1. Target Pemasaran

Menyesuaikan jenis usaha dengan target pasar merupa­kan salah satu kunci sukses menjalankan usaha makanan dan minuman. Walaupun Anda menawarkan harga murah meriah sekalipun, jika tidak sesuai dengan selera konsumen, ini bisa menjadi kendala.

  1. Promosi yang Tepat

Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi andalan promosi usaha Anda ke banyak orang. Ini berhasil jika Anda bisa memuaskan konsumen dan nantinya mereka pun bisa menjadi pelanggan setia.

  1. Perizinan Usaha

Demi keamanan dan kenyamanan usaha, pastikan Anda mengurus surat izin usaha dari instansi pemerin­tahan atau pihak berwenang setempat.

Jika usaha semakin ber­kembang dan besar, ada baiknya segera mengurus Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) bagi usaha Anda, mengurus perizinan ke Kementerian Kesehatan, bahkan kalau bisa mengurus sertifikasi halal untuk semua produk usaha Anda ke Maje­lis Ulama Indonesia (MUI).

  1. Sikap dan Perilaku

Penting untuk menjaga sikap maupun perilaku Anda saat berhadapan konsumen. Semakin Anda ramah dan sopan maka akan sema­kin banyak konsumen yang berniat menjadi pelanggan Anda. Coba Anda bayangkan apakah Anda mau berbe­lanja pada pedagang yang sombong, pelit, atau jutek? Apalagi kalau penampilan berantakan dan dekil.

  1. Iringi dengan doa

Bekerja sambil berdoa adalah kunci keberhasil­an Anda. Berjuanglah dan teruslah berdoa kepada Yang Maha Esa, karena dialah yang menilai hasil kerja keras Anda. Jadilah peng­usaha yang jujur, bersih dan amanah.

Yuk, mulailah segera bisnis kuliner Anda. Semoga bermanfaat.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment