Suhu Dingin Bandung Masih dalam Tataran Normal | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
Perubahan Iklim

Suhu Dingin Bandung Masih dalam Tataran Normal

Suhu Dingin Bandung Masih dalam Tataran Normal

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG - Suhu di wilayah Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (6/7), merupakan suhu terendah selama Juli 2018, yakni mencapai 16,4 derajat Celsius. Dengan suhu 16,4 derajat Celcius maka wajar apabila udara di wilayah Bandung, khususnya pagi hari, terasa dingin.


Demikian dikatakan oleh Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Iid Mujtahiddin, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/7).


Dia menjelaskan, suhu di wilayah Bandung yang mencapai 16,4 derajat Celcius tersebut karena udara pada musim kemarau lebih dingin dibandingkan dengan musim hujan.

“Setiap musim kemarau itu terkait angin barat, kalau musim hujan itu angin timur atau angin pasat tenggara dari Benua Australia.

Nah, di kita sedang musim kemarau, di Australia sekarang musim dingin. Maka setiap musim kemarau, suhu udara jauh lebih dingin dibandingkan saat musim hujan,” papar dia.


Iid memperkirakan penurunan udara di wilayah Bandung akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. “Kami punya catatan bahwa dalam kurun waktu 40 tahun terakhir, suhu terendah di wilayah Bandung itu pernah mencapai 11,2 derajat Celcius,” katanya.


Selain itu, adanya siklon tropis Maria di timur Filipina, menyebabkan kecepatan angin yang melewati Jawa Barat berembus relatif kencang pada musim kemarau ini.


Secara terpisah, Kepala Bagian Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko, mengatakan suhu dingin yang dirasakan di Bandung, beberapa hari terakhir, masih dalam tatanan normal.

“Saat ini memang berada di puncak musim kemarau (Juli–Agustus), ditandai dengan suhunya lebih dingin, siang lebih panas, anginnya lebih kencang,” katanya.


Dia menjelaskan mengenai informasi beredar di sosial media (medsos) mengenai suhu di Bandung yang mencapai 15 derajat Celcius saat ini bukanlah yang terdingin.

Sebab, suhu minimum yang terjadi di Bandung pernah 12,4 derajat Celcius pada Juli 1986 dan di Lembang pernah 9,8 derajat Celcius pada Juli 1991.


Hary mengatakan Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Juli sampai Agustus. Dengan indikator aktifnya monsun Australia, Indonesia mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari Australia yang menuju ke Asia.


Aliran massa dingin itu menyebabkan perubahan suhu menjadi lebih dingin di sejumlah wilayah Indonesia yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa.

Pengaruhnya terasa mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, dan Bali.


“Masyarakat diingatkan tidak perlu khawatir dan resah. Yang penting mempersiapkan diri menghadapi udara dingin ini,” kata Hary. tgh/eko/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment