Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Dampak Pemilu 2019 - “Stakeholder” Ekonomi di Dunia Berharap RI Mampu Lanjutkan Kemajuan

Stabilitas Makro Ekonomi Terjaga

Stabilitas Makro Ekonomi Terjaga

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Kepercayaan investor asing saat ini didorong oleh anggapan bahwa Indonesia masih menjadi pasar prospektif dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata lima persen di tengah gejolak perekonomian global.

 

JAKARTA – Stabilitas makro ekonomi dinilai tetap terjaga sepanjang pemilu 2019. Sebab, para pelaku pasar saat ini di­perkirakan tak terlalu khawatir dengan hasil pemilu, melain­kan hanya fokus pada jalannya Pemilu 2019.

“Masa pemilu kali ini semua stabilitas makroekonomi relatif terjaga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan yang menang pasangan 01 atau 02, pasar su­dah mengantisipasi jauh-jauh hari,” kata peneliti Insitute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, kepada Antara, di Jakarta, Rabu (17/4).

Dia menjelaskan siapa pun yang menang dalam Pemilu 2019, pelaku pasar lebih berfokus pada stabilitas keamanan dan saat ini masih terbilang kondusif.

“Di beberapa tempat cukup kondusif, yang kita beritakan cukup rawan sejauh ini berja­lan cukup lancar, mungkin ada beberapa TPS yang surat suara belum sampai atau habis, me­nurut saya itu minor tidak ber­dampak signifikan,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut dia, yang menyebabkan ke­percayaan pelaku pasar cukup bagus, salah satunya tren IHSG positif naik, meskipun investor asing cenderung menahan beli bersih (net buy) selama pemi­lu, namun itupun dinilai tidak berlangsung lama.

Bhima menuturkan keper­cayaan asing juga didorong In­donesia masih menjadi pasar yang prospektif dengan per­tumbuhan ekonomi rata-rata lima persen di tengah gun­cangan perekonomian global.

Sementara itu, dari sisi nilai tukar rupiah, memang masih tertekan karena ekspor secara tahunan (year on year) 2019 tu­run 10,01 persen dibandingkan Maret 2018. “Laporan neraca perdagangan surplus, tapi sur­plusnya semu karena ekspor se­cara year on year bisa berpenga­ruh terhadap valas di luar, tapi arus modal masuk yang saya kira masih cukup positif,” katanya.

Bhima menambahkan per­gerakan nilai tukar rupiah ti­dak akan anjlok, yakni antara di level 14.000–14.100 rupiah per dollar AS. Selama stabilitas keamanan terjaga, dia menu­turkan, aktivitas pasar saham terutama investor asing akan tetap bergerak positif.

Lanjutkan Kemajuan

Pada kesempatan berbeda, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan para pe­mangku kepentingan ekonomi di dunia berharap Indonesia dapat melewati proses Pe­milu 2019 dengan damai, dan mampu melanjutkan kemajuan ekonomi yang telah dicapai da­lam beberapa tahun terakhir.

“Mereka tentu berharap siapa pun yang dipilih di Indo­nesia bisa meneruskan progres atau kemajuan yang dicapai terutama situasi kondisi global mengalami kelesuan,” kata Sri Mulyani usai mencoblos di TPS 77 Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (17/4).

Menkeu bersama Guber­nur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menjadi wakil Indo­nesia dalam Pertemuan Musim Semi IMF-WB di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 12 April lalu.

Dia mengatakan pemim­pin ekonomi global juga ber­ekspektasi bahwa pemerintah RI yang terpilih nantinya bisa mendesain kebijakan ekono­mi yang bertumbuh, merata dan berkelanjutan. Dia me­nambahkan pekerjaan rumah pemerintah masih menanti seperti upaya untuk memper­baiki masalah fundamental perekonomian Indonesia, an­tara lain pemerataan ekonomi, peningkatan produktivitas, peningkatan daya kompetisi masyarakat, dan antisipasi pe­lemahan ekonomi global.

Selain itu, Menkeu meminta seluruh rakyat bersatu dan menjaga kedamaian selama proses, dan setelah Pemilu ber­langsung. Setiap masyarakat harus bisa saling menghormati pilihan masing-masing meski­pun berbeda.

Kepada siapa pun pemim­pin dan anggota legislatif yang terpilih, kata Ani sapaan akrab Menkeu, mereka harus bisa mengedepankan kebutuhan rakyat. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment