Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments

Spons Kayu Penyerap Minyak dalam Air

Spons Kayu Penyerap Minyak dalam Air

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Tumpahan minyak dan limbah industri dapat mencemari air dengan zat minyaknya. Mes­kipun benar bahwa minyak dan air tidak bercampur, namun memisah­kan dan memulihkan setiap kom­ponen minyak dari ini tetap masih menjadi tantangan tersendiri.

Saat ini para peneliti telah me­ngembangkan sebuah spons yang terbuat dari kayu yang secara selektif menyerap minyak. Keunggulan lain dari spons kayu ini adalah bahwa spons dapat diperas dan kemudian dapat digunakan kembali.

Temuan ini dilaporkan dalam ACS Nano. Menurut para peneliti, Selama bertahun-tahun, para ilmu­wan telah mengembangkan banyak teknik untuk membersihkan air yang berminyak atau cemaran minyak dalam air, mulai dari pemisahan gravitasi hingga pembakaran hingga bioremediasi.

Akan tetapi berbagai metode yang selama ini digunakan memiliki keterbatasan, seperti efisiensinya yang rendah, polusi sekunder dan biaya tinggi.

Baru-baru ini, para peneliti telah mengeksplorasi bahan berpori 3D, seperti aerogel atau spons, berdasar­kan berbagai blok bangunan ter­masuk polimer sintetis, nanofibers silika atau selulosa.

Namun, ini seringkali sulit untuk dibuat, kurangnya kekokohan me­kanis atau terbuat dari bahan yang tidak terbarukan dan tidak dapat diuraikan.

Xiaoqing Wang dan rekan-rekannya ingin mengembangkan spons yang terbuat dari kayu yang merupakan sumber daya terbarukan dimana bahan ini diharapkan akan menyerap minyak dan mentoleransi penggunaan berulang tanpa kega­galan struktural.

Tim membuat spons kayu dengan memperlakukan kayu balsa alami dengan bahan kimia yang menghilangkan lignin dan hemiselulosa dan meninggalkan kerangka selulosa. Mereka kemudian memodifikasi struktur yang sangat berpori ini dengan lapisan hidrofobik yang menarik minyak, tetapi bukan air.

Ketika ditempatkan dalam cam­puran air dan minyak silikon, spons kayu menghilangkan semua minyak yang dicelup warna merah dan pada akhirnya meninggalkan air bersih di akhir.

Tergantung pada minyak yang diuji, spons menyerap 16 hingga 41 kali dari beratnya sendiri, yang sebanding dengan atau lebih baik daripada banyak absorben yang di­laporkan lainnya.

Selain itu, spons bisa bertahan setidaknya dalam 10 siklus penye­rapan dan perasan. Para peneliti memasukkan spons kayu ke dalam alat pengumpul minyak di lab yang memisahkan minyak secara terus menerus dari permukaan air. nik/berbagai sumber/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment