Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments

Spanyol Pesta Gol

Spanyol Pesta Gol

Foto : AFP/JOSE JORDAN
A   A   A   Pengaturan Font

Spanyol mengalahkan finalis Piala Dunia Kroasia 6-0 dalam pertandingan Liga Bangsa-Bangsa UEFA.

ELCHE – Krisis identitas yang melanda tim nasional Spanyol terlihat berlalu dan benar-benar berakhir setelah Marco Asensio menginspirasi kemenangan 6-0 atas juara finalis Piala Dunia Kroasia di UEFA Nations League (UNL), Rabu (12/9) dini hari WIB.

Kekalahan Spanyol dari Russia pada Juli lalu telah mendorong pergantian pelatih dan keraguan tentang gaya permainan “ La Furia Roja”. Tapi setelah menge­sankan atas Inggris di Wembley, tim asuhan Luis Enrique itu kini juga membungkam Kroasia.

Dua tembakan jarak jauh Asensio dan satu lainnya dari gol bunuh diri Lovre Kalinic, membuat Spanyol unggul tiga gol sebelum babak pertama usai di Elche. Saul Niguez sebelum­nya membuka keunggulan tuan rumah.

Kroasia yang telah tertinggal jauh tidak lebih baik setelah Ro­drigo Moreno melanjutkan pesta gol sebelum memberikan tendan­gan sudut untuk gol kelima yang dicetak Sergio Ramos. Isco kemu­dian melesakkan gol keenam.

Dua kemenangan dalam em­pat hari membuat Spanyol ber­ada di puncak Grup A Liga 1 UNL, dengan selisih enam poin atas Kroasia dan Inggris. Kedua tim, Inggris dan Korasia akan berh­adapan di Rijeka bulan depan.

Sukses mengalahkan dua dari empat tim teratas Piala Dunia, dan kali ini dengan kemenangan telak menjadi pembuk­tian bagi Spanyol. Se­lain itu hasil memuaskan itu menjadi kebanggan tersendiri bagi “La Furia Roja”.

Secara khusus, penam­pilan ini memberikan pembenaran awal kepada metode-metode yang diguna­kan Luis Enrique. Spanyol masih mendominasi penguasaan bola tetapi kini mereka bergerak le­bih cepat, menekan Kroasia lebih tinggi dan menggunakan kedua sisi sayap mereka.

Untuk Kroasia, ini adalah keka­lahan yang sangat merendahkan dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mereka mem­pertahankan momentum setelah laju luar biasa di Russia.

Luis Enrique menggambarkan kemenangan itu sebagai awal yang sempurna. Mantan pelatih Barcelona itu menjanjikan evolu­si, bukan revolusi, dan tim asu­hannya mendominasi pengua­saan bola.

“Akan sangat mudah untuk mengatakan bahwa ini adalah Spanyol yang saya latih. Kami menghasilkan banyak peluang dan kemasukan beberapa gol, tetapi kenyataannya adalah saya mengubah banyak hal dengan sangat cepat,” ujar Luis Enrique. Pekan ini se­muanya sempurna,” sam­bungnya.

Asensio adalah bin­tang pada pertandingan itu. Tapi Saul yang begitu mengesankan melawan Inggris, kembali bersi­nar, bersama Dani Ceballos yang berusia 23 tahun di lini tengah.

Meski menang dan menun­jukkan kebangkitan, Luis Enrique mengatakan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.

“Membandingkan pertand­ingan malam ini dengan Piala Dunia adalah tidak masuk akal,” jelas Luis Enrique. “Hari ini kami sangat efektif dan semuanya ber­jalan dengan sangat baik. Mereka memiliki peluang awal, mereka tidak mengambilnya dan kemu­dian kami bermain dengan ce­merlang dan mencetak beberapa gol hebat,” sambungnya.

Untuk mencapai final UNL bu­lan Juni mendatang, Spanyol ha­nya membutuhkan dua poin dari sisa dua pertandingan mereka, di kandang sendiri melawan Inggris dan melawat ke Kroasia.

Kesalahan Sendiri

Luka Modric dan Ivan Rakitic, yang begitu dominan di Piala Dunia, tidak pernah mengam­bil kendali saat Kroasia bermain bertahan. Tanpa Dejan Lovren, kesalahan terus berdatangan.

“Kami tidak dapat menangis tentang ini, kami harus mening­katkan diri,” ujar pelatih Zlatko Dalic. “Apa yang terjadi adalah semua peluang mereka berbuah gol dan lebih baik itu terjadi hari ini daripada nanti,” sambungnya.

“Setelah gol pertama kami ti­dak begitu fokus, kami mencoba untuk melakukan hal-hal terlalu cepat dan mulai meninggalkan rencana permainan. Itu bukan so­lusi melawan Spanyol, yang ber­main bagus di kandang dan men­dominasi bola. Setelah gol kedua, pertandingan usai bagi kami,” tandasnya. ben/AFP/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment