Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Pesta Demokrasi - Hasil Pajak Pendapat Ungkap Partai Pendukung PM Sanchez Tetap Unggul

Spanyol Kembali Gelar Pemilu

Spanyol Kembali Gelar Pemilu

Foto : AFP/JORGE GUERRERO
KAMPANYE POLITIK - Perdana Menteri Spanyol yang juga kandidat PM dari kubu Sosialis, Partai PSOE, Pedro Sanchez, saat berpidato pada kampanye jelang pemilu di Kota Torremolinos, Rabu (6/11). Pada Minggu (10/11), Spanyol akan menggelar pemilu ke-4 dalam perode 4 tahun terakhir.
A   A   A   Pengaturan Font

Spanyol akan menggelar pemilu ke-4 dalam periode 4 tahun ini pada Minggu (10/11). Pesta demokrasi ini dilaksanakan akibat kebuntuan politik dalam krisis di Katalonia.

MADRID - Spanyol akan menggelar pemilu keempat da­lam empat tahun pada Minggu (10/11) setelah upaya memben­tuk pemerintahan baru gagal di menit terakhir karena dibayangi krisis politik di Katalonia. Meski demikian, pemilu mendatang tak menjamin akan menghasil­kan pemerintahan baru.

Pemungutan suara menda­tang adalah usaha pemerintah Spanyol untuk mengakhiri ke­buntuan politik sejak April, saat Perdana Menteri Pedro Sanchez memenangkan pemilu tanpa mayoritas dan tidak dapat mem­bentuk pemerintahan baru. Survei juga menunjukkan hasil yang sama dimana kubu Sosialis dari Partai PSOE yang menyo­kong PM Sanchez berada di po­sisi terdepan, namun hal itu bu­kan jaminan bagi mendapatkan mayoritas yang absolut.

Konstelasi politik yang mun­cul cenderung kurang men­guntungkan bagi PM Sanchez karena sebagian besar akibat krisis di Katalonia yang melon­jak pada pertengahan Oktober setelah pengadilan tinggi Spa­nyol memenjarakan sembilan pemimpin separatis atas upaya kemerdekaan 2017 yang gagal dimana putusan tersebut beru­jung dengan terpicunya gelom­bang protes keras.

Jajak pendapat pun menun­jukkan bahwa dukungan suara yang kian meningkat dan akan diraih kubu ultra kanan Partai Vox, akan diperhitungkan apa­lagi pada pemilu April lalu par­tai ini berhasil meraih 24 kursi di parlemen.

Dalam beberapa hari terak­hir, PM Sanchez berulang kali meningkatkan kekhawatiran tentang kebijakan agresif ultra kanan Vox dengan memperin­gatkan bahwa kebangkitan kem­bali partai ini akan menyeret Negeri Matador pada hari-hari kelam era kediktatoran Francis­co Franco.

“Hal terpenting bagi kita agar memobilisasi pemilihan ini un­tuk menghentikan sayap kanan,” kata PM Sanchez.

Kekhawatiran Sanchez itu diungkapkan setelah ada sejum­lah pemuda melakukan aksi an­arkistis saat berhadapan dengan polisi antihuru-hara di saat ter­jadi aksi protes Barcelona dima­na mereka kemudian dirangkul kubu Vox dengan iming-iming persatuan nasional.

“Krisis di Katalonia telah menjadi masalah penting dan hal ini tampaknya telah diman­faatkan Vox untuk merangkul para pemilih kanan garis keras,” kata Antonio Barroso, seorang analis untuk Teneo.

Dalam jajak pendapat ter­baru diindikasikan bahwa kubu ultra kanan bisa melipatganda­kan suaranya dan jika itu terjadi maka diprediksi hampir 50 dari 350 kursi parlemen akan berha­sil direbutnya.

Apalagi ketika aksi protes te­rus berlangsung, PM Sanchez terus mendapat tekanan dari kubu sayap kanan konservatif People’s Party (PP) dan kubu kanan-tengah Ciudadanos un­tuk menangguhkan otonomi Katalonia dan menyingkirkan Presiden Katalonia penyokong separatis, Quim Torra.

Kelumpuhan politik

Ada risiko bahwa pemu­ngutan suara pada Minggu mungkin berakhir justru akan memperpanjang kelumpuhan politik yang telah menceng­keram ekonomi terbesar keem­pat zona euro sejak pemilihan Desember 2015 yang mengaki­batkan partai berhaluan kiri se­perti Ciudadanos dan Podem­os bisa memasuki parlemen, mengakhiri tiga dekade hege­moni bipartisan PP dan kubu Sosialis.

Bahkan menurut prediksi jajak pendapat, dengan meng­gabungkan kekuatan, baik say­ap kiri seperti Partai Sosialis, Podemos dan partai pendatang baru Mas Pais, maupun sayap kanan seperti PP, Ciudada­nos dan Vox, diperkirakan bisa memenangkan jumlah kursi yang cukup untuk mengamank­an mayoritas.

Untuk mempertahankan ja­batannya sebagai PM Spanyol, Sanchez membutuhkan du­kungan dari 176 anggota parle­men, lebih banyak 50 suara dari yang diperkirakan kaum Sosialis akan raih dalam pemungutan suara yang digelar pada Minggu ini.

Hal itu hanya akan meny­isakan satu opsi lain jika bisa mendesak PP untuk abstain dalam pemilu, sehinghga me­mungkinkan Sanchez untuk membentuk pemerintahan mi­noritas dengan dukungan dari luar seperti dari kubu Podemos.

Menyikapi skenario manuver politik itu, Barroso mengatakan pemerintahan minoritas seperti itu tidak akan pernah menyelesai­kan masa jabatan PM Sanchez se­lama empat tahun. “Dan dengan ketidakstabilan seperti itu, tidak adanya reformasi yang dapat di­lakukan, maka kita harus mem­persiapkan diri untuk mengha­dapi resesi berikutnya,” pungkas dia sambil merujuk pada per­lambatan ekonomi Spanyol dan angka ketenagakerjaan negatif baru-baru ini. ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment