Koran Jakarta | October 20 2019
No Comments

Solusi Digital untuk Pemetaan Bencana

Solusi Digital untuk Pemetaan Bencana

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi momok pada setiap musim kemarau, karena merusak ekosistem hutan, menciptakan asal tebal yang membayakan kesehatan dan membahayan lalu lintas penerbangan.

Menurut catatan Badan dan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2019 mencapai 328.724 hektar.

Esri Indonesia, sebagai penyedia solusi geospasial terkemuka, memiliki program respons bencana khusus yang disebut Emergency Spatial Support Centre (ESSC) dengan membuat instrumen dasbor pemetaan canggih. Dasbor ini dirancang guna mendukung otoritas pemerintah dalam mengelola dan merespons dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Program ini bertujuan untuk menyediakan dukungan dan upaya-upaya bantuan dengan menggunakan teknologi dan kecanggihan geospasial ketika kapasitas pada penanganan pertama telah melampaui batas,” ujar, CEO Esri Indonesia dan pendiri ESSC, A Istamar.

Solusi digital ESSC dari Esri Indonesia berupa dasbor pemetaan yang mengintegrasikan dan memvisualisasikan data potensi titik panas (hotspot), rentang tingkat kepercayaan, fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta kualitas udara.

Data-data ini berguna dalam menciptakan kesadaran kesadaran situasional yang lebih tinggi pada titik panas utama kebakaran hutan dan mengetahui dampaknya terhadap tingkat kualitas udara di masyarakat.

ESSC mampu mengidentifikasi risiko kebakaran, sehingga hasil yang ditampilkan dapat mendorong lembaga penanganan bencana untuk memprioritaskan risiko tersebut dan segera melakukan pengambilan keputusan.

“Data yang ditampilkan ESSC juga membantu upaya mitigasi, perencanaan, dan kemampuan untuk pengambilan keputusan berbasis data dalam penggunaan sumber daya (tenaga ahli dan logistik),” ujar Istamar.

Ia menjelaskan, teknologi geospasial seperti yang dipakai ESSC memiliki kemampuan untuk menyajikan data dalam perspektif visual sehingga memberikan kemudahan dalam mengkomunikasikan risiko kepada masyarakat.

Data-data yang ditampilkan memungkinkan untuk dianalisa dalam menentukan dampak karhutla pada warga, infrastruktur, dan lingkungan.

“Kami memberikan manfaat teknologi geospasial kepada para pengguna perangkat lunak kami, seperti BNPB dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyediakan informasi berbasis lokasi dan mengkomunikasikan kepada masyarakat melalui pihak berwenang dengan menggunakan peta digital yang kuat dan rinci, yang dirancang khusus guna memenuhi kebutuhan masyarakat luas.”

Selain berfungsi sebagai informasi untuk karhutla, ESSC dapat dipakau untuk melakukan respons cepat terhadap bencana nasional, termasuk gempa bumi, tsunami dan erupsi gunung berapi. Solusi ini telah membantu dalam memberikan inofrmasi pada gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala, dan juga peristiwa erupsi Gunung Agung pada tahun 2017.

Selama masa penanganan bencana tersebut, ahli geospasial dari Esri Indonesia memberikan keahlian dan keterampilan geospasial yang mereka miliki untuk mengembangkan aplikasi pintar. Aplikasi tersebut dapat menyediakan informasi situasional yang kolaboratif bagi lembaga bantuan bencana dan memfasilitasi respons tanggap darurat yang efektif dan terkoordinasi. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment