Pendaftaran SNMPTN 14-27 Februari | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments
Pendidikan Tinggi I Kekerasan Dideteksi Lewat Survei Karakter

Pendaftaran SNMPTN 14-27 Februari

Pendaftaran SNMPTN 14-27 Februari

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Kalau ada yang terbukti melakukan kekerasan, apa pun bentuknya, harus langsung dikeluarkan dari sekolah karena itu bukan kasus abu-abu.

JAKARTA - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengumumkan, pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2020 telah dibuka. Jadwal pendaftaran dimulai tanggal 14 Februari pukul 14.00 WIB sampai dengan 27 Februari 2020 pukul 23.59 WIB. “Siswa yang dinyatakan eligible dimohon memperhatikan kerangka waktu pendaftaran SNMPTN tersebut dan tahapan pendaftarannya,” ujar Ketua LTMPT, Mohammad Nasih, di Jakarta, Jumat (14/2).

Nasih mengatakan, untuk mendaftar, calon mahasiswa login ke Portal LTMPT di laman https://portal.ltmpt.ac.id menggunakan akun LTMPT yang telah dibuat. Setelah memilih menu pendaftaran SNMPTN, calon mengisi pilihan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) beserta pilihan program studi (prodi).

Ia menekankan, hanya boleh memilih dua prodi. Modelnya, memilih dua prodi dalam satu PTN, memilih masing-masing satu prodi dari dua PTN, dan memilih hanya satu prodi di satu PTN.

Bagi calon yang memilih prodi seni dan olahraga harus mengunggah dokumen portofolio sesuai dengan pilihan. Template portofolio, lanjutnya, tersedia di laman Pendaftaran SNMPTN.

“Selain itu, siswa dapat mengunggah dokumen prestasi tambahan,” jelasnya.

Siswa lalu melengkapi isian data diri, identitas orang tua, dan data ekonomi keluarga. Kemudian, mengisi data ‘ketunaan’ bila diperlukan. Siswa juga harus menyetujui Pernyataan Keikutsertaan SNMPTN dengan mencentang pada kolom.

Lebih jauh Nasih menjelaskan, setelah siswa memfinalisasi pendaftaran dilanjutkan dengan mencetak Kartu Tanda Peserta (KTP) sebagai bukti Peserta SNMPTN 2020. Ia juga menegaskan, setelah finalisasi dan cetak kartu, calon mahasiswa tidak bisa mengubah data dengan alasan apa pun.

“Pendaftaran dinyatakan selesai setelah calon mahasiswa mencetak KTP SNMPTN. Siswa yang tidak mencetak KTP, dianggap tidak menyelesaikan pendaftaran dan tidak diikutsertakan pada Seleksi SNMPTN 2020,” pungkasnya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Politeknik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir, mengatakan tengah melakukan standarisasi politeknik kesehatan (poltekkes) yang berada di bawah naungan Kemenkes dengan menerapkan proses standarisasi tes masuk.

 

Cegah Kekerasan

 

Sementara itu, juga di tempat berbeda, Mendikbud, Nadiem Makarim, mengatakan, tengah mengkaji ketentuan hukum untuk melindungi institusi pendidikan di setiap jenjang dari segala bentuk tindak kekerasan. “Sudah ada beberapa undang-undang, tetapi operasionalnya sedang dikaji lagi,” ujar Mendikbud, di Jakarta, Jumat (14/2).

Nadiem menjelaskan, regulasi di institusi pendidikan harus dapat mencegah kekerasan. Hukuman untuk para pelaku kekerasan juga harus dipastikan. “Langkah ini harus diambil karena jumlah kasus kekerasan makin meningkat,” tandas Nadiem.

Dia mengusulkan, “Kalau ada yang terbukti melakukan kekerasan, apa pun bentuknya, harus langsung dikeluarkan dari sekeolah karena itu bukan kasus abu-abu. Bukan hanya kekerasan fisik, tapi topik seperti radikalisme atau ideologi yang melawan Pancasila harus diberi kartu merah,” tandas Mendikbud.

Sedangkan Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbud, Ade Erlangga menambahkan, untuk mengurangi kekerasan di beberapa sekolah belakangan, ke depan Kemendikbud akan mencegah sejak dini melalui survei karakter untuk mengganti ujian nasional (UN). “Survei untuk mendeteksi secara dini karakter anak yang cenderung agresif,” katanya. 

 

ruf/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment