Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Pengembangan Pariwisata

Sleman Bidik Target Wisatawan Kaum Milenial

Sleman Bidik Target Wisatawan Kaum Milenial

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membidik generasi milenial sebagai target utama pasar wisata. Dengan demikian, ditargetkan pada 2020, mayoritas kunjungan wisatawan didominasi kaum milenial.

“Tahun 2020 Sleman musti menjadi ikon wisata milenial di DIY,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih saat menjadi pembicara Creative Talk bertajuk Perkembangan Industri dan Pariwisata Kabupaten Sleman 2020 dalam Sleman Craftstyle 2018 di Yogakarta, Senin (10/9).

Dia menilai berbeda dengan generasi sebelumnya, milenial tidak terlalu bergantung dengan biro wisata, lantaran lebih suka bepergian dengan memanfaatkan aplikasi. Pola sosialisasi turut berubah sehingga secara tidak langsung mengubah tujuan mereka bepergian.

Generasi ini dilihat menyukai tempat kuliner kekinian, tempat belanja dengan tema gaya hidup, bersosialisasi melalui gawai dan senang dengan segala jenis gelaran baik musik maupun olahraga.

Menghadapi generasi melek teknologi ini, pemanfaatan media sosial menjadi keharusan dalam memasarkan destinasi maupun gelaran (event). Peran influencer atau reviewer berperan penting dalam pemasaran destinasi.

“Akibatnya, kesiapan destinasi dan masyarakat sektiar destinasi menjadi syarat utama agar destinasi tersebut didatangi oleh milenial,” ujar Sudarningsih.

Dia melihat, ke depan, selain destinasi tradisional seperti wisata alam dan wisata budaya yang ada, usaha menarik generasi milenial perlu dikembangkan, termasuk melalui pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja kekinian.

 

Musim Libur

Data terbaru menunjukkan, pada musim libur Lebaran dan sekolah beberapa bulan lalu, kunjungan wisatawan ke destinasi wisata kuliner dan belanja di Kabupaten Sleman mencapai lebih dari dua juta kunjungan.

Untuk destinasi belanja di Kabupaten Sleman, dia mengungkapkan, belanja transportasi dan akomodasi wisatawan mengambil porsi lebih dari 70 persen. Hanya sekitar lima persen belaja wisatawan ke souvernir atau oleh-oleh.

Sudarningsih mengakui, kondisi itu turut menjadi perhatian Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Karenanya, mereka tengah menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, dan Dekranasda Kabupaten Sleman.

Sejumlah kerja sama akan dilakukan sebagai usaha mencapai target pada 2020. Dengan demikian, besaran belanja souvenir atau oleh-oleh wisatawan di Kabupaten Sleman dapat meningkat sampai 7,5 persen.

“Salah satunya lewat Sleman Innovative Craft Award 2018 dengan mengangkat tema Berani Berkarya dengan Karya yang Berani, melalui kegiatan ini diharapkan ada oleh-oleh yang jadi ciri khas Kabupaten Sleman yang menjadikannya sebab untuk selalu berkunjung ke Kabupaten Sleman,” kata Sudarningsih.

 

YK/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment