Koran Jakarta | September 18 2019
No Comments
Krisis Timur Tengah I Kapal Tanker Milik Arab Saudi Kena Serangan Sabotase

Situasi Kawasan Teluk Memanas

Situasi Kawasan Teluk Memanas

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Laporan terjadinya sabotase terhadap kapal tanker Saudi makin memanaskan situasi di kawasan Teluk Persia. Apalagi sebelumnya AS telah memper-ingatkan akan adanya serangan-serangan dari Iran.

FUJAIRAH – Pemerintah Arab Saudi pada Senin (13/5) mengatakan bahwa dua ka­pal tankernya mengalami ke­rusakan akibat serangan sabo­tase saat berlayar di kawas­an teluk. Laporan itu muncul saat kawasan Teluk Persia te­ngah terjadi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait penerapan tambahan sanksi setelah AS tahun lalu se­cara sepihak menyatakan ke­luar dari perjanjian nuklir Iran 2015 .

“Arab Saudi mengutuk tin­dakan sabotase yang menar­getkan kapal komersial dan sipil di dekat perairan teritorial Uni Emirat Arab (UEA),” kata satu narasumber di Kementeri­an Luar Negeri Arab Saudi.

“Tindakan kriminal ini me­rupakan ancaman serius ba­gi keamanan dan keselamatan navigasi maritim dan berdam­pak buruk bagi perdamaian dan keamanan regional dan in­ternasional,” imbuh narasum­ber itu.

Iran adalah musuh bebuyu­tan Arab Saudi. Menyikapi se­rangan sabotase yang meng­khawatirkan itu, Tehran me­nyerukan penyelidikan dan memperingatkan ada pema­in asing yang berniat meng­ganggu keamanan maritim.

“Insiden itu mengkhawatir­kan dan disesalkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Ne­geri Iran, Abbas Mousavi.

Berdasarkan keterangan dari UEA, serangan terjadi pa­da Minggu (12/5) yang meng­akibatkan empat kapal komer­sial dari berbagai negara yang tengah berlayar dekat Fujairah, telah menjadi sasaran tindakan sabotase.

Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih, mengatakan kedua kapal tankernya meng­alami kerusakan signifikan, tetapi tidak ada korban atau tumpahan minyak akibat sabo­tase itu.

“Salah satu dari dua kapal tanker yang diserang sedang dalam perjalanan memuat mi­nyak mentah dari kilang Sau­di untuk tujuan AS,” kata Men­teri Falih.

Sementara Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, mengatakan negaranya akan menyelidiki sabotase yang dis­engaja atas kapal-kapal itu. “Investigasi akan dilakukan se­cara profesional, faktanya akan dibuat jelas, dan kami akan membuat laporan dan kesim­pulan sendiri,” kata Menlu Gar­gash di media sosial Twitter.

Tahun lalu, Arab Saudi un­tuk sementara menangguhkan pengiriman minyak melalui Selat Bab al-Mandab, rute pe­layaran vital antara Semenan­jung Arab dan Tanduk Afrika, setelah dua kapalnya diserang oleh pemberontak Yaman yang didukung Iran.

Peringatan AS

Fujairah adalah satu-satu­nya pelabuhan UEA yang ter­letak di pesisir Laut Arab, me­lewati Selat Hormuz, yang jadi arus lalu intas sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk. Hampir semua ekspor minyak Arab Saudi, Irak, UEA, Kuwait, Qatar, dan Iran, yang totalnya sebanyak 15 juta barel per hari, dikirimkan melalui Selat Hormuz.

Sebelumnya Iran telah ber­ulang kali mengancam akan menutup selat jika terjadi kon­frontasi militer dengan AS.

Dalam serangan sabo­tase ini, pihak UAE belum menuduh siapa pun yang ber­tanggung jawab, tetapi mem­peringatkan bahwa melaku­kan tindakan sabotase pada kapal komersial dan sipil serta mengancam keselamatan dan kehidupan mereka yang ada di kapal merupakan sebuah keja­hatan serius.

Sementara AS sebelumnya memperingatkan kapal-kapal di kawasan itu bahwa Iran atau proksinya dapat menargetkan lalu lintas maritim. Pekan lalu, AS mengumumkan bahwa me­reka mengirim armada kapal induk, pesawat bomber, serta kapal pembawa misil Patriot ke Timur Tengah untuk mengirim pesan yang jelas pada Iran. ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment