Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Perlindungan Warga

Siti Aisyah Dibawa Aparat ke “Safe House”

Siti Aisyah Dibawa Aparat ke “Safe House”

Foto : ANTARA/RENO ESNIR
BERSAMA KELUARGA - Siti Aisyah bersama ayah dan ibunya, Asria (kiri) dan Benah saat serah terima dari Kementerian Luar Negeri kepada keluarga di Jakarta, beberapa waktu lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

SERANG – Setelah sempat pulang kampung di Ranca Su­mur, Desa Sindangsari, Pabuaran, Serang, Banten, selama satu malam, mantan terdakwa pembunuhan di Malaysia, Siti Aisyah, pada Rabu (13/3) malam, kembali dibawa oleh petugas dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ke Jakarta.

Hal itu disampaikan orang tua Siti Aisyah saat Koran Ja­karta mendatangi kediamannya pada Kamis (13/3). “Ke­marin, Siti memang pulang ke sini. Tapi, malamnya lang­sung dibawa ke Jakarta lagi oleh orang-orang dari Kemlu,” kata Benah, Ibunda Siti Aisyah.

Ayahanda Siti, Asria, menambahkan, dirinya tidak tahu Siti Aisyah dibawa ke mana. “Kalau saya sih percaya saja dengan pemerintah. Toh, kemarin juga karena pemerintah Siti bisa kembali ke rumah,” ujar Asria.

Orang tua Siti Aisyah kembali menegaskan tidak menge­tahui lokasi terkini dari Siti. Mereka juga tidak tahu kapan anaknya akan kembali ke rumah. Mereka benar-benar ti­dak bisa memastikan karena sampai saat ini Siti tidak bisa dihubungi karena belum memiliki telepon genggam.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, menga­takan tanggung jawab Kemlu hanya sampai penyerahan Siti kepada keluarga. Ia menjelaskan setelah serah terima, tanggung jawab Siti sudah berada di tangan pihak berwajib.

“Betul memang sempat kita minta ke Kemlu untuk me­nyelesaikan administrasi serah terima. Sekarang, dia sudah ditangani aparat keamanan,” ujar Iqbal kepada Koran Ja­karta, Kamis malam.

Kemudian, ketika ditanya mengenai pihak keamanan mana yang mengambil alih, Iqbal hanya mengimbau rekan media untuk menghormati Siti yang membutuhkan istirahat.

Butuh Ketenangan

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edy Sumardi, mengatakan Siti Aisyah butuh menenangkan diri setelah pulang ke Tanah Air. “Satu setengah hari sete­lah beliau datang, beliau kan butuh istirahat, dan lain-lain. Terus banyak orang datang sehingga agak kurang nyaman dan tenang,” kata Sumardi.

Kondisi Siti Aisyah itu juga dikonsultasikan oleh peme­rintah Kabupaten Serang sehingga Siti Aisyah pun dian­tar ke safe house (tempat perlindungan saksi). “Terus ada konfirmasi juga dari Kemenlu kepada pihak keluarganya, dikonsultasikan juga oleh pemerintah kabupaten untuk dikonseling dan sebagainya sehingga dia mau untuk ke safe house, supaya bisa cooling down dulu, tenang,” ujarnya.

Sumardi belum mengetahui berapa lama Siti Aisyah di safe house. “Soal waktu itu tergantung Siti Aisyah,” ujarya. ruf/tri/ang/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment