Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Pendidikan Dasar dan Menengah

Sistem PPDB “Online” Dipastikan Stabil

Sistem PPDB “Online” Dipastikan Stabil

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Sistem dalam jaringan (online) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi calon pelajar mulai tingkat SD hingga SMA atau SMK di Jakarta Utara dipastikan stabil hingga akhir tahapan seleksi di bulan Juli nanti.

Kepala Suku Dinas Pendi­dikan Wilayah 1 Jakarta Utara, Budi Sulistiono, mengata­kan PPDB tahun ajaran baru 2019/2020 telah dimulai hari ini, Rabu (12/6). Sistem online yang dterapkan dipastikan stabil hingga seluruh tahapan seleksi. “Jaringannya dipasti­kan stabil hingga seluruh rang­kaian tahapan seleksi nanti,” kata Budi, saat ditemui di Pos­ko Pelayanan PPDB “Online” 2019 Jakarta Utara, di SMAN 13 Jakarta, Rabu (12/6).

Untuk saat ini, dijelaskan­nya PPDB online masuk dalam tahap pendaftaran sekaligus verifikasi berkas bagi calon pe­lajar inklusi,anak panti asuhan, anak sopir Jaklingko, dan anak pengguna kartu pekerja. Pen­daftaran dilakukan pada setiap sekolah yang diinginkan de­ngan bantuan panitia gabun­gan sekolah tersebut.

Seluruh tahapan PPDB ti­dak dipungut biaya alias gra­tis. “Pesan saya jika calon peserta didik sudah melalui tahap seleksi dan diterima agar segera ke sekolah yang dituju untuk lapor diri. Sehingga ada kepastian calon peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 16 Juli 2019 men­datang,” jelasnya.

Di tempat berbeda, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wila­yah 2 Jakarta Utara, Momon Sulaiman menerangkan, selu­ruh petugas maupun panitia membuka layanan konsultasi bagi orang tua calon peserta didik baru yang masih belum memahami mekanisme PPDB Online.

Hal ini bertujuan agar se­luruh anak usia sekolah da­pat mengenyam pendidikan dengan baik di Jakarta Utara. “Tentunya PPDB ini juga ber­sinergi dengan sektor lain, salah satunya dengan Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Utara. Ini dilakukan un­tuk memastikan Nomor Identi­tas Kependudukan (NIK) calon peserta didik baru ada dalam sistem,” tegasnya.

Salah satu orang tua calon peserta didik baru, Arief, 33 tahun, mengapresiasi PPDB Online tersebut. Apalagi diri­nya mendapat tahapan pen­daftaran berbeda dibanding masyarakat umum lantaran mengantongi kartu pekerja de­ngan profesi guru. Meski sudah memasukan berkas anaknya, Ilham, 7 tahun, pihaknya tetap menunggu hasil seleksi PPDB online.

PPDB SD, SMP, SMA, dan SMA dibagi menjadi lima jalur. Pertama, jalur afirmasi yang dikhususkan bagi anak rombon­gan belajar, panti asuhan, anak pemegang kartu pekerja, dan anak pengemudi Jak Lingko.

Sisanya, jalur zonasi yang terdiri dari umum atau anak di domisili setempat dan afirmasi atau pemegang KJP plus. Bagi jenjang SD, jalur ini mendapat jatah bangku 70 persen, yang dibagi 80 persen untuk umum dan 20 persen bagi pemegang KJP Plus. Sementara itu, jen­jang SMP dan SMA kuotanya 60 persen.  Ant/P-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment