Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments

Sistem Keamanan Data Canggih Produk Lokal

Sistem Keamanan Data Canggih Produk Lokal

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Perusahaan lokal tidak kalah dalam menciptakan inovasi di bidang keamanan data. Perusahaan yang berbasis di Yogyakarta PT Sydeco, memiliki produk keamanan yang mampu melindungi data dari serangan siber. Dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), untuk indentifikasi dan pencegahan serangan, Sydeco memiliki dua teknologi terbaru untuk melindungi data internet yaitu Archangel dan Secure System of Transmission (SST) yang bekerja secara bersamaan.

“Keunggulan dari kombinasi Archangel dan SST adalah kemampuannya dalam menggunakan machine learning untuk menganalisa berbagai tipe serangan yang terjadi,” ujar President Director PT Sydeco Patrick Houyoux di Jakarta, belum lama ini. Archangel merupakan sebuah Smart Box yang berfungsi untuk menyaring seluruh lalu lintas data yang akan masuk ke jaringan, baik melalui kabel atau nirkabel.

Setiap data yang diperkirakan jahat akan dicegah untuk masuk. Archangel memiliki fleksibilitas untuk ditempatkan di sisi klien (on-site) atau di penyedia jasa (hosted). Fungsi machine learning yang ada di dalam Archangel memiliki kemampuan untuk menganalisa pola serangan yang belum pernah ada sebelumnya dan mencegah serangan tersebut sebelum masuk ke jaringan. Sedangkan SST merupakan sistem keamanan data yang memiliki dua “agen cerdas” di titik pengirim dan penerima, yang berfungsi untuk melindungi data, baik secara otomatis maupun on-demand.

Agen pengirim akan mengubah data ke dalam gelombang dan warna berbeda-beda bergantung pada isi data tersebut, sementara agen penerima akan mengubah kembali data ke bentuk awal. Ketika terjadi pencegatan data, atau pengiriman data ke tujuan yang salah, data secara otomatis akan hilang. “SST bahkan bisa melindungi berbagai bentuk data, termasuk percakapan telepon,” jelas Patrick.

Dua teknologi mutakhir ini diciptakan oleh praktisi muda TI di Jogja melalui serangkaian riset dengan meneliti berbagai kasus pencurian dan pembobolan data yang pernah terjadi. Beberapa kasus peretasan terhadap Twitter, Facebook, WhatsApp, Aplle, hingga media internasional seperti The Wall Street Journal dan The Washington Post dipelajari. Peretasan bahkan berhasil membobol 4,93 juta akun Gmail, 500 juta akun Yahoo, dan 68 juta akun Dropbox.

Patrick menyadari semakin tumbuhnya penggunaan internet baik untuk kehidupan sehari-hari, dan bisnis, serta kemampuan orang-orang jahat untuk menemukan hal-hal baru, menjadi masalah yang sangat penting bagi keamanan transaksi keuangan dan perlindungan data secara umum.

Sydeco Secure System of Payment (SSP) diharapkan menjadi sebuah inovasi dalam infrastruktur back-end pembayaran mobile, untuk melindungi transaksitransaksi keuangan. Teknologi AI berguna melindungi data dan pengirimannya, tanpa menggunakan kunci, yang biasanya menjadi titik terlemah dari enkripsi tradisional. Setelah SSP , Sydeco kemudian menciptakan Archangel yang juga menggunakan kecerdasan buatan, untuk melindungi perangkat-perangkat dari berbagai serangan, baik yang sudah diketahui, maupun yang baru.

“Bersama-sama dengan SSP dan SST, dan ARCHANGEL menjadi sebuah solusi lengkap dalam perlindungan terbaik bagi para pengguna internet, dan pertahanan terbaik melawan seluruh serangan siber,” kata Patrick ujar Patrick saat acara peluncuran Archangel dan SST di Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment