Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Kemacetan Depok l Tarik Ulur Pemberlakuan Ganjil-Genap

Sistem Ganjil-Genap Masih Dikaji

Sistem Ganjil-Genap Masih Dikaji

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemkot Depok seharusnya mulai memikirkan masalah transportasi, bukan hanya berfokus terhadap pembangunan semata.

Depok epok – Kasat Lantas Polres Depok, Kompol Sutomo, mengatakan hingga saat ini penerapan ganjil-genap di kawasan Depok belum dapat dilaksanakan. Menurutnya, untuk kepastiannya masih menunggu kajian dari Pemerintah Kota (Pemko) Depok.

“Untuk sementara, ganjil-genap belum dapat dilaksanakan di Depok,” kata Sutomo saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, di Jakarta, Minggu (21/4).

Sutomo menjelaskan kebijakan ganjil-genap masih dibahas dengan pihak Pemko Depok. Ia masih menunggu hasil kajian tersebut.
“Karena masih dalam kajian Pemda Depok,” tegas Sutomo.

Menurut Sutomo, dirinya belum bisa menyebutkan kajian tersebut dapat rampung. Karena pihaknya masih fokus menangani pengamanan pilpres dan pileg. “Kami belum tahu kapan rampung, sekarang masih konsentrasi untuk pilpres dan pileg,” tandas Sutomo.

Sebelumnya, Direktur Pelaksana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Heru Wisnu Wibowo, mengatakan akan ada penerapan ganjil-genap di Jalan Margonda saat hari libur atau weekend setelah tanggal 17 April 2019.

Menurut Heru, volume kendaraan yang menumpuk di pusat kuliner dan belanja sepanjang Jalan Margonda menjadi penyebab utama kemacetan.

“Di Jakarta kan hari kerja nih (macetnya), kalau Depok di akhir pekan karena banyak warga yang bekerja di Jakarta dan tinggalnya di Depok,” tutur Heru.

Menurut Heru, penerapan ganjil-genap di Depok dapat meminimalisir warga Depok yang membawa kendaraannya sendiri. “Bagaimana cara mengatasinya, ya salah satunya tadi sistem ganjil-genap (GaGe) yang akan diterapkan mungkin pada akhir pekan ya, tapi itu baru bisa dilakukan nanti setelah tanggal 17 April.

Saya sudah dibisiki sama Kadishub Depok, katanya nanti diterapkan ganjil-genap setelah tanggal 17 April. Tapi nanti coba ditanya lagi ke dia, soalnya dia sounding ke saya belum sampai satu bulan,” ujar Heru.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Depok, Dadang Wihana, justru mengaku hingga kini ganjil-genap di Margonda masih dalam kajian dengan stakeholder yang berkaitan dengan peraturan tersebut.

“Masih dalam kajian, nanti dikabari kalau sudah ada waktu penerapannya,” tandas Dadang.

Masih menurut Heru, Pemkot Depok seharusnya mulai memikirkan masalah transportasi, bukan hanya berfokus terhadap pembangunan semata.

Mengurai Kemacetan

“Jangan cuma memikirkan bangun-bangun saja. Jadi, harusnya dipikirnya transportasi seperti apa,” jelas Heru.

Pernyataan Heru tersebut sebenarnya sejalan dengan rencana Pemkot Depok yang akan menerapkan sistem ganjil-genap saat weekend. Wacana ini sudah didengungkan sejak tahun 2018 lalu dan sudah dalam tahap pengkajian.

Tidak hanya di Margonda, penerapan sistem ganjil-genap juga direncanakan diterapkan di sebagian Jalan Transyogi Cibubur dan Jalan Raya Bogor yang masuk wilayah Kota Depok.

Hal itu dikatakan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, pada bulan April tahun lalu.

Menurut Idris, untuk rencana penerapan sistem genap-ganjil, sudah ada kajian yang dilewati dan kini masuk dalam tahap perencanaan oleh Dinas Perhubungan Kota Depok beserta Polresta Depok.

“Kajian untuk pematangan penerapan sistem ganjil-genap sudah dilakukan dengan baik. Hasil kajian menyatakan, ini sangat bagus untuk mengurai kemacetan terutama di Jalan Margonda,” kata Idris.

Keinginan Pemko Depok dan BPTJ ini masih dipertanyakan oleh kementerian perhubungan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sistem ini juga digunakan untuk mengedukasi masyarakat agar menggunakan trasportasi massal. “Nanti kami lihat daerah-daerah yang sudah padat,” ujar Budi dalam kunjungannya di Depok tahun 2018.

Budi Karya mencontohkan penerapan aturan serupa di sejumlah ruas jalan di Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Namun untuk Kota Depok, ia menilai belum perlu. “Saya menilai Depok belum ada hubungannya dengan itu,” kata Budi.

Menurut Budi, jika ingin menerapkan aturan ganjil genap di Jalan Margonda Depok, perlu ada kajian menyangkut kondisi kemacetan. Kajian ini penting untuk mengetahui efektifitas penerapan aturan tersebut. “Nanti pemerintah mensubsitusi dengan menyediakan bus,” tegasnya.

Kemacetan di Depok sendiri terutama di kawasan Margonda menurut penelusuran Koran Jakarta, telah menjadi masalah tersendiri. Di saat jam pulang dan pergi kantor, lalu lintas di Margonda Raya amatlah padat dan bahkan nyaris tidak bergerak. Pemko Depok sudah melakukan berbagai langkah untuk mengurangi kemacetan di kawasan ini. Di antaranya, Pemko Depok menerapkan lalu lintas satu arah di Jalan Nusantara dan Margonda arah Polres Depok dari arah jalan RA Kartini Depok Lama. Meskipun tidak serta merta menghilangkan kemacetan, padatnya lalu lintas di kawasan ini menjadi sedikit terbagi. Namun lagi-lagi belum mengakhiri kemacetan Depok, khususnya Margonda.

Kawasan Margonda sendiri merupakan urat nadi lalu lintas di Kota Depok. Selain melalui Margonda, penduduk Depok bisa menggunakan jalur menuju Cinere-Karang Tengah, Tanah Baru-Ciganjur dan melalui Kelapa Dua untuk menuju arah Jakarta. Ke depannya Depok akan mempunyai satu jalur alternatif lagi melalui jalan tol lingkar luar Pondok Cabe-Depok yang akan rampung dalam waktu dekat.  jon/P-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment