Sinovac, Mampu Memincu Respons Kekebalan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments

Sinovac, Mampu Memincu Respons Kekebalan

Sinovac, Mampu Memincu Respons Kekebalan
A   A   A   Pengaturan Font

Hasil uji klinis tahap I dan II yang dilakukan terhadap kandidat vaksin Covid-19 yang dilakukan Sinovac berbasis di Beijing, Tiongkok, juga diklaim mengalami kesuksesan. Calon vaksin dari Sinovac yang dinamai CoronaVac mampu menginduksi respons kekebalan positif terhadap virus Covid-19.

“Penelitian fase 1 dan 2 menunjukkan CoronaVac aman dan dapat memicu respons kekebalan. Kami menyimpulkan studi klinis fase 1 dan 2  dengan hasil menggembirakan. Ini adalah tonggak penting yang telah kami raih dalam perjuangan melawan Covid-19, ”kata Ketua/Presiden/CEO Sinovac, Weidong Yin, seperti dilansir laman PMLive.

Uji klinis tahap awal oleh Sinovac dilakukan pada 743 sukarelawan sehat berusia antara 18 dan 59 tahun. Pada tahap I pengujian dilakukan pada 143 relawan. Sementara itu, pada tahap II pengujian dilakukan terhadap 600 relawan.

Pada pengujian tahap II pada 600-pasien, calon vaksin CoronaVac menginduksi antibodi penetralan di atas 90 persen relawan yang diuji selama 14 hari, setelah menerima dua dosis vaksin terpisah selama dua pekan. Hasilnya, vaksin tidak menunjukkan efek samping yang parah di antara para sukarelawan di kedua percobaan.

Mengikuti hasil awal, Sinovac berencana menyerahkan laporan uji klinis tahap II dan protokol studi klinis tahap III kepada National Medical Products Administration (NMPA) Tiongkok. Perusahaan juga mengharapkan untuk memulai aplikasi untuk uji klinis tahap III di luar Tiongkok, termasuk Indonesia, Brasil, Bangladesh dan Turki .

Di Indonesia, Sinovac bekerja sama dengan perusahaan farmasi BUMN, Bio Farma. Sinovac memang mencari relawan di luar Tiongkok  yang terdapat pasien dengan positif  Covid-19 cukup banyak, dalam rangka memasarkan produknya.

SinoVac dan Biofarma, telah kerja sama sejak April 2020. Mereka akan memulai tahap III sebagai uji klinis terakhir pada manusia mjulai Agustus. Jika uji klinis tahap II berhasil, CoronaVac akan mulai diproduksi pada kuartal pertama 2021 sebanyak 250 juta vaksin per tahun.

Uji klinis di Indonesia dilakukan Bio Farma bersama Universitas Padjajaran melibatkan 1.620 relawan.  Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan, “Sangat penting bagi kandidat vaksin untuk diuji di seluruh dunia, sehingga Anda dapat mempelajari respons dari berbagai ras dengan susunan genetik yang berbeda,” kata Budi.

Menurut Presiden Direktur Bio Farma, Honesti Basyir, vaksin dari Sinovac setelah tiba di Indonesia akan diuji di laboratorium perusahaan lebih dulu. Selain itu, kandidat vaksin perlu mendapat persetujuan dari pemerintah melalui badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebelum uji klinis akhir dapat dimulai.

Bio Farma mampu memproduksi 250 juta dosis per tahun. “Jika uji klinis fase tiga berjalan lancar, Bio Farma akan memulai produksi pada kuartal pertama 2021. Kami telah menyiapkan peralatan yang diperlukan,” kata Honesti. hay/G-1*

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment