Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments

Sinergi Lembaga Nirlaba Asing dengan Yayasan Rumah Rachel

Sinergi Lembaga Nirlaba Asing dengan Yayasan Rumah Rachel

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA– Minimnya tenaga ahli bidang paliatif di Indonesia telah mendorong yayasan Rumah Rachel untuk membuka pintu kerjasama dengan lembaga-lembaga nirlaba dari luar negeri. Singapore International Foundation (SIF), Uni Eropa (UE) di Jakarta dan Cincinnati Children’s Hospital, Ohio, Amerika Serikat (AS) merupakan beberapa lembaga nirlaba yang sudah dan sedang menyalurkan bantuan bagi kemajuan asuhan paliatif di tanah air.

Asuhan paliatif adalah suatu spesialisasi ilmu medis bagi orang-orang yang hidup dengan penyakit berat beserta keluarganya. Asuhan paliatif mengatasi nyeri dan gejala, serta menyediakan dukungan emosional dan sosial agar pasien dapat hidup terbebas dari nyeri dan menikmati kualitas hidup terbaik.

Menurut Kartika Kurniasari, Chief Executive Officer yayasan Rumah Rachel, bebas dari rasa sakit merupakan salah satu poin yang termaktub dalam resolusi lembaga kesehatan dunia, WHO. Ini pula, yang mendorong yayasan Rumah Rachel untuk terus mengembangkan asuhan paliatif di Indonesia, yang masih minim jumlahnya.

“Keterlibatan lembaga bantuan asing diantaranya mereka membantu pengembangan capacity building hingga memberikan dana implementasi program untuk menutupi biaya penerapan,” kata Kartika, usai merayakan Hari Asuhan Paliatif Anak Sedunia dengan instalasi ‘Living Wall’ raksasa di Cilandak Town Square, Jumat (13/10).

Pada 2016, yayasan Rumah Rachel membuka kerjasama selama 3 tahun dengan Cincinnati Children’s Hospital, sebuah rumah sakit anak terbesar di AS. Dokter, perawat dan relawan didatangkan dari rumah sakit tersebut untuk memberikan pelatihan selama 2 pekan pada puluhan tenaga medis di Indonesia. Sebelumnya, SIF selama hampir 8 tahun memberikan bantuan serupa. uci/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment